Hehh mas Yustam, jangan katakan pahlawan kemerdekaan RI dizaman 
revolusi itu teroris. Pasti anda, seperti saya dan teman2 disini 
banyak mempunyai paman dan saudara2 yang gugur dalam perlawanan 
revolusi.

Mari kita kenang dengan tenang, mas Yustam. Dari kisah paman2 saya 
yang survive revolusi, baik dari TP (Tentara Pelajar), BKR (Badan 
kemanan Rakyat) maupun Siliwangi, tak ada aksi2 yang direahkan pada 
penduduk sipil, baik Indonesia maupun warga Belanda.

Mereka serang convooi militer, gudang senjata, patroli. Belandalah 
yang menzalimi penduduk sipil kita. Ingat perang di Surabaya, tak ada 
penduduk sipil yang kena aksi pemuda2 kita. Malah jendral Inggris 
yang mati tertembak.

Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang: sengaja anak2 dan wanita 
dijadikan sandra. Anak2 sekolah mati diledakan bom di Atocha, Madrid 
tahun lalu. Apa salah mereka? mereka tidak dalam keadaan perang, dan 
orang2 sipil seharusnya dibawah perlindungan konvensi Jenewa. Lalu 
dua pembantu sosial di Irak dari Italia, yang datang dengan misi 
baik, malah disandra dan diancam dibunuh. Apa salah supir2 asal 
Nepal, yang datang jauh ke Irak dari desa mereka dipegunungan 
Hilamalya untuk mencari sesuap nasi?

RM D Hadinoto



--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> memang begitulah bangsa yang sering membuat teror, PM nya aja di 
teror,
> padahal niatnya baik,  yah begitulah  kalau namanya yahudi   pasti 
ada
> extrimis-extremis pembuat teror, dan mereka adalah teroris yang 
sebenarnya.
> 
> beda khan  dengan extremis sebutan penjajah yang ingin memerdekakan
> diri dari belenggu penjajah seperti di indonesia. tujuannya benar-
benar
> suci.
> 
> tanah yang diperebutkan oleh israel sebenarnya buat expansi usaha-
usaha
> para pengusaha yahudi  dengan mengorbankan rakyat palestina, dengan
> cara-cara teror, membom rumah-rumah penduduk sipil yang tak 
bersalah.
> coba lihat aja bagaimana mereka membuat dinding pemisah, di mana 
sebenarnya
> jumlah pekerja yang terbanyak adalah rakyat palestina.
> 
> itulah dilemah antara israel dan palestina dalam mempertahankan dan 
merebut
> tanah sebagai biang sengketa. dimana agama di bawa-bawa yang tidak 
ada
> hubungan apapun dengan sengketa mereka.
> 
> 
> salam
> Yustam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Memang kasihan si Patokaan eh sorry Sharon ini. Disana ditembaki
> mortir orang Palestina, dari sini diancam dibunuh orang Israel yang
> fundamentalis.
> 
> Dijepit kaum fundamentalis sedunia. Ini nasib Sharon. Atau nasib 
kita
> semua ya?
> 
> Salam
> 
> RM D Hadinoto
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > 14.09.2004
> >
> > Situasi dalam negeri Israel memanas
> >
> > Oleh: Peter Phillip
> >
> > Pemukim Yahudi radikal, menentang pengosongan Jalur
> > Gaza. PM Ariel Sharon memperingatkan pecahnya perang
> > saudara. Sementara rencana penarikan Israel dari Jalur
> > Gaza, samasekali tidak dibicarakan dengan pihak yang
> > paling berkepentingan, yakni pemerintah Palestina.
> >
> > Menimbang meningkatnya perlawanan, menentang rencana
> > pemerintah Israel, untuk mundur dari jalur Gaza, PM
> > Israel, Ariel Sharon hari Minggu lalu memperingatkan
> > kemungkinan pecahnya perang saudara. Sharon dengan
> > marah mengatakan, provokasi terhadap tentara Israel
> > harus dihentikan. Tanpa terpengaruh demonstrasi
> > puluhan ribu pemukim Yahudi radikal, pemerintah Israel
> > mengumumkan, pembayaran gantirugi bagi para pemukim di
> > Jalur Gaza, akan mulai dibayarkan minggu depan.
> >
> > PM Israel, Ariel Sharon bereaksi marah, menanggapi
> > perlawanan para pemukim Yahudi. Dalam sidang kabinet
> > hari Minggu lalu, ia bahkan sampai menggebrak meja.
> > Kini, kemarahan Sharon tidak ditujukan kepada warga
> > Palestina, atau kepada kelompok pro-perdamaian, atau
> > kepada PBB yang dibencinya. Melainkan kepada para
> > pemimpin pemukim Yahudi, yang sebelumnya mendukungnya
> > menjadi PM. Para pemukim Yahudi radikal, telah
> > mengancam, akan melawan dengan kekerasan, jika tentara
> > Israel diperintahkan mengosongkan pemukiman di Jalur
> > Gaza. Juga para pimpinan pemukim Yahudi, mengimbau
> > tentara, untuk menolak perintah pembongkaran.
> >
> > Menanggapi ancaman para pemukim Yahudi radikal itu, PM
> > Ariel Sharon menyerukan kepada menteri pertahanan dan
> > menteri kepolisian serta menteri-menetrei lain di
> > kabinetnya, agar melakukan langkah penaggulangan yang
> > diperlukan. Militer harus dicegah jangan sampai
> > terjerumus ke dalam permainan kotor ini, kata Sharon.
> > Di sisi lainnya, kelompok oposisi mengecam keras
> > pernyataan Sharon, mengenai kemungkinan pecahnya
> > perang saudara. Anggota parlemen Israel-Knesset dari
> > partai Meretz yang berhaluan kiri, Jossi Sarid
> > mengatakan, Sharon harus ekstra hati-hati memilih
> > kata-katanya. Sebab yang dikatakan bukan pertengkaran
> > antar saudara, melainkan perang saudara. Barangsiapa
> > mengancam polisi dan tentara, tentu tidak boleh
> > dianggap saudara. Juga harus diperjelas, barangsiapa
> > mengancam mengobarkan perang saudara, berarti
> > mempercepat runtuhnya negara.
> >
> > Di sisi lainnya, partai religius ?nasionalis yang
> > merupakan corong pemukim Yahudi di parlemen,
> > mengajukan dilakukannya referendum, menyangkut
> > penarikan mundur dari Jalur Gaza. Namun pakar hukum
> > Mosche Nekbi mengatakan, referendum dalam masalah ini,
> > ibaratnya menuangkan minyak ke api kampanye hasutan.
> > Juga referendum berarti tidak lagi mempercayai
> > pemerintah dan parlemen, dapat menarik keputusan dalam
> > masalah tsb.
> >
> > Walaupun sengketa masih berkobar, namun pemerintah
> > Israel hari Senin mengumumkan, pekan depan akan mulai
> > membayarkan ganti rugi, bagi para pemukim Yahudi yang
> > secara sukarela meninggalkan pemukimannya di Jalur
> > Gaza. Jumlah gantiruginya antara 200.000 sampai
> > 500.000 Dolar per keluarga. Sejauh ini para menteri
> > tetap merahasiakan persyaratan pembayaran
> > gantiruginya. Namun pimpinan kelompok pemukim Yahudi,
> > Pinchas Wallerstein mengatakan, tawaran itu merupakan
> > bagian dari perang urat saraf Sharon, untuk memaksa
> > pemukim pergi. Disebutkannya, ini merupakan politik
> > sogokan yang anti demokrasi. Kelompok Yahudi radikal,
> > juga memaki Sharon sebagai diktator. Dalam rencana
> > penarikan Israel dari Jalur Gaza, pemerintah Palestina
> > juga samasekali tidak dilibatkan.
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> This email and any file transmitted with it are confidential and are
> intended solely for the use of the individual or entity whom they 
are
> addressed, if you are not the original recipient, please delete it
> from your system. Any views or opinions expressed in this email are
> those of the author only.
> ______________________________________________________________



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke