Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
mendiskusikan hukum bukan wewenang...itu karena anda tidak memahami agama islam, dalam 
islam yang boleh membuat hukum adalah yang punya ilmu syariah...
 
Bobby Budiarto:
Itu salah satu alasan Mochtar Pabottingi menolak Pelaksanaan Syariah Islam di 
Indonesia. Kalau hukum publik tidak bisa didiskusikan oleh publik maka praktis tidak 
ada accountability, pertanggungjawaban. Gampang sekali disalahgunakan petinggi agama.
 
Suhiro:
boleh saja membuat hukum untuk diri sendiri, tanggung jawab adalah dipikul sendiri, 
kalau dia mengumumkan ke khalayak, maka orang yang mengikutinya akan menjadi tanggung 
jawabnya.

Bobby B: Membuat hukum sendiri adalah konsekwensi yg berat dan penuh tanggungjawab 
jika kita memilih demokrasi. Sesuai prosedurnya rancangan undang2 diresmikan 
DPR/legislatif. Kalau mau kasi pendapat bisa lewat koran atau dateng ke DPR.

Suhiro:
memandang dari sisi sex adalah salah satu sisi, itu fakta, tak ada yg bisa merendahkan 
islam, tinggal mau dibahas dari sisi mana? sisi psikologi, anthropologi, sosiologi 
atau sex, justru pernyataan anda kelihatannya mencoba menggiring opini, lelaki islam 
haus sex sehingga mau melegalkan perzinahan...

Bobby B:
Nggak usah berasumsi tanpa dasar bahwa saya mau menggiring opini yg macem2. Jika 
pertimbangan dibolehkan Poligami hanya karena laki2 maunya coblos sana-sini ... yah 
maaf aja. Kalau ada orang mengINTERPRETASIKAN (sekali lagi baca INTERPRETASI) Al Quran 
ke sana saja... yah sekali lagi maaf saja, opini itu merendahkan AL Quran. Setahuku 
mah bukan karena itu tapi karena KONTEKS nya menurut Nabi, Polygami diperlukan. Tapi 
Nabi kan bilang syaratnya harus ADIL. Kalau kita lihat KONTEKS jaman sekarang itu sih 
jelas gak adil, Konteks di Indonesia sangat beda dengan arab di abad tersebut.
 
Suhiro:
anda tahu ndak, disatu sisi, pernikahan itu adalah pelegalan hubungan sex, kalau sudah 
ijab kabul sudah legal, namun harus ingat tanggung jawab tidak hanya soal sex, ekonomi 
keluarga, dan kebutuhan yang lain, itu yang membedakan pernikahan dengan melegalkan 
perzinahan seperti istilah anda, kalau melegalkan perzinahan, tanggung jawab tidak 
ada, kalau pernikahan tanggung jawab dunia akhirat. ada hak ada kewajiban.
 
Bobby B:
Jujur aja perzinahan itu apa sih? Hiro anda sebelumnya berkata bahwa ijin Poligami 
adalah karena Titit laki2 emang susah dikontrol maka diijinkan Poligami... he..he.. 
nah kalau alasannya itu, itu kan Zinah namanya. 
 
Dikau ini maunya membela Islam (saya sejatinya juga), tapi kok makin lama makin 
kelihatan bukan membela Islam tapi membela Poligami.. ...

Suhiro:
orang non muslim selalu menyerang dari sisi poligami dengan alasan persamaan hak 
wanita, 
 
Bobby B:
Bisa saja. Demikian juga kebanyakan orang Islam melegitimasi penyerangan bahkan secara 
fisik kepada umat kristiani, karena "paranoid" terhadap kristenisasi. Memang mayoritas 
manusia biasa berpikir secara kurang mendalam.
 
Tapi silakan membaca argumen2 ku dan argumen2mu, siapa yang merendahkan Islam??
 
Suhiro:
ingat...yang mempunyai tanggung jawab dan akan dimintai tanggung jawab sebagi kepala 
keluarga adalah laki-laki, ekonomi,
membimbing agama dan akhlak istri dan anak-anak...ada hak dan kewajiban
 
Bobby B:
Hiro, dikau ini kayanya bisa bicara dengan multi factor (i/o one factor theory) tapi 
pendapat anda ini kok menunjukkan kebutaan anda dgn apa itu sosiologi, psikologi etc.. 
(jurusan2 ilmu yg anda sebutkan di atas). Hak dan tanggungjawab laki-laki dan 
perempuan itu tidak sama sepanjang jaman. Kalau jaman Nabi2 sampe sakarang yah jelas 
itu budaya Laki-laki yang menang, laki2 yg kepala (emang sih kepalanya dua atas dan 
bawah), pembimbing etc..  
Kayanya anda ini maju tapi masih tersisa pikiran2 dari beberapa abad yang lalu. 
Kasihan deh Ibu Kita Kartini...
 
Suhiro:
kalau kewajiban memberi nafkah lahir batin itu sama, tentu seharusnya laki-laki dan 
wanita sama-sama boleh berpoligami dan poliandri 
 
Bobby B:
Lah ini ikut2an bule2 yg ngawur. Bar ji bar beh, bubar siji bubar kabeh, zinah siji 
zinah kabeh.
 
Yah .. namun logika anda ini lebih baik daripada INTERPRETASI Al Quran dari orang2 
geblek, yang membolehkan Poligami tapi melarang Poliandri. Salut! Anda lebih waras 
daripada orang2 di MUI.
 
Suhiro:
(ini pendapat pribadi)...yin-yang, ada hak ada kewajiban.

Bobby B:
Yah itu sih betul. Tapi SIAPA dulu yg MENDEFINISIKAN apa itu hak apa itu kewajiban. 
He..he..he..  hanya INTERPRETASI Al Quran yang geblek yang memberikan Hak Poligami 
pada laki-laki di jaman ini.
 

Suhiro:
..deleted...
coba saja henry bisa poligami, tidak perlu membuat anaknya dengan putri spanyol jadi 
anak haram, tidak perlu membunuh putri anne yang tak bersalah dengan tuduhan keji, dan 
tidak perlu membuat gereja sendiri dan membantai umat katolik roma..
 
Bobby B:
Hiro..Hiro, gimana kalau asumsi anda (Henry bisa poligami) saya ganti, coba saja henry 
itu sudah terbebas pikiran patrilineal yg kolot, yg mendiskriminasi antar jenis 
kelamin, masalahnya akan beres dengan lebih elegan. Karena pada akhirnya Elisabeth 
walaupun cewek tapi menjadi Ratu yang sungguh hebat. Elisabeth I berkuasa lebih dari 
40 tahun, berhasil menjaga Inggris dari perpecahan. Kebudayaan berkembang, berbunga, 
Seorang seniman yg namanya tetep keren sampe sekarang hidup di jaman itu, yaitu 
William Shakespeare. Ratu Elisabeth I adalah Raja yg jauh lebih baik daripada Bapaknya 
yang diskrimatif terhadap perempuan.
 
Apakah Tuhan sengaja memberikan cerita nyata ini lewat Suhiro dan aku dalam diskusi 
ini untuk menunjukkan bahwa sebenernya laki perempuan itu punya hak kewajiban dan 
kemampuan yg sama. ...he...he... anggota milis yg cewek pasti protes.. : "Itu 
INTERPRETASI Salah, yg bener adalah Cewek kalau dikasi kesempatan lebih hebat daripada 
cowok, buktinya Elisabeth lebih hebat daripada Henry".
 
He..he.. sak karepmu lah mbokne!

Suhiro:
what do you say?
 
Bobby B:
I am not your say!!

Suhiro:
saya mengatakan impoten dan homosex ada argumentasinya, silakan baca dengan cermat, 
walau ada juga emosi karena dikatakan dodol dsb, coba baca lagi, kalau tidak diserang 
secara personal, maka tak akan saya menyerang personal, karena saya bukan nabi atau 
orang suci yg penyabar.
 
Bobby B:
Akhir kata: Ohhh gitu toh sampeyan dihina dulu. Lalu baru menghina balik. Yahhh 
manusiawi. Maafkan daku kalau gitu. Akupun sering khilaf maki2 balik orang yg maki2 
aku.
Ai yem sorri yo Hiro!

Wassalam
Bobby Budiarto
PS: dalam thread yg lain aku lihat sekilas anda meyakini bahwa logika manusia itu bisa 
lemah karena nafsu. Al Quran/Logika Tuhan memang gak akan lemah alias sempurna, hanya 
Yg MENGINTERPRETASIKANNYA bukan Tuhan tapi tetep Manusia yg bisa lemah. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke