Lha ya satu satu dong mas Riadi. Ini themanya kan?
a) Korban sandra yang lama2 sympati. Lha wong2 Nepal wis kesusu dibeleh (disembelih) karo wong Irak kok, mau diharapin sympati. Gimana to? b) Yang penting "pesan penterror". lho, kalo rumah saya diteror, ya saya usahakan untuk pembalasan menurut hukum, panggil pak polisi, tidak mau cari pesan yang ditinggalkan penteror. Kalau anda gimana? c) bahwa penteror adalah gagah berani. saya katakan, lho gimana to? Bunuhin anak2 kecil di Beslan dan wanita serta anak sekolah distasiun Atocha kok dibilang gagah berani. gagah berani itu pejuang kemerdekaan kita dulu, menghadang pasukan KNIL! Iya kan? kalau mau buka thema baru, ya monggo, tapi jangan nyambung ke thema yang gak bersambungan, nanti gak karu2an.. Dan, mohon mas, kritis juga terhadap kawan seagama, jangan mati2an menutup mata lalu mbela. Sing salah yo salah. Wis. Nyuwun ngapuro karo Gusti. Suharto yo wong Jowo, tapi salah gede. Yo wis salah, ngono wae. Salam RM D Hadinoto --- In [EMAIL PROTECTED], "Mohammad-Riyadi Tampubolon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kok tidak menyinggung penderitaan orang-orang di Bosnia, Checnya, Yerussalem > juga korban akuisisi > > -----Original Message----- > From: rm_danardono [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, September 15, 2004 6:59 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [ppiindia] Re: Situasi dalam negeri Israel memanas > > > > >>>>>>mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang > disandera oleh teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati > kepada penyanderanya,....<<<<<<<<< > > Entah ya. Para supir asal Nepal yang hanya cari sesuap nasi lalu > dipenggal kepala seolah hewan, belum sempat mereka mencintai > pembunuhnya. Sympati? > > >>>>>>>> bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan > teror atau dengan cara menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan > yang diinginkan oleh pembuat teror...<<<<<<<< > > Hmmm, kalau ada sekelompok penjahat yang menebas kepala ayah anda, > lalu polisi datang (terlambat seperti biasa), lalu bertanya pada ibu > anda: "Apa ya pesan bapak2 tadi sebelum memenggal kepala suami anda?" > Apa kata anda atau ibu anda? Mau jawabnya? Tanyakanlah pada ibu2 dari > anak2 yang mati di stasiun Atocha di Madrid! > > Tak ada satu kepala negarapun dari Uni Europa, tidak Jerman, tidak > Perancis, tidak Spanyol, apalagi Inggris, yang akan manggut2 > mendengar kalimat anda. Jawaban mereka adalah, mempersiapkan team > anti terror yang canggih, mempersiapkan undang undang anti terror > yang lebih ketat, menjaga tapal batas negara lebih effektif agar tak > kebobolan...dan menghukum se-keras2nya para penteror yang tertangkap > (kalau tidak keburu diberondong). > > Anda bicara tentang "keberanian". Keberanian apa itu menyandra anak2? > Menyandra wanita? Siapa juga bisa. Berani adalah melawan kesatuan2 > bersenjata lawan secara frontal. Ini definisi baru dari "keberanian" > rupanya?. > > >>>>>>>jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar > tidak terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa > kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia.<<<<<< > > > Haaaahhh? kemanusiaan yang diperjuangkan melalui ketidakmanusiaan? > How possible? dalam agama apa ini dibenarkan? Anda percaya, terorist2 > ini at the end akan menang? Ini semua terjadi karena keteledoran > negara2 barat yang terlalu percaya diri, bahwa di negara2 mereka tak > mungkin terjadi apa2. Tetapi, mulai 911 mereka terbangun (walau > dengan kaget), dan mulai mempersenjatai diri. > > Serangan terhadap Pearl Harbour terjadi dahulu, karena USA lengah dan > terlalu percaya diri, bumi mereka takkan mungkin terserang, lalu > kebobolan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka memobilisasi kekuatan, > menyerang balik, dan menggenjotkan bom atom! > > Saya hidup ditengah measyarakat Uni Europa, I know what I say, > friend. Sekarangpun sudah sulit sekali masuk Austria, Jerman, Inggris > dari Indonesia. > > RM D Hadinoto > > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > saya pikir extremis itu adalah predikat yang disandangkan kepada > > orang-orang yang > > berjuang demi kemerdekaan negaranya sebagai shock therapy-lah, agar > orang > > lain > > tidak ikut-ikutan dengan gerakan mereka. hanya orang-orang berani > saja > > yang sanggup > > untuk menyandang predikat tersebut, jadi beda dengan teroris. > teroris > > adalah predikat > > sekarang yang disandangkan kepada sekolompok orang yang tidak > berdaya yang > > menggunakan rakyat yang tidak bersalah sebagai tameng dan alat > untuk menuju > > kepada keinginan mereka. jadi digunakanlah cara-cara yang dapat > menyayat > > hati > > orang yang seharusnya dilindungi oleh pemegang kekuasaan atau yang > > mempunyai > > power yang lebih tinggi. > > > > walaupun misalnya saya menyebutkan teroris, itu tentu kalau saya > berada > > pada posisi > > yang berseberangan, tentu para pejuang itu karena keberanian mereka > > mempertaruhkan > > nyawa bagi kita orang yang dibela dan dipertahankan existensinya > akan > > menyebut mereka > > sebagai pahlawan. ada dua sisi dalam menilai predikat yang > disandang > > oleh seseorang > > yang sebagai teroris oleh yang merasa dirugikan dan sebagai > pahlawan bagi > > yang > > diuntungkan. > > > > bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan teror > atau > > dengan cara > > menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan yang diinginkan oleh > pembuat > > teror. > > karena selama ini yang terjadi di indonesia, teror-teror bom yang > terjadi > > tidak pernah > > tuntas, karena kita hanya mencari siapa pelaku dan tidak pernah > mengetahui > > pesan apa sih yang diinginkan oleh pembuat teror tersebut, jadi > aneh khan > > ..... > > > > mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang disandera > oleh > > teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati kepada > penyanderanya, > > ini adalah fenomena tentang bagaimana suatu kelompok orang yang > > menginginkan > > kebebasan dan eksistensi mereka dalam perannya di masa globalisasi > ini. > > intinya adalah existensi > > > > kita sebagai warga masyarakat sebenarnya berdiri di atas arena > dimana > > banyak pertarungan yang berkecamuk, dan berdiri sebagai pengamat > > yang belajar dari kondisi yang ada yang kita tidak tahu kapan teror > itu > > akan terjadi lagi dan bisa juga menimpa orang-orang yang di sekitar > kita. > > kita berdiri di tengah-tengah banyaknya kepentingan dari berbagai > kelompok, > > jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar tidak > > terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa > > kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia. > > > > salam > > yustam > > > > > > > > > > > > > > > > Hehh mas Yustam, jangan katakan pahlawan kemerdekaan RI dizaman > > revolusi itu teroris. Pasti anda, seperti saya dan teman2 disini > > banyak mempunyai paman dan saudara2 yang gugur dalam perlawanan > > revolusi. > > > > Mari kita kenang dengan tenang, mas Yustam. Dari kisah paman2 saya > > yang survive revolusi, baik dari TP (Tentara Pelajar), BKR (Badan > > kemanan Rakyat) maupun Siliwangi, tak ada aksi2 yang direahkan pada > > penduduk sipil, baik Indonesia maupun warga Belanda. > > > > Mereka serang convooi militer, gudang senjata, patroli. Belandalah > > yang menzalimi penduduk sipil kita. Ingat perang di Surabaya, tak > ada > > penduduk sipil yang kena aksi pemuda2 kita. Malah jendral Inggris > > yang mati tertembak. > > > > Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang: sengaja anak2 dan > wanita > > dijadikan sandra. Anak2 sekolah mati diledakan bom di Atocha, Madrid > > tahun lalu. Apa salah mereka? mereka tidak dalam keadaan perang, dan > > orang2 sipil seharusnya dibawah perlindungan konvensi Jenewa. Lalu > > dua pembantu sosial di Irak dari Italia, yang datang dengan misi > > baik, malah disandra dan diancam dibunuh. Apa salah supir2 asal > > Nepal, yang datang jauh ke Irak dari desa mereka dipegunungan > > Hilamalya untuk mencari sesuap nasi? > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________ > > > > Disclaimer : > > This email and any file transmitted with it are confidential and are > > intended solely for the use of the individual or entity whom they > are > > addressed, if you are not the original recipient, please delete it > > from your system. Any views or opinions expressed in this email are > > those of the author only. > > ______________________________________________________________ > > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

