> > Bobby Budiarto: > Itu salah satu alasan Mochtar Pabottingi menolak Pelaksanaan Syariah Islam di > Indonesia. Kalau hukum publik tidak bisa didiskusikan oleh publik maka praktis tidak > ada accountability, pertanggungjawaban. Gampang sekali disalahgunakan petinggi agama.
publik yang punya ilmunya boleh mendiskusikan, karena yang berilmu itulah yang membuat hukum/menafsirkan, sekarang ?nya, berilmu tidak?, kalau asal cuap, asal nulis tanpa landasan ilmu, itu yang tidak boleh, menafsirkan qur'an sebagai landasan hukum islam, dan hadist tidak hanya cukup dengan membaca terjemahan qur'an , anda harus tahu asbabun nuzul (asal usul ayat),ilmu huruf dan bahasa arab dsb. kalau mau, ayo belajar dulu baru diskusikan, kalau nggak punya ilmu, tanya pada yang punya, kalau disini gak ada yg punya ilmu, maka hanya akan tersesat > Suhiro: > boleh saja membuat hukum untuk diri sendiri, tanggung jawab adalah dipikul sendiri, > kalau dia mengumumkan ke khalayak, maka orang yang mengikutinya akan menjadi > tanggung jawabnya. > > Bobby B: Membuat hukum sendiri adalah konsekwensi yg berat dan penuh tanggungjawab > jika kita memilih demokrasi. Sesuai prosedurnya rancangan undang2 diresmikan > DPR/legislatif. Kalau mau kasi pendapat bisa lewat koran atau dateng ke DPR. anda menyamakan hukum agam dengan hukum agama, dalam pandangan mayoritas orang islam, hukum agama adalah hukum tuhan, dibuat oleh tuhan, hukum manusia adalah buatan manusia, memang ada sebagian kecil yang menganggap tidak ada hukum tuhan, beda dengan agama anda, di kristen berbeda memandang kitab sucinya (CMIIW), perdebatan teologi bahkan tentang Tuhan, sangat banyak, di islam tidak begitu. > Suhiro: > memandang dari sisi sex adalah salah satu sisi, itu fakta, tak ada yg bisa > merendahkan islam, tinggal mau dibahas dari sisi mana? sisi psikologi, anthropologi, > sosiologi atau sex, justru pernyataan anda kelihatannya mencoba menggiring opini, > lelaki islam haus sex sehingga mau melegalkan perzinahan... > > Bobby B: > Nggak usah berasumsi tanpa dasar bahwa saya mau menggiring opini yg macem2. Jika > pertimbangan dibolehkan Poligami hanya karena laki2 maunya coblos sana-sini ... yah > maaf aja. Kalau ada orang mengINTERPRETASIKAN (sekali lagi baca INTERPRETASI) Al > Quran ke sana saja... yah sekali lagi maaf saja, opini itu merendahkan AL Quran. > Setahuku mah bukan karena itu tapi karena KONTEKS nya menurut Nabi, Polygami > diperlukan. Tapi Nabi kan bilang syaratnya harus ADIL. Kalau kita lihat KONTEKS > jaman sekarang itu sih jelas gak adil, Konteks di Indonesia sangat beda dengan arab > di abad tersebut. itu kan menurut anda... apa yang anda tahu mengenai Al Qur'an? > Suhiro: > anda tahu ndak, disatu sisi, pernikahan itu adalah pelegalan hubungan sex, kalau > sudah ijab kabul sudah legal, namun harus ingat tanggung jawab tidak hanya soal sex, > ekonomi keluarga, dan kebutuhan yang lain, itu yang membedakan pernikahan dengan > melegalkan perzinahan seperti istilah anda, kalau melegalkan perzinahan, tanggung > jawab tidak ada, kalau pernikahan tanggung jawab dunia akhirat. ada hak ada > kewajiban. > > Bobby B: > Jujur aja perzinahan itu apa sih? Hiro anda sebelumnya berkata bahwa ijin Poligami > adalah karena Titit laki2 emang susah dikontrol maka diijinkan Poligami... he..he.. > nah kalau alasannya itu, itu kan Zinah namanya. itu bahasa anda, zina adalah hubungan kelamin dua orang yang bukan suami istri, dengan ijab-kabul tentu sudah bukan zina lagi, karena sudah menjadi suami istri, tentu diikuti konsekuensi sebagai suami-istri. tidak ada yang tidak bisa di kontrol, bukan titi tidak bisa di kontrol, yangmengontrol itu nafsu, ada yang bisa ada yang tidak, anda harusnya membaca dulu dengan seksama tulisan saya. lihat tafsir hamka tentang ayat yang sering dijadikan dasar poligami, disitu diulas lengkap termasuk dari sisi psikologi, dimana orang tsb sudah diberi pemuasan secara psikologi bahwa itu legal, baru kemudian sebagai orang beriman dia akan berpikir panjang sehingga akhirnya memilih setia pada pasangan. > Dikau ini maunya membela Islam (saya sejatinya juga), tapi kok makin lama makin > kelihatan bukan membela Islam tapi membela Poligami.. ... dengan nama baptis didepan nama anda, saya kok hanya tersenyum anda menulis membela islam... kenapa yang menulis ini merendahkan islam hanya satu orang non muslim? apa tidak menimbulkan kecurigaan? kalau saya curiga, digunakannya kata terbalik untuk merendahkan islam dengan seolah-olah membela islam...permainan kata-kata lah...tapi itu hanya sangkaan saya saja, yang tahu sebenernya kan hanya nada dan Tuhan > Suhiro: > orang non muslim selalu menyerang dari sisi poligami dengan alasan persamaan hak > wanita, > > Bobby B: > Bisa saja. Demikian juga kebanyakan orang Islam melegitimasi penyerangan bahkan > secara fisik kepada umat kristiani, karena "paranoid" terhadap kristenisasi. Memang > mayoritas manusia biasa berpikir secara kurang mendalam. > > Tapi silakan membaca argumen2 ku dan argumen2mu, siapa yang merendahkan Islam?? ya biarkan orang saja yang menilai > Suhiro: > ingat...yang mempunyai tanggung jawab dan akan dimintai tanggung jawab sebagi kepala > keluarga adalah laki-laki, ekonomi, > membimbing agama dan akhlak istri dan anak-anak...ada hak dan kewajiban > > Bobby B: > Hiro, dikau ini kayanya bisa bicara dengan multi factor (i/o one factor theory) tapi > pendapat anda ini kok menunjukkan kebutaan anda dgn apa itu sosiologi, psikologi > etc.. (jurusan2 ilmu yg anda sebutkan di atas). Hak dan tanggungjawab laki-laki dan > perempuan itu tidak sama sepanjang jaman. Kalau jaman Nabi2 sampe sakarang yah jelas > itu budaya Laki-laki yang menang, laki2 yg kepala (emang sih kepalanya dua atas dan > bawah), pembimbing etc.. > Kayanya anda ini maju tapi masih tersisa pikiran2 dari beberapa abad yang lalu. > Kasihan deh Ibu Kita Kartini... yach, karena saya tidak hanya berpegang akal, tapi juga iman , orang muktazilah banyak dipuji kaum barat dan kristen karena sama-sama mengagungkan akal, mengadopsi filsafat yunani dan kadang sampai ke sumsum tulang... ulama-ulama salaf sering disebut kuno, tapi saya senang mengikuti pikiran mereka, lebih mengena di hati, walau tak masuk pikiran, biar lah dikatakan kuno. > Suhiro: > kalau kewajiban memberi nafkah lahir batin itu sama, tentu seharusnya laki-laki dan > wanita sama-sama boleh berpoligami dan poliandri > > Bobby B: > Lah ini ikut2an bule2 yg ngawur. Bar ji bar beh, bubar siji bubar kabeh, zinah siji > zinah kabeh. > > Yah .. namun logika anda ini lebih baik daripada INTERPRETASI Al Quran dari orang2 > geblek, yang membolehkan Poligami tapi melarang Poliandri. Salut! Anda lebih waras > daripada orang2 di MUI. > > Suhiro: > (ini pendapat pribadi)...yin-yang, ada hak ada kewajiban. > > Bobby B: > Yah itu sih betul. Tapi SIAPA dulu yg MENDEFINISIKAN apa itu hak apa itu kewajiban. > He..he..he.. hanya INTERPRETASI Al Quran yang geblek yang memberikan Hak Poligami > pada laki-laki di jaman ini. boleh saja anda mengatakan interpretasi qur'an yang geblek, tapi interpretasi/penafsiran ulama-ulama salaf saya yakin bukan hanya mengandalkan akal, dan saya cocok > Suhiro: > ..deleted... > coba saja henry bisa poligami, tidak perlu membuat anaknya dengan putri spanyol jadi > anak haram, tidak perlu membunuh putri anne yang tak bersalah dengan tuduhan keji, > dan tidak perlu membuat gereja sendiri dan membantai umat katolik roma.. > > Bobby B: > Hiro..Hiro, gimana kalau asumsi anda (Henry bisa poligami) saya ganti, coba saja > henry itu sudah terbebas pikiran patrilineal yg kolot, yg mendiskriminasi antar > jenis kelamin, masalahnya akan beres dengan lebih elegan. Karena pada akhirnya > Elisabeth walaupun cewek tapi menjadi Ratu yang sungguh hebat. Elisabeth I berkuasa > lebih dari 40 tahun, berhasil menjaga Inggris dari perpecahan. Kebudayaan > berkembang, berbunga, Seorang seniman yg namanya tetep keren sampe sekarang hidup di > jaman itu, yaitu William Shakespeare. Ratu Elisabeth I adalah Raja yg jauh lebih > baik daripada Bapaknya yang diskrimatif terhadap perempuan. yup, kalau kondisi dan faktanya henry sudah sepikiran dengan anda, maka saya nggak akan memaparkan contoh itu. misalnya henry oke, bagaimana kalau ada raja lain seperti dia, apa anda akan bilang kalau saja raja tersebut berpikiran oke... begini, kalau orang berpikiran semua seperti anda (lelaki), tentu saya setuju poligami di haramkan. sekarang faktanya, apa semua lelaki berpikiran seperti anda? > Apakah Tuhan sengaja memberikan cerita nyata ini lewat Suhiro dan aku dalam diskusi > ini untuk menunjukkan bahwa sebenernya laki perempuan itu punya hak kewajiban dan > kemampuan yg sama. ...he...he... anggota milis yg cewek pasti protes.. : "Itu > INTERPRETASI Salah, yg bener adalah Cewek kalau dikasi kesempatan lebih hebat > daripada cowok, buktinya Elisabeth lebih hebat daripada Henry". apa hubungan elizabeth lebih hebat dengan poligami? anda berpikiran di alam kalau saja, di alam "seharusnya" di alam itu, tidak ada kejahatan, semua orang berbahagia, tidak ada kejahatan, tidak ada poligami, tidak ada poliandri dkk, semua orang saling mencinta, semua orang saling menolong, tidak ada lelaki bejat, tidak ada wanita nakal, semua orang sholeh, semua orang suci, tidak ada penjara, tidak ada nafsu jahat. saya hanya kan bilang "bangun BoB...bangun ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

