Mas Satrio,
 
Inilah masalahnya.  Selama 59 tahun merdeka dibawah dua presiden yang kuat, masalah 
utama kita, yakni keadilan sosial dan pembangunan ekonomi yang merata, kedaulatan 
hukum, dll, tak terwujudkan.
 
Sekarang kita mau tumpukan impian pada dua orang calon presiden.
 
Kita lihat, kekuatan yang real, ada ditangan sekelompok orang yang menguasai sarana 
kekuasaan, yakni dana atau senjata. Pemilik dana adalah mereka, who finally will 
govern....
 
Sekelompok orang, yang mampu memobilisir partai, memerintah melalui parlemen. Yang 
keluar adalah dagang sapi. Upaya berkoalisi membuktikan dengan jelas, bahwa kalau 
masalahnya adalah meraih kekuasaan (dan mempertahankannya) maka para elit yang 
menguasai sarana kekuasaan ini, akan duduk dalam satu club.
 
Keterkaitan kekuasaan dan dana adalah begitu rumit dan ruwet, sehingga tak mungkin ada 
satu presiden (dengan pemerintahnya) yang akan mampu menjebol tembok. Selalu akan 
terjadi kompromis.
 
Motto utama adalah kesinambungan kekuasaan. 
 
Keluarga yang mulai menanjak dizaman bung Karno, kian berkembang dizaman pak Harto, 
terus berkembang dizaman Habibie, Gus Dur dan Megawati, akan terus berkembang siapapun 
presiden yang akan datang.
 
 
 
 


Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dua-duanya -- Mega ataupun SBY --sulit diharapkan
untuk melakukan perubahan drastis. Orang akan kecewa,
jika berharap terlalu banyak pada dua figur ini.

Kalau SBY menang pun, semua Undang-undang dan
kebijakan penting harus lewat persetujuan DPR. Dan di
sana basis Partai Demokrat amat kecil. Akibatnya, SBY
harus berbaik-baik dan memberi konsesi pada kekuatan
riil yang menguasai DPR (PDI-P, Golkar, PKB, PPP,...)

Selain itu, kita tak penah dengar SBY punya pemikiran
radikal. Dalam bertindak pun ia ragu-ragu dan selalu
"main aman." Makanya, ia dipakai terus di semua
pemerintahan: Suharto, Habibie, Gus Dur, Mega...

Seandainya ada pilihan ketiga....


--- arizka warganegara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear All,
> 
> Saat ini ada du buah pemikiran besar dalam
> masyarakat
> kita mengenai pilihan pada putaran kedua, Pertama
> adalah orang-orang yang cenderung menginginkan
> perubahan dengan memilih SBY sebagai pilihannya yang
> kedua adalah masa Mega yang sangat fanatik dengan
> pemilih trdaisionalnya.
> 
> Ada dua asusmsi penting dalam pemilih pada putaran
> kedua yang akan berlangsung pada September ini:
> 
> 1. Pilihan Berdasar kepada kestabilan politik (Dg
> Asumsi Golkar,PDI-P, PPP dan PDS yang menguasai
> majority di parlemen) yang koalisi ini akan
> mendukung
> Mega sebagai jagonya. Kepada pemilih yang untuk
> cenderung memperhatikan aspek kestabilan politik
> maka
> Mega adalah pilihan untuk putaran kedua.
> 
> 2. Pilihan berdasar kepada Harapan baru (SBY
> walaupun
> kita semua belum mengetahui karakter serta kemampuan
> SBY untuk memperbaiki kondisi bangsa, akan tetapi
> buat
> sebagian pemilih yang ingin melihat adanya perubahan
> tentunya SBY akan menjadi pilihan mereka.. 
> 
> 
> Arizka
> Polsci
> Universiti Kebangsaan Malaysia
> 
> --- "Hendra Wijaya (Asian Agri)"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 20 Agustus 2004  17:32
> >
>
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html
> >
>
<http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html>
> > 
> > SUARA PEMBARUAN DAILY 
> >   _____  
> > 
> > 
> > Koalisi Besar Susah Berantas KKN
> > 
> > 
> > JAKARTA - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah
> > mengingatkan, koalisi besar
> > dari partai politik (parpol) yang besar akan
> membuat
> > pemerintahan menjadi
> > tambun dan akhirnya akan susah memberantas KKN.
> Hal
> > itu bisa terjadi karena
> > ketika akan menindak satu pihak yang melakukan
> KKN,
> > tidak mungkin
> > direalisasi karena yang terkena justru anggota
> yang
> > masuk dalam satu tim
> > koalisi tersebut. 
> > 
> > 
> > "Susah memberantas KKN, mau menyikut sedikit tidak
> > jadi karena yang terkena
> > teman koalisi, mau bertindak tegas gagal juga
> karena
> > yang akan ditindak
> > teman sendiri. Akan menyikat bersih satu kelompok,
> > eh nggak jadi karena yang
> > mau disikat tersebut teman sendiri. Sulit
> > memberantas KKN karena di samping
> > kiri, kanan, depan, belakang itu semuanya temen
> > sendiri sehingga nggak akan
> > bertindak apa-apa," kata Eep dalam diskusi yang
> > mengambil tema "Menimbang
> > Mega-SBY", di Jakarta, Kamis (19/8). 
> > 
> > 
> > Berkaitan dengan peluang antara SBY dan Megawati,
> > Eep menilai semuanya masih
> > sangat tergantung dari kerja kedua tim sukses
> mereka
> > untuk melaksanakan
> > program kerja menggalang dan memanfaatkan semua
> > peluang yang dimiliki
> > masing-masing kubu mulai sekarang hingga 20
> > September mendatang. Dalam waktu
> > yang tersisa inilah kepiawian masing-masing diuji.
> 
> > 
> > 
> > Memang, tambah Eep, kalau menghitung dengan
> > menggunakan perhitungan
> > statistik, maka permainan sudah selesai hari ini
> > dengan adanya koalisi
> > kebangsaan dari empat parpol, yaitu Partai Golkar,
> > Partai Demokrasi
> > Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan
> Pembangunan,
> > dan Partai Damai
> > Sejahtera. Dengan menjumlah perolehan suara dari
> > partai yang terlibat dalam
> > koalisi ini sudah tercapai lebih dari lima puluh
> > lima persen. Namun sekali
> > lagi ini bukanlah matematika sederhana, persoalan
> > ini jauh lebih rumit. 
> > 
> > 
> > Koalisi besar yang dijalin Megawati ini dapat
> > memperbesar mesin politik
> > partai, tetapi justru bisa menjadi senjata bagi
> SBY
> > untuk menghantam
> > Megawati. Hal itu terjadi karena dengan koalisi
> > besar ini masyarakat dapat
> > dibawa kembali ke masa lalu yaitu kembalinya
> > statusquo dan perlunya
> > perubahan. Jika SBY mampu dan berhasil mengelola
> isu
> > statusquo ini dengan
> > baik, bisa dipastikan itu akan dapat diterima
> > masyarakat dan SBY menjadi
> > presiden mendatang. "Namun bisa jadi sebaliknya,"
> > katanya. 
> > 
> > 
> > Berkaitan dengan Deklarasi Koalisi Kebangsaan,
> Ketua
> > GP Ansor Munawar Fuad
> > dalam diskusi yang mengambil tema "Kemana Suara NU
> > Menuju?" mengatakan, pada
> > Pemilu Presiden putaran pertama yang lalu,
> faktanya
> > di wilayah basis NU yang
> > ada di Jawa Timur, pasangan SBY-Kalla meraih
> > kemenangan. "Isu-isu yang
> > ditebar untuk mendiskreditkan SBY tidak mempan dan
> > sama sekali tidak
> > mempengaruhi pemilih NU," kata Fuad. 
> > 
> > 
> > Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Partai
> > Kebangkitan Bangsa,
> > Mohammad Mahfud MD mengatakan, pimpinan NU harus
> > hati-hati dan tidak perlu
> > ikut dalam politik praktis karena itu akan
> merugikan
> > NU sendiri untuk jangka
> > panjang. NU ini merupakan satu lembaga inspiratif
> > dan karena itu biarlah PKB
> > sebagai partainya orang NU menyerap aspirasi yang
> > ada di kalangan warga NU.
> > "Memang faktanya dalam pemilu yang lalu, banyak
> > suara warga NU yang memilih
> > SBY. Rakyat sekarang makin pintar dan mereka tidak
> > mudah dipengaruhi,"
> > katanya. (M-11)
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> 
> 
> 
>             
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter
> now.
> http://promotions.yahoo.com/goldrush
> 



            
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke