>>>>>>mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang 
disandera oleh teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati 
kepada penyanderanya,....<<<<<<<<<

Entah ya. Para supir asal Nepal yang hanya cari sesuap nasi lalu 
dipenggal kepala seolah hewan, belum sempat mereka mencintai 
pembunuhnya. Sympati?

>>>>>>>> bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan 
teror atau dengan cara menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan 
yang diinginkan oleh pembuat teror...<<<<<<<<

Hmmm, kalau ada sekelompok penjahat yang menebas kepala ayah anda, 
lalu polisi datang (terlambat seperti biasa), lalu bertanya pada ibu 
anda: "Apa ya pesan bapak2 tadi sebelum memenggal kepala suami anda?" 
Apa kata anda atau ibu anda? Mau jawabnya? Tanyakanlah pada ibu2 dari 
anak2 yang mati di stasiun Atocha di Madrid!

Tak ada satu kepala negarapun dari Uni Europa, tidak Jerman, tidak 
Perancis, tidak Spanyol, apalagi Inggris, yang akan manggut2 
mendengar kalimat anda. Jawaban mereka adalah, mempersiapkan team 
anti terror yang canggih, mempersiapkan undang undang anti terror 
yang lebih ketat, menjaga tapal batas negara lebih effektif agar tak 
kebobolan...dan menghukum se-keras2nya para penteror yang tertangkap 
(kalau tidak keburu diberondong).

Anda bicara tentang "keberanian". Keberanian apa itu menyandra anak2? 
Menyandra wanita? Siapa juga bisa. Berani adalah melawan kesatuan2 
bersenjata lawan secara frontal. Ini definisi baru dari "keberanian" 
rupanya?.

>>>>>>>jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar  
tidak terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa
kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia.<<<<<<


Haaaahhh? kemanusiaan yang diperjuangkan melalui ketidakmanusiaan? 
How possible? dalam agama apa ini dibenarkan? Anda percaya, terorist2 
ini at the end akan menang? Ini semua terjadi karena keteledoran 
negara2 barat yang terlalu percaya diri, bahwa di negara2 mereka tak 
mungkin terjadi apa2. Tetapi, mulai 911 mereka terbangun (walau 
dengan kaget), dan mulai mempersenjatai diri.

Serangan terhadap Pearl Harbour terjadi dahulu, karena USA lengah dan 
terlalu percaya diri, bumi mereka takkan mungkin terserang, lalu 
kebobolan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka memobilisasi kekuatan, 
menyerang balik, dan menggenjotkan bom atom!

Saya hidup ditengah measyarakat Uni Europa, I know what I say, 
friend. Sekarangpun sudah sulit sekali masuk Austria, Jerman, Inggris 
dari Indonesia.

RM D Hadinoto
 



RM D Hadinoto







--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> saya pikir extremis itu adalah predikat yang disandangkan kepada
> orang-orang yang
> berjuang demi kemerdekaan negaranya sebagai shock therapy-lah, agar 
orang
> lain
> tidak ikut-ikutan dengan gerakan mereka.  hanya orang-orang berani 
saja
> yang sanggup
> untuk menyandang predikat tersebut, jadi beda dengan teroris.  
teroris
> adalah predikat
> sekarang yang disandangkan kepada sekolompok orang yang tidak 
berdaya yang
> menggunakan rakyat yang tidak bersalah sebagai tameng dan alat 
untuk menuju
> kepada keinginan mereka.  jadi digunakanlah cara-cara yang dapat 
menyayat
> hati
> orang yang seharusnya dilindungi oleh pemegang kekuasaan atau yang
> mempunyai
> power yang lebih tinggi.
> 
> walaupun misalnya saya menyebutkan teroris, itu tentu kalau saya 
berada
> pada posisi
> yang berseberangan, tentu para pejuang itu karena keberanian mereka
> mempertaruhkan
> nyawa bagi kita orang yang dibela dan dipertahankan existensinya 
akan
> menyebut mereka
> sebagai pahlawan.    ada dua sisi dalam menilai predikat yang 
disandang
> oleh seseorang
> yang sebagai teroris oleh yang merasa dirugikan dan sebagai 
pahlawan bagi
> yang
> diuntungkan.
> 
> bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan teror 
atau
> dengan cara
> menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan yang diinginkan oleh 
pembuat
> teror.
> karena selama ini yang terjadi di indonesia, teror-teror bom yang 
terjadi
> tidak pernah
> tuntas, karena kita hanya mencari siapa pelaku dan tidak pernah 
mengetahui
> pesan apa sih yang diinginkan oleh pembuat teror tersebut,  jadi 
aneh khan
> .....
> 
> mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang disandera 
oleh
> teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati kepada 
penyanderanya,
> ini adalah fenomena tentang bagaimana suatu kelompok orang yang
> menginginkan
> kebebasan dan eksistensi mereka dalam perannya di masa globalisasi 
ini.
> intinya adalah existensi
> 
> kita sebagai warga masyarakat sebenarnya berdiri di atas arena 
dimana
> banyak pertarungan yang berkecamuk, dan berdiri sebagai pengamat
> yang belajar dari kondisi yang ada yang kita tidak tahu kapan teror 
itu
> akan terjadi lagi dan bisa juga menimpa orang-orang yang di sekitar 
kita.
> kita berdiri di tengah-tengah banyaknya kepentingan dari berbagai 
kelompok,
> jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar  tidak
> terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa
> kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia.
> 
> salam
> yustam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Hehh mas Yustam, jangan katakan pahlawan kemerdekaan RI dizaman
> revolusi itu teroris. Pasti anda, seperti saya dan teman2 disini
> banyak mempunyai paman dan saudara2 yang gugur dalam perlawanan
> revolusi.
> 
> Mari kita kenang dengan tenang, mas Yustam. Dari kisah paman2 saya
> yang survive revolusi, baik dari TP (Tentara Pelajar), BKR (Badan
> kemanan Rakyat) maupun Siliwangi, tak ada aksi2 yang direahkan pada
> penduduk sipil, baik Indonesia maupun warga Belanda.
> 
> Mereka serang convooi militer, gudang senjata, patroli. Belandalah
> yang menzalimi penduduk sipil kita. Ingat perang di Surabaya, tak 
ada
> penduduk sipil yang kena aksi pemuda2 kita. Malah jendral Inggris
> yang mati tertembak.
> 
> Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang: sengaja anak2 dan 
wanita
> dijadikan sandra. Anak2 sekolah mati diledakan bom di Atocha, Madrid
> tahun lalu. Apa salah mereka? mereka tidak dalam keadaan perang, dan
> orang2 sipil seharusnya dibawah perlindungan konvensi Jenewa. Lalu
> dua pembantu sosial di Irak dari Italia, yang datang dengan misi
> baik, malah disandra dan diancam dibunuh. Apa salah supir2 asal
> Nepal, yang datang jauh ke Irak dari desa mereka dipegunungan
> Hilamalya untuk mencari sesuap nasi?
> 
> RM D Hadinoto
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> This email and any file transmitted with it are confidential and are
> intended solely for the use of the individual or entity whom they 
are
> addressed, if you are not the original recipient, please delete it
> from your system. Any views or opinions expressed in this email are
> those of the author only.
> ______________________________________________________________



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke