Apakah tidak ada sangsi "dosa" pada bulan puasa bila berpikir atau berbicara tentang poligami?
----- Original Message ----- From: "Suhiro" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, October 15, 2004 2:25 AM Subject: Re: [ppiindia] Membela Poligami bukan Islam Re: Membela tp merendahkan Islam > > > Pandangan bapak cukup arif, > mungkin karena faktor usia :-) > > saya pun berpandangan diskusi sampai teler soal poligami, sampai kiamat > pun tidk akan habis, seperti rel yang tidak pernah bertemu. > > orang yg berdebat akhirnya mempertahankan ego-nya masing-masing, my > opinion is the best...termasuk saya...hehehhe > > On Thu, 14 Oct 2004, rm_danardono wrote: > >> >> >> Pertanyaan mas adalah sangat relevant, karena ini masalah sosiologis. >> Jarak Europa dan Indonesia masih sangat jauh untuk menjadi >> perbandingan, sulit masih untuk dijembatani. Sebabnya adalah, karena >> Europa sudah mulai memasuki revolusi industri jauh sebelum kita, >> itupun secara serentak. Kita, sekarangpun, masih berada dalam level >> agrikultural (60% lebih hidup dari sektor pertanian). >> >> Namun, seperti mas Suhirio pasti ketahui, industrialisasi juga masuk >> ke Pacific secara cepat, sehubungan dengan interaksi ekonomi di >> Pacific rim. Kita lihat perkembangan pesat kemasyarakatan di wilayah >> urban di Korea selatan dan Taiwan, yang seperti kita, juga beranjak >> dari masyarakat agrikultural. Disana, konsep kegamaan juga >> memenangkan pria, dan meminta wanita hanya jaga dapur. Terutama dalam >> falsafah Konghucu dan Taoisme. >> >> Poligami juga terjadi disana, walau ini tidak diatur dalam agama. >> namun, mereka mulai mengadaptasi tata kemasyarakatan barat, yang >> dianggap lebih sejalan dengan derap industrialisasi. Pragmatisme. >> Praktek poligami tidak diperdebatkan, namun lenyap karena desakan >> masyarakat industri. >> >> Marilah kita lihat fenomena berikut: >> >> a) Perceraian. Angka perceraian dipedasaan di Europa, dimana mereka >> kebanyakan adalah farmer, adalah jauh lebih rendah, daripada didaerah >> perkotaan. Keseluruhan negara mencapai 50% setahun. Mengapa? Di >> keluarga farmer, wanita banyak berkerja diperusdahaan keluarga, >> digaji oleh perusahaan keluarga, jadi bercerai berarti meninggalkan >> lingkungan tempat kerja, yang tak mudah. Juga banyak yang housewife. >> Di perkotaan, wanita kebanyakan berkerja sebagai buruh atau pegawai, >> dengan income mereka sendiri, yang mencukupi. Mereka lebih mudah >> bercerai daripada yang hidup diperdesaan. Ketika bercerai, mereka >> biasanya menhidupi anak, tanpa bapak, ini tak menjadi masalah, karena >> 1) si ayah tetap diwajibkan oleh negara membayar si anak sampai umur >> 21 tahun, dan negara memberikan tunjangan pada si anaka. Jangan lupa >> pendidikan disini gratis. >> >> b) Poligami. Ini dilaksanakan diantara keluarga Islam yang datang >> dari negeri2 Timur tengah, terutama Turki, namun dari wilayah >> perdesaan pula. yang datang dari kota, terutama Ankara, Istanbul, >> dll, tak ada yang berpoligami. Dinegeri asal, poligami ini memberikan >> jaminan nafkah pada isteri2 dari sang suami. Tiba di Europa, biasanya >> wanita erja, walau dalam strata rendah. Yang datang dari strata atas, >> dokter2 dan insinyur dsb, tak adayang berpoligami. Jadi, juga >> poligami atau tidak, adalah masalah ekonomi. Anak2 mereka yang sudah >> lahir dan besar di Europa, menikmati pendidikan Europa, dan mendapat >> perkerjaan tak membutuhkan jaminan nafkah suami, karena mereka cukup >> income. >> >> Jadi, tak ada gunanya ber-busa2 berdebat mengenai hal ini, karena >> bilamana poligami adalah bentuk yang relevant bagi penduduk, akan >> tetap dijalankan, dan tidak dilarang agama (bukan diharuskan). >> Apabila perkembangan masyarakat demikian rupa, mengikuti derap >> industrialisasi, maka ini akan lenyap. >> >> Juga akidah Kristen Katholik, tak semua dapat dijalankan. Di >> pedalaman, angka perceraian agak rendah, karena terutama wanita masih >> tergantung pria. Di kota lebih tinggi. Perceraian ini boleh >> seribukali diancam oleh Sri Paus, tetap akan terjadi. Juga pernikahan >> kembali orang bercerai yang dikutuk Sri Pausd, tetap dijalankan. >> Demikian juga birth control yang dikutuk Sri Paus tetap dijalankan. >> Disemua negara2 industri. >> >> Tidak saja Islam mengizinkan poligami, juga agama2 lain, kecuali >> Kristen. namun, sepeti juga diuraikan diatas, dimana masyarakat mulai >> industrialistis, lenyaplah praktek beristeri banyak ini. Lihat Korea >> selatan, Taiwan, Singapura, dll. >> >> Banyak netters disini yang menghadapkan Islam versus barat alias >> Kristen. Ini tak benar alias biased. Mengapa? Karena semua masyarakat >> yang industrialistis memberadakan system "Barat", sekali lagi, lihat >> Korea selatan, jepang, taiwabn, singapura yang sama2 berwarna dan >> Asia seperti kita. >> >> Salam >> >> RM D Hadinoto >> >> >> >> >> --- In [EMAIL PROTECTED], Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> > >> > >> > > pria. Absolut. Argument yang mengatakan, karena wanita lebih >> banyak >> > > dari pria maka haruslah diberlakukan poligami, agar laki2 >> > > dapat "menghidupi" wanita, tidaklah berlaku, karena tiap wanita >> mampu >> > > menghidupi diri sendiri. Banyak wanita yang gajinya lebih tinggi >> dari >> > > gaji rata2. >> > >> > >> > Maap Pak, saya cuplik yang ini saja... >> > menurut Bapak, bagaimana kondisi indonesia, apa sudah seperti eropa >> > seperti yang bapak sebut, dimana wanita sudah bisa mandiri? >> > kalau menggunakan alasan ini(wanita lebh banyak dari lelaki), >> dihubungkan >> > dengan kondisi indonesia, masih relefan tidak poligami misalkan itu >> > terjadi di Indonesia menurut Bapak? >> >> >> >> >> >> >> *************************************************************************** >> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc >> *************************************************************************** >> __________________________________________________________________________ >> Mohon Perhatian: >> >> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg >> otokritik) >> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; >> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] >> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] >> >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >> >> >> >> > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

