Dear All,

Saat ini ada du buah pemikiran besar dalam masyarakat
kita mengenai pilihan pada putaran kedua, Pertama
adalah orang-orang yang cenderung menginginkan
perubahan dengan memilih SBY sebagai pilihannya yang
kedua adalah masa Mega yang sangat fanatik dengan
pemilih trdaisionalnya.

Ada dua asusmsi penting dalam pemilih pada putaran
kedua yang akan berlangsung pada September ini:

1. Pilihan Berdasar kepada kestabilan politik (Dg
Asumsi Golkar,PDI-P, PPP dan PDS yang menguasai
majority di parlemen) yang koalisi ini akan mendukung
Mega sebagai jagonya. Kepada pemilih yang untuk
cenderung memperhatikan aspek kestabilan politik maka
Mega adalah pilihan untuk putaran kedua.

2. Pilihan berdasar kepada Harapan baru (SBY walaupun
kita semua belum mengetahui karakter serta kemampuan
SBY untuk memperbaiki kondisi bangsa, akan tetapi buat
sebagian pemilih yang ingin melihat adanya perubahan
tentunya SBY akan menjadi pilihan mereka.. 


Arizka
Polsci
Universiti Kebangsaan Malaysia

--- "Hendra Wijaya (Asian Agri)"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 20 Agustus 2004  17:32
>
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html
>
<http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html>
> 
> SUARA PEMBARUAN DAILY 
>   _____  
> 
> 
> Koalisi Besar Susah Berantas KKN
> 
> 
> JAKARTA - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah
> mengingatkan, koalisi besar
> dari partai politik (parpol) yang besar akan membuat
> pemerintahan menjadi
> tambun dan akhirnya akan susah memberantas KKN. Hal
> itu bisa terjadi karena
> ketika akan menindak satu pihak yang melakukan KKN,
> tidak mungkin
> direalisasi karena yang terkena justru anggota yang
> masuk dalam satu tim
> koalisi tersebut. 
> 
> 
> "Susah memberantas KKN, mau menyikut sedikit tidak
> jadi karena yang terkena
> teman koalisi, mau bertindak tegas gagal juga karena
> yang akan ditindak
> teman sendiri. Akan menyikat bersih satu kelompok,
> eh nggak jadi karena yang
> mau disikat tersebut teman sendiri. Sulit
> memberantas KKN karena di samping
> kiri, kanan, depan, belakang itu semuanya temen
> sendiri sehingga nggak akan
> bertindak apa-apa," kata Eep dalam diskusi yang
> mengambil tema "Menimbang
> Mega-SBY", di Jakarta, Kamis (19/8). 
> 
> 
> Berkaitan dengan peluang antara SBY dan Megawati,
> Eep menilai semuanya masih
> sangat tergantung dari kerja kedua tim sukses mereka
> untuk melaksanakan
> program kerja menggalang dan memanfaatkan semua
> peluang yang dimiliki
> masing-masing kubu mulai sekarang hingga 20
> September mendatang. Dalam waktu
> yang tersisa inilah kepiawian masing-masing diuji. 
> 
> 
> Memang, tambah Eep, kalau menghitung dengan
> menggunakan perhitungan
> statistik, maka permainan sudah selesai hari ini
> dengan adanya koalisi
> kebangsaan dari empat parpol, yaitu Partai Golkar,
> Partai Demokrasi
> Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan,
> dan Partai Damai
> Sejahtera. Dengan menjumlah perolehan suara dari
> partai yang terlibat dalam
> koalisi ini sudah tercapai lebih dari lima puluh
> lima persen. Namun sekali
> lagi ini bukanlah matematika sederhana, persoalan
> ini jauh lebih rumit. 
> 
> 
> Koalisi besar yang dijalin Megawati ini dapat
> memperbesar mesin politik
> partai, tetapi justru bisa menjadi senjata bagi SBY
> untuk menghantam
> Megawati. Hal itu terjadi karena dengan koalisi
> besar ini masyarakat dapat
> dibawa kembali ke masa lalu yaitu kembalinya
> statusquo dan perlunya
> perubahan. Jika SBY mampu dan berhasil mengelola isu
> statusquo ini dengan
> baik, bisa dipastikan itu akan dapat diterima
> masyarakat dan SBY menjadi
> presiden mendatang. "Namun bisa jadi sebaliknya,"
> katanya. 
> 
> 
> Berkaitan dengan Deklarasi Koalisi Kebangsaan, Ketua
> GP Ansor Munawar Fuad
> dalam diskusi yang mengambil tema "Kemana Suara NU
> Menuju?" mengatakan, pada
> Pemilu Presiden putaran pertama yang lalu, faktanya
> di wilayah basis NU yang
> ada di Jawa Timur, pasangan SBY-Kalla meraih
> kemenangan. "Isu-isu yang
> ditebar untuk mendiskreditkan SBY tidak mempan dan
> sama sekali tidak
> mempengaruhi pemilih NU," kata Fuad. 
> 
> 
> Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Partai
> Kebangkitan Bangsa,
> Mohammad Mahfud MD mengatakan, pimpinan NU harus
> hati-hati dan tidak perlu
> ikut dalam politik praktis karena itu akan merugikan
> NU sendiri untuk jangka
> panjang. NU ini merupakan satu lembaga inspiratif
> dan karena itu biarlah PKB
> sebagai partainya orang NU menyerap aspirasi yang
> ada di kalangan warga NU.
> "Memang faktanya dalam pemilu yang lalu, banyak
> suara warga NU yang memilih
> SBY. Rakyat sekarang makin pintar dan mereka tidak
> mudah dipengaruhi,"
> katanya. (M-11)
> 
>  
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke