www.sriti.com   update
 

 

Go Ask Alice! 
Judul buku: Go Ask Alice 
Penulis: Anonim 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 187 halaman 

PENGANTAR REDAKSI 

Kami mendapatkan naskah dari seorang remaja, usia masih 19 tahun, bekerja di salah 
satu toko buku di Jakarta. Ia yang lebih mendalami dunia gambar, komik, dan ilutrasi 
mencoba berbagi rasa dengan tulisannya ini. Karena ada seorang temannya yang menemui 
ajal karena over dosis, dia lalu membaca buku Go Ask Alice. Dengan proses edit yang 
lumayan �keras� kami mencoba membuat tulisannya sesuai dengan umurnya, namun masih 
bisa dibaca oleh pembaca Sriti.com 

Akhir kata, kami mengucapkan, selamat membaca. *** Tim Sriti.com 


*** 

Belum ada angka yang pasti, berapa jumlah nyata remaja korban obat-obatan terlarang 
ini di Indonesia. Fenomena gunung es nya itu emang bisa bikin kita terkejut, kalau 
data dari Yayasan Cinta Anak bangsa yang menyatakan, kota Yogya sebagai kota terbesar 
yang remajanya sebagai pecandu. Nyatanya Kota 
Pelajar itu membuat kita berhenti tertawa dengan ungkapan tadi di atas. 

Buat apa sih, kita bersusah payah baca diary seseorang yang tidak kita kenal. Untuk 
apa juga penerbit, mau maunya nyetak buku yang isinya cuman catatan harian doang? 
Emangnya dia itu Anne Frank, anak Yahudi yang punya diary yang jadi sumber sejarah? 
Who is Alice, anyway? 

Well, Alice could be anyone, could be somebody (as) you know. Buku ini jadi sangat 
menariknya karena Alice itu bukanlah siapa-siapa. Nyantumin diri sebagai anonim, bikin 
buku ini jadi buku superstar menjelang masuknya milenium baru kemaren. 

Buku yang kita bahas ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka 
Utama, dari buku aslinya, Go Ask Alice. Lalu ditambahin embel-embel taglines : �Buku 
Harian Seorang Remaja Pecandu Narkoba� plus anak kalimat �sebuah kisah nyata� yang 
terkesan bombastik. 

Oke, lah, saatnya kita berkenalan dengan penulis buku harian ini. Siapapun namanya, 
dia adalah remaja, yang genap berusia 15 tahun pada tanggal 20 September. Punya orang 
tua yang sejahtera, yang sangat mengasihinya, punya rumah yang bagus, hampir tak ada 
celah untuk bilang: dia tidak bahagia. 

Itu di bagian luarnya saja. Selintas, temannya banyak, kadang masih bisa berkumpul 
dengan teman di sebuah pesta sekolah, nyaris seperti layaknya remaja kebanyakan lah! 
Tapi, sebenarnya dia sangat tertekan, penyendiri, sulit untuk mengendalikan diri, 
hingga ke soal kecil asmaranya dengan Roger yang akhirnya menyebabkan dia terjangkit 
penyakit self-destructive romance. 

Pokonya, yang terjadi di dalem lebih kompleks ketimbang gayanya yang terkesan remaja 
yang anteng. 

Dari bahasanya, buku ini ditulis oleh remaja yang aslinya periang. Lalu, ngerambat ke 
dalam isinya, lembar demi lembar, bisa bikin merinding. Ketika dia depresi berat, 
dirawat karena pengaruh lysergic acid diethylamide (LSD) di rumahsakit ketergantungan 
obat, dia menulisnya tanpa tanggal yang tak tertera. ��Aku masih suka dihantui cacing 
cacing, tapi aku sedang mencoba mengendalikan diri�.. Kadang-kadang mereka begitu 
nyata, bahkan aku merasakan kehangatan dan licin tubuh mereka yang lembek dan 
gendut�.dan setiap kali hidung atau salah satu bekas lukaku terasa gatal, aku mesti 
berusaha keras menahan diri supaya tidak menjerit-jerit minta pertolongan�� (hal 149) 

Kehancuran fisik akibat pengaruh obat-obatan bukan hanya merontokkan rambutnya. 
Rautnya yang dulu ceria menjadi sembam, kerontokan gigi, dan silahkan baca sendiri 
sejumlah akibat lainnya, pasti merinding! Asliii!! 

Buku ini jadi lebih menarik lagi karena isinya hanyalah sebuah diary. Emosi si 
penulisnya masuk ke dalam tuturan bahasanya. Kebimbangan saat baru saja menolak 
tawaran teman dengan, �Ah, tidak terimaksih,� itu dilanjutkan dengan rasa penasaran 
khas remaja banget, dan sejumlah dilema seputar pergaulan dan lingkungan. Tanpa maksud 
menggurui, buku yang tidak mencantumkan nama asli, tahun kejadian, dan tempat yang 
spesifik diganti, atau disamarkan itu, membuat kita dekat dengan jalan ceritanya. 
Jujur, apa adanya, dan kena! 

Saat dia bertahan, dan jatuh lagi kejurang yang sama, dan jatuh lagi, diary inilah 
yang jadi peri pelindungnya. Buku setebal 187 halaman ini mencatat bagaimana dia 
bertahan, dan tetap bisa berdialog dengan dirinya 
sendiri, agar tetap punya semangat untuk hidup. Dia meninggal dunia, setelah tiga 
minggu berhenti menulis diary bertanggal 21 September. 

�Dulu kupikir aku akan membeli buku harian lain setelah kamu penuh, atau bahwa 
sepanjang hidupku aku akan selalu menulis di buku harian. Tapi, sekarang rasanya aku 
tidak ingin lagi�.� Tulisnya terakhir kali. Buat saya, Go Ask Alice, the fabulous 
book. *** Fajar Riyanto 

 

 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Now with 25x more storage than before!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke