Pesan Teror dari Beslan hingga Jakarta
Maruli Tobing Kompas, Enam hari setelah tragedi pembebasan sandera di Beslan, kota kecil di Rusia dekat perbatasan Ossetia, sebuah ledakan keras menggelegar, menggetarkan Gedung Kedutaan Besar Australia dan tetangganya di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (9/9) pagi. Peristiwa ini terjadi hanya dua hari menjelang peringatan tiga tahun serangan 11 September. Jika diurut ke belakang, masih ada beberapa lagi peristiwa kekerasan serius yang waktunya berdekatan. Selasa (24/8), beberapa menit setelah lepas landas dari bandar udara Moskwa, ibu kota Rusia, pesawat terbang Tupolev Nomor 134 tujuan Volgograd dan Tupolev Nomor 154 tujuan Laut Hitam meledak di udara. Laporan resmi menyatakan 89 penumpang dan awak pesawat tewas. Pemerintah Rusia tadinya mengira pesawat tersebut jatuh akibat kerusakan mesin. Bahkan, mereka masih tidak percaya ketika Brigade Islambouli, melalui situs internet, www.islamic.minbar.com, mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Kelompok ini mengingatkan, akan ada serangan lebih besar sebagai pembalasan atas kebiadaban pasukan Rusia di Chechnya. Sepekan kemudian, Selasa (31/8), di Beershaba, kota kecil selatan Israel, warga Palestina yang berada di dua bus yang bergerak beriringan meledakkan bom yang disembunyikan di balik pakaiannya. Peristiwa ini menewaskan 16 orang dan mencederai 102 lainnya. Masih pada hari yang sama, satu ledakan keras mengguncang stasiun kereta listrik bawah tanah di Moskwa. Saksi mata mengatakan, ledakan itu dilakukan seorang wanita peledak bom bunuh diri. Laporan resmi, 10 orang tewas dan puluhan lainnya cedera. Beberapa jam setelah ledakan itu, dua truk militer mengangkut sekitar 40 orang bersenjata lengkap menerobos masuk ke Sekolah Nomor 1 di Beslan. Mereka menyandera lebih dari 1.000 orang murid, guru, dan orangtua murid. Di Irak, masih pada hari yang sama, kelompok militan yang dipimpin Abu Musab al-Zargawi, mengeksekusi 12 pekerja asal Nepal, yang diculik beberapa hari sebelumnya. Seorang korban dipenggal lehernya. Peristiwa itu menimbulkan kemarahan rakyat Nepal di ibu kota Kathmandu. Massa merusak kantor perusahaan penerbangan Timur Tengah dan sebuah masjid. Lantas, apakah ada kaitan rangkaian peristiwa ini satu sama lain, atau hanya sekadar koinsiden? DI luar Palestina, Al Qaeda selalu disebut-sebut terlibat dalam banyak serangan bom yang menggunakan bendera Islam. Di Chechnya, pengaruh Al Qaeda tidak diragukan lagi di kalangan gerilya pimpinan Shamil Basayev. Malah, sejak awal invasi pasukan Rusia di negeri ini, Al Qaeda telah membangun kamp militernya. Al Qaeda adalah organisasi global. Jangkauannya tidak hanya di New York atau Madrid, tetapi juga hingga ke goa-goa Tora Bora, di puncak Pegunungan Kundush yang berselimut salju. Di Indonesia, pengaruhnya secara kasatmata sempat mengejutkan masyarakat. Di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, muncul tiga sosok bersaudara-Mukhlas serta dua adiknya, Amrozi dan Imron-figur utama dalam peristiwa bom Bali, yang menewaskan 202 jiwa manusia. Ideologi alternatif yang diusung Al Qaeda telah merontokkan alam pikiran desa yang memfosil dalam kultur "nrimo-nya". Tiga bersaudara itu kemudian lahir kembali di dunia baru dengan semerbak militansi berikut solidaritas internasionalnya. Maka ketika majelis hakim menjatuhkan vonis mati, Mukhlas dan Amrozi melemparkan senyum sambil mengacungkan jempolnya. Bagi Al Qaeda sendiri tidak sulit membangun jaringan. Tinggal melanjutkan apa yang telah terbentuk pada saat perang melawan pasukan Uni Soviet di Afganistan sepanjang tahun 1980. Itu sebabnya, alumni "kampus jihad" tersebut terus mengalir jumlahnya, kecuali setelah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya melakukan agresi militer. Basayev adalah salah satu alumnus Afganistan. Dalam pernyataan Jumat pekan lalu, pemimpin gerilya Chechnya ini mengaku bertanggung jawab atas peledakan bom dua pesawat terbang sipil Rusia maupun penyanderaan di Beslan. Penyanderaan dilakukan Batalyon II Martir, dipimpin Kolonel Orstkhoyev. Saat ini ratusan sukarelawan eks Afganistan berada di Chechnya. Jumlahnya membesar setelah AS menggusur rezim Taliban karena Osama bin Laden terpaksa merelokasikan sebagian anggota Al Qaeda di negara tersebut. Basayev sendiri dikabarkan selalu berada di tengah sukarelawan Arab. MENURUT Brian Jenkins, pakar teroris internasional dan penulis sejumlah buku, kekuatan Al Qaeda bertumpu pada jaringan tersebut, di samping kemampuannya mentransformasikan masalah yang dihadapi menjadi masalah Islam versus Barat. Dalam Countering al-Qaeda (2002), Jenkins menulis, sebelum peristiwa 11 September, aktivitas Al Qaeda terdeteksi di 60 negara. Setelah AS menyatakan perang melawan terorisme internasional, sedikitnya 2.000 orang ditangkap, tetapi lebih banyak lagi jumlahnya yang menghilang entah ke mana. Dengan kelebihan dapat menjadikan apa saja sebagai target serangan, jelas mereka yang masih berkeliaran tetap merupakan ancaman serius. Jaringan yang dibangun Al Qaeda tidak mudah dirontokkan karena berbentuk sel-sel seluler. Dalam arti, sel-sel tersebut relatif independen dan dapat hidup sendiri. Berbeda dengan jaringan sel dalam biologi, yang selalu diletakkan dalam satu sistem. Kerusakan satu sel akan mengakibatkan terganggunya aktivitas sistem secara keseluruhan. Dari Laporan Komisi 11 September bentukan Pemerintah AS, yang diterbitkan baru-baru ini, hal itu tampak lebih jelas. Bin Laden, misalnya, tidak menolak keinginan Hambali agar Kelompok Jemaah Islamiyah tetap independen. Artinya, tak berada di bawah Al Qaeda. Posisi demikian mempunyai arti strategis. Minimal mengeliminasi dampak majemuk jika terjadi sesuatu pada selnya. Inilah yang menyelamatkan Al Qaeda kendati jaringan selnya terbongkar di beberapa negara. Bruce Hoffman, pakar teroris internasional yang juga menulis sejumlah buku, berpendapat, Osama bin Laden membangun jaringannya mirip pola franchise yang dikenal dalam manajemen korporasi multinasional. Al Qaeda hanya menyiapkan pelatihan dan instruktur militer. Namun, jika kelompok militan kesulitan dana untuk melakukan operasi, Al Qaeda akan membantu sejauh proposalnya dianggap layak. Dalam hal ini, Al Qaeda akan mengirim ahli bahan peledak menjelang persiapan pelaksanaan operasi. Seusai merakit bom, tenaga ahli itu segera kembali ke pangkalan. Kemudian giliran eksekutor yang dikirim. Maka, tidak heran jika upaya penyelidikan kasus serangan bom, yang diduga terkait dengan Al Qaeda, selalu diselimuti kabut "misteri".' Termasuk eksekutor bom Bali. Belakangan, setelah AS dan negara-negara lain makin gencar memburu anggota Al Qaeda, tugas tersebut mulai dialihkan pada kelompok militan lokal. Lantas, soal apakah rangkaian serangan teror yang terjadi akhir Agustus dan awal September berkaitan satu sama lain, mungkin tidak lagi penting jawabannya. Sebab, selain jaringannya sudah terbentuk, pesan serangan teror di Beslan hingga Jakarta sangat jelas, yakni kekerasan telah menjadi kekuatan global dan terencana. * Kompas, Senin, 20 September 2004 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

