saya pikir extremis itu adalah predikat yang disandangkan kepada
orang-orang yang berjuang demi kemerdekaan negaranya sebagai shock therapy-lah, agar orang lain tidak ikut-ikutan dengan gerakan mereka. hanya orang-orang berani saja yang sanggup untuk menyandang predikat tersebut, jadi beda dengan teroris. teroris adalah predikat sekarang yang disandangkan kepada sekolompok orang yang tidak berdaya yang menggunakan rakyat yang tidak bersalah sebagai tameng dan alat untuk menuju kepada keinginan mereka. jadi digunakanlah cara-cara yang dapat menyayat hati orang yang seharusnya dilindungi oleh pemegang kekuasaan atau yang mempunyai power yang lebih tinggi. walaupun misalnya saya menyebutkan teroris, itu tentu kalau saya berada pada posisi yang berseberangan, tentu para pejuang itu karena keberanian mereka mempertaruhkan nyawa bagi kita orang yang dibela dan dipertahankan existensinya akan menyebut mereka sebagai pahlawan. ada dua sisi dalam menilai predikat yang disandang oleh seseorang yang sebagai teroris oleh yang merasa dirugikan dan sebagai pahlawan bagi yang diuntungkan. bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan teror atau dengan cara menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan yang diinginkan oleh pembuat teror. karena selama ini yang terjadi di indonesia, teror-teror bom yang terjadi tidak pernah tuntas, karena kita hanya mencari siapa pelaku dan tidak pernah mengetahui pesan apa sih yang diinginkan oleh pembuat teror tersebut, jadi aneh khan ..... mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang disandera oleh teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati kepada penyanderanya, ini adalah fenomena tentang bagaimana suatu kelompok orang yang menginginkan kebebasan dan eksistensi mereka dalam perannya di masa globalisasi ini. intinya adalah existensi kita sebagai warga masyarakat sebenarnya berdiri di atas arena dimana banyak pertarungan yang berkecamuk, dan berdiri sebagai pengamat yang belajar dari kondisi yang ada yang kita tidak tahu kapan teror itu akan terjadi lagi dan bisa juga menimpa orang-orang yang di sekitar kita. kita berdiri di tengah-tengah banyaknya kepentingan dari berbagai kelompok, jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar tidak terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia. salam yustam Hehh mas Yustam, jangan katakan pahlawan kemerdekaan RI dizaman revolusi itu teroris. Pasti anda, seperti saya dan teman2 disini banyak mempunyai paman dan saudara2 yang gugur dalam perlawanan revolusi. Mari kita kenang dengan tenang, mas Yustam. Dari kisah paman2 saya yang survive revolusi, baik dari TP (Tentara Pelajar), BKR (Badan kemanan Rakyat) maupun Siliwangi, tak ada aksi2 yang direahkan pada penduduk sipil, baik Indonesia maupun warga Belanda. Mereka serang convooi militer, gudang senjata, patroli. Belandalah yang menzalimi penduduk sipil kita. Ingat perang di Surabaya, tak ada penduduk sipil yang kena aksi pemuda2 kita. Malah jendral Inggris yang mati tertembak. Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang: sengaja anak2 dan wanita dijadikan sandra. Anak2 sekolah mati diledakan bom di Atocha, Madrid tahun lalu. Apa salah mereka? mereka tidak dalam keadaan perang, dan orang2 sipil seharusnya dibawah perlindungan konvensi Jenewa. Lalu dua pembantu sosial di Irak dari Italia, yang datang dengan misi baik, malah disandra dan diancam dibunuh. Apa salah supir2 asal Nepal, yang datang jauh ke Irak dari desa mereka dipegunungan Hilamalya untuk mencari sesuap nasi? RM D Hadinoto ______________________________________________________________ Disclaimer : This email and any file transmitted with it are confidential and are intended solely for the use of the individual or entity whom they are addressed, if you are not the original recipient, please delete it from your system. Any views or opinions expressed in this email are those of the author only. ______________________________________________________________ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

