mendiskusikan hukum bukan wewenang...itu karena anda tidak memahami agama
islam, dalam islam yang boleh membuat hukum adalah yang punya ilmu
syariah...boleh saja membuat hukum untuk diri sendiri, tanggung jawab
adalah dipikul sendiri, kalau dia mengumumkan ke khalayak, maka orang yang
mengikutinya akan menjadi tanggung jawabnya.

memandang dari sisi sex adalah salah satu sisi, itu fakta, tak ada yg bisa
merendahkan islam, tinggal mau dibahas dari sisi mana? sisi psikologi,
anthropologi, sosiologi atau sex, justru pernyataan anda kelihatannya
mencoba menggiring opini, lelaki islam haus sex sehingga mau melegalkan
perzinahan...

anda tahu ndak, disatu sisi, pernikahan itu adalah pelegalan hubungan sex,
kalau sudah ijab kabul sudah legal, namun harus ingat tanggung jawab tidak
hanya soal sex, ekonomi keluarga, dan kebutuhan yang lain, itu yang
membedakan pernikahan dengan melegalkan perzinahan seperti istilah anda,
kalau melegalkan perzinahan, tanggung jawab tidak ada, kalau pernikahan
tanggung jawab dunia akhirat. ada hak ada kewajiban.

orang non muslim selalu menyerang dari sisi poligami dengan alasan
persamaan hak wanita, ingat...yang mempunyai tanggung jawab dan akan
dimintai tanggung jawab sebagi kepala keluarga adalah laki-laki, ekonomi,
membimbing agama dan akhlak istri dan anak-anak...ada hak dan kewajiban

kalau kewajiban memberi nafkah lahir batin itu sama, tentu seharusnya
laki-laki dan wanita sama-sama boleh berpoligami dan poliandri (ini
pendapat pribadi)...yin-yang, ada hak ada kewajiban.


sejarah membuktikan...raja henry pingin punya anak lelaki sebagai p[enerus
tahta kerajaan inggris, istri pertama putri raja spanyol tidak bisa
memberi anak lelaki, anaknya ceweq, tapi vatican tidak mau merestui
perceraian, karena apa yg sudah disatukan tuhan tidak dapat diceraikan
manusia seperti kata (?) di email sebelumnya, Raja henry membuat tuduhan
perkawinan tidak sah karena istrinya yg mantan istri kakanya dibilang s
sudah digauli dulu, padahal tidak, ini hanya upaya supaya bisa kawin lagi,
putri spanyol tidak mau dan melawan, karena kalau tidak sah maka anak
perempuannya dengan raja henry menjadi anak haram.
akhirnya henry menempuh upaya terakhir, memutuskan hubungan dengan vatican
dan membentuk sendiri gereja anglican lepas dari roma, dari sini banyak
pendeta dan pengikut katolik roma di bantai kaerna tidak mau mengakui
perceraian henry dan putri spanyol, dan tidak ikut anglican, daerah
bernama Derby menjadi saksi bisu pembantaian dan perang agama,
katolik-protestan.
itu gara-gara nafsu dan tidak ada penyaluran/jalan keluar, ribuan umat
katolik jadi korban.

setelah henry kawin lagi dengan putri anne, ternyata tidak bisa punya anak
lelaki, maka henry mencoba meneraikan anne, tapi tak bisa dalam katolik,
akhirnya dia memakai cara licik, anne dituduh berselingkuh dengan kakak
kandung dan teman-temannya, pengadilan boong-boongan memutuskan anne
bersalah dan harus dipenggal, namun anne tak gentar, dia pandai dia sudah
membuat perjanjian sebelum menikah kalau anaknya yg akan menggantikan
henry, karena itu Elisabeth akhirnya jadi raja walau wanita.
dan anne akhirnya dipenggal untuk memuluskan henry menikah lagi dan
beroleh anak lelaki..

coba saja henry bisa poligami, tidak perlu membuat anaknya dengan putri
spanyol jadi anak haram, tidak perlu membunuh putri anne yang tak bersalah
dengan tuduhan keji, dan tidak perlu membuat gereja sendiri dan membantai
umat katolik roma..

what do you say?

apa anda akan mengatakan seharusnya henri bisa mengendalikan nafsunya???

saya mengatakan impoten dan homosex ada argumentasinya, silakan baca
dengan cermat, walau ada juga emosi karena dikatakan dodol dsb, coba baca
lagi, kalau tidak diserang secara personal, maka tak akan saya menyerang
personal, karena saya bukan nabi atau orang suci yg penyabar.



On Mon, 11 Oct 2004, Robertus Budiarto wrote:

> 
> Mengikuti diskusi di bawah ini, terus terang saya keberatan walaupun bukan beragama 
> Islam.
>  
> Pembelaan polygami dengan berdasarkan bahwa laki2 itu nafsu kebinatangannya gedhe 
> and so on. Ini sungguh menghina Islam itu sendiri. Kalau maksudnya membela Islam 
> dengan argumen ini si "pembela" malah menunjukkan bahwa Al Quran itu untuk laki2 
> dengan nafsu binatang besar. Saya sangat yakin Al Quran bukanlah kitab untuk Play 
> Boy atau laki2 bertitit dan bernafsu besar. Sungguh merendahkan.
>  
> Sebelum terlanjur ke sana kemari saya hanya mau mengutip Siti Musdah Mulia, 
> perempuan berjilbab, bergelar Doktor, Dosen pascasarjana Universitas Syarif 
> Hidayatullah Jakarta. POLIGAMI HARAM KARENA EKSESNYA.
>  
> Banyak sekali contoh nyata di masyarakat, yg menyelewengkan INTERPRETASI ayat 
> poligami ini sebenernya untuk BERZINAH secara LEGAL. Seorang teman dekat, menikah 
> lagi dgn gadis muda di Bandung. Setelah itu baru lapor istri pertama yg langsung 
> semaput dan masuk rumah sakit. Hingga sekarang teman saya yg Haji ini dimusuhin 
> anak2nya walaupun sama2 laki-laki dan udah kuliah. Anehnya sang Istri pertama malah 
> disalahkan oleh keluarga sang suami karena tidak mau menerima. Kisah nyata seperti 
> ini banyak terjadi. Makanya saya setuju dengan Siti Musdah Mulia. 
> (www.tempointeraktif.com)
>  
> Namun di alam demokrasi berbeda pendapat adalah boleh. Yang tidak pantas dilakukan 
> adalah FANATISME mendukung SATU DOGMA/OPINI. Apalagi kalau itu dilakukan dengan 
> menyerang orang lain secara AD HOMINEM. Orang lain yg diserang, dikatain Homo Sex 
> lah, Impoten lah. Sungguh memalukan orang Islam. Tetaplah pada argumen. Nabi 
> Muhammad adalah seorang yang berjiwa besar, saya yakin dia akan malu ada orang 
> berargumentasi seperti itu.
>  
> Selain itu sungguh aneh seorang peserta forum diskusi dunia via tehnologi canggih 
> masih berpendapat mendiskusikan hukum bukan wewenang kita. Ini pemikiran yang 
> sungguh kuno seperti datang dari ratusan tahun lalu. Hukum itu untuk semua manusia. 
> Bukan manusia untuk hukum. Maka sudah jelas setiap warga masyarakat pantas dan boleh 
> menggunakan hati nurani sesuai fitrahnya mendiskusikan masalh hukum. Yang tidak 
> boleh itu ya ngotot/fanatik dengan kebenaran absolutnya apa lagi  menyerang orang 
> secara AD HOMINEM, dengan kata2 kasar HOMO SEX dan IMPOTEN. Apalagi menggunakan 
> kekerasan karena kalah omong, seperti FPI dll.
>  
> Apalagi kalau pedapat ini datangnya dari warga negara Indonesia. Bukankah sudah 
> terbukti di Indonesia banyak ahli hukum, kiai, pastor, pendeta, tokoh masyarakat 
> menjadi penjilat Suharto, Militer, CIA dstnya?? Di mana saja dikau selama ini?? 
> Masih saja mau menyerahkan pendapatmu, suaramu, pikiranmu kepada para penjilat dan 
> bajingan2 ini?  Allah menganugerahkan HANYA kepada manusia kemampuan berpikir dan 
> hati nurani. Maka sungguh berdosa jika kita tidak boleh menggunakannya, tidak boleh 
> melatihnya.
>  
> Lalu mestinya bagaimana berdiskusi? Pelajarilah bagaimana mencari dan menggunakan 
> ARGUMENTASI yg baik. Semua boleh berpendapat, tapi lebih fair dan dialogis kalau 
> menyampaikan ARGUMEN. Bersyukurlah jika argumenmu dikalahkan oleh argumen yg lain 
> karena dengan demikian, dirimu tertolong untuk mengerti dan melihat hidup ini dengan 
> lebih jernih.
>  
> Selamat Berargumentasi!
> Bobby Budiarto
>  
>  
> 
> 
> Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> yup,
> itu adalh pilihan hidup, kalau kita mendiskusikan hukum, bukan wewenang
> kita, itu bagian ahli-ahli hukum islam atau para ulama
> 
> kita hanya memilih mau pake yang mana, it's our choice
> 
> kalau tidak suka ajaran islam, ya tinggalkan saja, resiko kan ditanggung
> masing-masing, betul atau salah, nanti kita buktikan kalau kita ketemu di
> akhirat...hehehhee
> 
> On Fri, 8 Oct 2004, RG Nur Rahmat wrote:
> 
> > 
> > Sudah diperbolehkan poligami di Al-Qur'an, bukan suatu suruhan yang wajib mesti 
> > diikuti. Paham?
> > 
> > jksutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > hanya karena gue memilih tidak freesex dan beristri satu, elo anggap  gue impoten 
> > dan munafik (hahahahahaha... banyak bung!! manusia2 yg bisa tahan diri dan mawas 
> > diri!! bukan berarti kita harus mentolerir  nafsu binatang kita)
> > 
> > itulah gilanya kalian, tidak tahu diri!! sehingga ukuran2 normal 
> > jadi tidak normal dan yang tidak normal kalian anggap normal dgn 
> > segudang alasan
> > 
> > yg jelas, nyata2 disini bahwa pendapat kalian tidak didukung oleh 
> > seluruh umat Islam, terus kenapa jadi gue secara pribadi dianggap 
> > menyerang agama? 
> > trus kenapa jadi bersifat personal, bilang gue impoten...??
> > 
> > 
> > 
> > hehehehe dodol sekali kalian....
> > pervert!!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], Suhiro wrote:
> > > 
> > > sory...maksudku lue impoten,
> > > 
> > > lelaki mana yang tidak ingin tidur dengan berbagai ce?
> > > pada diri kebinatangan lelaki (manusia kan bianatang) semua pasti pengin, karena 
> > > itu diturunkan aturan untuk mengaturnya, kalau lelaki bisa
> > > mengendalikan keiniginannya tersebut dan akhirnya bisa setia 
> > dengan
> > > monogami...that's great man..
> > > 
> > > kecuali orang impoten...jadi kalo lu nggak kepengin, kayaknya lu 
> > impoten
> > > atau Homosex..sory kalo bener.
> > > 
> > > jujur aja...lu kepengin nggak?
> > > jangan sok suci lo..
> > > 
> > > kenapa bersuami banyak tidak boleh, ...ya karena keadaan 
> > masyarakat tidak 
> > > memungkinkan, apakah suatu saat boleh...wallahualam, tergantung 
> > ijtihad
> > > ulama.
> > > 
> > > kalo lu bukan muslim, berarti lo cuma mau bilang hukum islam itu 
> > salah
> > > karena membolehkan poligami...kalo ini bener, sangat disayangkan, 
> > karena
> > > orang islam jarang yang mengusik hukum agama lo...
> > > 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke