Hai All,
Saat kita bicara mengenai pembangunan Gereja Saat Gusdur mati-matian membela kehadiran Yayasan Saat KOmunitas lokal menyuarakan penderitaan mereka Akan simbol asing yang mengancam identitasnya KIta harus melihat lagi kesewenang-wenangan Pengusiran, deportasi, ethnic cleansing Atas nama agama dan kebencian Terhadap Keyakinan Kemunafikan jadi udara Yang kita hirup sehari-hari Saat kita berteriak Tapi saat yang sama, menutup mata Org Timor Yang lahir Besar dan berbudaya Timor Harus menanggung Nasib Hanya karena beda Keyakinan Para Romo, Kiyai dan apapun anda... Apakah ini namanya sebuah keadilan Selasa, 30 Nopember 2004 270 Muslim di Timor Leste Diangkut Paksa Laporan : c07/dwo JAKARTA -- Peluang berkembangnya agama Islam di Timor Leste semakin tertutup. Setelah lima Muslim dideportasi, kemarin sekitar pukul 10.00 waktu setempat, Pemerintah Timor Leste mengangkut paksa 270 Muslim yang selama ini tinggal di Masjid An Nur, Dili, Timor Leste. Menurut H Arham Affe, pemimpin kaum Muslim (WNI) yang selama ini tinggal di Masjid An Nur, di antara 270 Muslim tersebut juga terdapat anak-anak. ''Saya khawatir mereka dimasukkan ke penjara,'' tuturnya kepada Republika, kemarin (29/11). Berdasarkan informasi yang diterimanya, barang-barang jamaah An Nur itu masih disimpan di dalam masjid. Tindakan yang dilakukan Pemerintah Timor Leste itu, dinilainya sangat tidak adil. Arham menegaskan, selama ini mereka tinggal berdampingan dengan warga Timor Leste. Namun, di negara pecahan Indonesia itu keberadaan umat Islam yang tinggal di Masjid An Nur dianggap ilegal. ''Padahal, kami memiliki surat resmi dari UNTAET,'' tandasnya. Sejak 1991, tutur dia, warga yang tinggal di sekitar Masjid An Nur tak pernah meninggalkan Timor Leste. Ia mensinyalir tindakan Pemerintah Timor Leste tersebut sebagai upaya untuk menghilangkan umat Islam dari wilayah yang diklaim Uskup Bello sebagai Vatikan kedua di dunia itu. Sebelum referendum digelar, umat Islam yang tinggal di Timor Leste jumlahnya mencapai 100 ribu jiwa. Kini, tutur Arham, di Kota Dili saja, umat Islam paling hanya tinggal 700 orang. Beberapa masjid di Dili, kini telah berubah menjadi kafe, bengkel, juga tempat penjualan minuman keras. Setelah Timor Leste merdeka, mereka berniat menjadi warga negara Timor Leste, tapi tak pernah disetujui Pemerintah Timor Leste. Warga Muslim di Timor Leste pun mengaku sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Indonesia yang tidak proaktif. Arham menyatakan telah mendatangi berbagai departemen untuk mengadukan nasib warga Muslim yang tinggal di Dili. Arham mengaku telah mengadu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Departemen Luar Negeri, Departemen Kehakiman, dan Komisi I DPR. Sayang, tutur dia, hingga kini belum ada upaya nyata dari pemerintah untuk membantu warga yang tinggal di sekitar Masjid An Nur. Menurut dia, apabila Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Timor Leste tak menyetujui deportasi terhadap jamaah Masjid An Nur, maka pemerintah setempat tak akan melakukan deportasi. Namun, sambung Arham, KBRI ternyata menyetujui deportasi tersebut. Dia juga menambahkan bahwa dua hari sebelum dideportasi pihaknya telah dimenangkan oleh pengadilan setempat. Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Irjen (Pol) Paiman, menjelaskan pihaknya akan mempelajari kasus tersebut. Jika masalah tersebut menjadi bagian dari kewenangan polisi, maka aparatnya akan meneruskan pemeriksaannya. Dia sendiri mengaku baru kemarin mendengar informasi soal itu. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

