Dua-duanya -- Mega ataupun SBY --sulit diharapkan
untuk melakukan perubahan drastis. Orang akan kecewa,
jika berharap terlalu banyak pada dua figur ini.

Kalau SBY menang pun, semua Undang-undang dan
kebijakan penting harus lewat persetujuan DPR. Dan di
sana basis Partai Demokrat amat kecil. Akibatnya, SBY
harus berbaik-baik dan memberi konsesi pada kekuatan
riil yang menguasai DPR (PDI-P, Golkar, PKB, PPP,...)

Selain itu, kita tak penah dengar SBY punya pemikiran
radikal. Dalam bertindak pun ia ragu-ragu dan selalu
"main aman." Makanya, ia dipakai terus di semua
pemerintahan: Suharto, Habibie, Gus Dur, Mega...

Seandainya ada pilihan ketiga....


--- arizka warganegara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear All,
> 
> Saat ini ada du buah pemikiran besar dalam
> masyarakat
> kita mengenai pilihan pada putaran kedua, Pertama
> adalah orang-orang yang cenderung menginginkan
> perubahan dengan memilih SBY sebagai pilihannya yang
> kedua adalah masa Mega yang sangat fanatik dengan
> pemilih trdaisionalnya.
> 
> Ada dua asusmsi penting dalam pemilih pada putaran
> kedua yang akan berlangsung pada September ini:
> 
> 1. Pilihan Berdasar kepada kestabilan politik (Dg
> Asumsi Golkar,PDI-P, PPP dan PDS yang menguasai
> majority di parlemen) yang koalisi ini akan
> mendukung
> Mega sebagai jagonya. Kepada pemilih yang untuk
> cenderung memperhatikan aspek kestabilan politik
> maka
> Mega adalah pilihan untuk putaran kedua.
> 
> 2. Pilihan berdasar kepada Harapan baru (SBY
> walaupun
> kita semua belum mengetahui karakter serta kemampuan
> SBY untuk memperbaiki kondisi bangsa, akan tetapi
> buat
> sebagian pemilih yang ingin melihat adanya perubahan
> tentunya SBY akan menjadi pilihan mereka.. 
> 
> 
> Arizka
> Polsci
> Universiti Kebangsaan Malaysia
> 
> --- "Hendra Wijaya (Asian Agri)"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 20 Agustus 2004  17:32
> >
>
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html
> >
>
<http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html>
> > 
> > SUARA PEMBARUAN DAILY 
> >   _____  
> > 
> > 
> > Koalisi Besar Susah Berantas KKN
> > 
> > 
> > JAKARTA - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah
> > mengingatkan, koalisi besar
> > dari partai politik (parpol) yang besar akan
> membuat
> > pemerintahan menjadi
> > tambun dan akhirnya akan susah memberantas KKN.
> Hal
> > itu bisa terjadi karena
> > ketika akan menindak satu pihak yang melakukan
> KKN,
> > tidak mungkin
> > direalisasi karena yang terkena justru anggota
> yang
> > masuk dalam satu tim
> > koalisi tersebut. 
> > 
> > 
> > "Susah memberantas KKN, mau menyikut sedikit tidak
> > jadi karena yang terkena
> > teman koalisi, mau bertindak tegas gagal juga
> karena
> > yang akan ditindak
> > teman sendiri. Akan menyikat bersih satu kelompok,
> > eh nggak jadi karena yang
> > mau disikat tersebut teman sendiri. Sulit
> > memberantas KKN karena di samping
> > kiri, kanan, depan, belakang itu semuanya temen
> > sendiri sehingga nggak akan
> > bertindak apa-apa," kata Eep dalam diskusi yang
> > mengambil tema "Menimbang
> > Mega-SBY", di Jakarta, Kamis (19/8). 
> > 
> > 
> > Berkaitan dengan peluang antara SBY dan Megawati,
> > Eep menilai semuanya masih
> > sangat tergantung dari kerja kedua tim sukses
> mereka
> > untuk melaksanakan
> > program kerja menggalang dan memanfaatkan semua
> > peluang yang dimiliki
> > masing-masing kubu mulai sekarang hingga 20
> > September mendatang. Dalam waktu
> > yang tersisa inilah kepiawian masing-masing diuji.
> 
> > 
> > 
> > Memang, tambah Eep, kalau menghitung dengan
> > menggunakan perhitungan
> > statistik, maka permainan sudah selesai hari ini
> > dengan adanya koalisi
> > kebangsaan dari empat parpol, yaitu Partai Golkar,
> > Partai Demokrasi
> > Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan
> Pembangunan,
> > dan Partai Damai
> > Sejahtera. Dengan menjumlah perolehan suara dari
> > partai yang terlibat dalam
> > koalisi ini sudah tercapai lebih dari lima puluh
> > lima persen. Namun sekali
> > lagi ini bukanlah matematika sederhana, persoalan
> > ini jauh lebih rumit. 
> > 
> > 
> > Koalisi besar yang dijalin Megawati ini dapat
> > memperbesar mesin politik
> > partai, tetapi justru bisa menjadi senjata bagi
> SBY
> > untuk menghantam
> > Megawati. Hal itu terjadi karena dengan koalisi
> > besar ini masyarakat dapat
> > dibawa kembali ke masa lalu yaitu kembalinya
> > statusquo dan perlunya
> > perubahan. Jika SBY mampu dan berhasil mengelola
> isu
> > statusquo ini dengan
> > baik, bisa dipastikan itu akan dapat diterima
> > masyarakat dan SBY menjadi
> > presiden mendatang. "Namun bisa jadi sebaliknya,"
> > katanya. 
> > 
> > 
> > Berkaitan dengan Deklarasi Koalisi Kebangsaan,
> Ketua
> > GP Ansor Munawar Fuad
> > dalam diskusi yang mengambil tema "Kemana Suara NU
> > Menuju?" mengatakan, pada
> > Pemilu Presiden putaran pertama yang lalu,
> faktanya
> > di wilayah basis NU yang
> > ada di Jawa Timur, pasangan SBY-Kalla meraih
> > kemenangan. "Isu-isu yang
> > ditebar untuk mendiskreditkan SBY tidak mempan dan
> > sama sekali tidak
> > mempengaruhi pemilih NU," kata Fuad. 
> > 
> > 
> > Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Partai
> > Kebangkitan Bangsa,
> > Mohammad Mahfud MD mengatakan, pimpinan NU harus
> > hati-hati dan tidak perlu
> > ikut dalam politik praktis karena itu akan
> merugikan
> > NU sendiri untuk jangka
> > panjang. NU ini merupakan satu lembaga inspiratif
> > dan karena itu biarlah PKB
> > sebagai partainya orang NU menyerap aspirasi yang
> > ada di kalangan warga NU.
> > "Memang faktanya dalam pemilu yang lalu, banyak
> > suara warga NU yang memilih
> > SBY. Rakyat sekarang makin pintar dan mereka tidak
> > mudah dipengaruhi,"
> > katanya. (M-11)
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> 
> 
> 
>               
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter
> now.
> http://promotions.yahoo.com/goldrush
> 



                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke