Mr. Ambon..... emang sedikit berlebihan, nich.....
Kalo saya lagi pulas ya nggak kedengaran tuh bunyi adzan ... hehehehe...

Panggilan untuk Sembahyang umat Islam memang unik, yaitu adzan, berbeda dg
agama-agama lain
yg menggunakan isyarat lain spt : bedug, Lonceng, Kentongan dll.
Selain sebagai panggilan untuk sembahyang juga dikumandangkan untuk memuji
kebesaran Allah
dan sebagai Syiar Agama Islam. Adzan tdk monoton dan bisa di-improvisasi
intonasi nadanya oleh
si pengumandang, sehingga bisa terdengar indah.

Menurut cerita Almarhum Kakek saya, seorang Muslimin yg taat, sewaktu saya
kecil,
Adzan dikumandangkan pertama kali oleh seorang pengikut nabi Muhammad dr
Etiopia
(Saya lupa namanya).......di pinggir jalan perkemahan prajurit, berteriak
dg kedua tangan
di samping mulut,  tanpa Loudspeaker untuk mengingatkan waktu sholat.
Petunjuk waktu sholatnya adalah posisi matahari atau bintang di langit....

Loudspeaker dan Mikrofon, hasil pemikiran dan teknologi orang Kafir,
digunakan di masjid-masjid
baru di pertengahan abad 20 untuk menjangkau makin banyak orang.

Sejauh yg saya ketahui, di Turki bahkan di Pakistan juga Suara Adzan Masjid
tdk sekencang di Indonesia. Ini cerita orang Pakistan kenalan saya,
beragama Islam.
Bahkan dia merasa terganggu dengan suara adzan dan Pengajian di Masjid
dekat tempat tinggalnya...
Apalagi di Indonesia, di Jakarta khususnya, Setiap RW dg radius kurang dari
500 m, minimal ada 1 Masjid...

Jadi, bisa  dibayangkan kalau semua Masjid mengumandangkan adzan dlm waktu
yg hampir bersamaan
dg volume yg full.... Yg terdengar bukan keindahan suara Adzan lagi, tapi
sdh spt suara ribuan tawon pake
loudspeaker....Kebisingan....kontribusi polusi suara ??

Adzan hanyalah sarana untuk mengajak dan mengingatkan orang untuk sujud
menyembah-Nya.
Kalau mau dilihat dg jernih, setiap Muslimin dan Muslimat sdh mengetahui
tenggang waktu sholat...
sehingga adzan sebenarnya tdk terlalu diperlukan.
Misalnya sholat ashar dilakukan kira-kira antara pk. 3-an sampai 1/2 6,
Kalau punya kesadaran yg tinggi dan punya niat mau melaksanakan kewajiban
sholat,
suara adzan tdk terlalu diperlukan, toh??

Di sini bisa dikatakan bahwa  orang Turki dan Pakistan sdh lebih sadar akan
hak dan kewajiban diri
dan orang lain... dibdk orang Indonesia... bukan begitu??

Sekedar usulan kecil  :
1. Lebih baik Masjid yg mengumandangkan adzan dikoordinasi dan digilir di
masing-masing Kelurahan,
    2 atau 3 masjid saja yg mengumandangkan adzan untuk satu waktu sholat
supaya suara adzan
     terdengar merdu dan indah
2. Pengajian di Masjid atau ceramah di masjid selain jumatan tdk perlu
menggunakan Loudspeaker luar.
    Acara tsb lebih sering adlh acara orang yg hadir di Masjid pd saat itu.
Orang lewat ataupun orang yg di
    rumah amat sangat sedikit yg mendengarkannya, bahkan mungkin hampir tdk
ada yg mendengarkan.
    Selain itu, biaya listrik masjid menjadi lebih hemat dan masa pakai
alat-alat elektroniknya bisa lebih
    panjang.

Bagaimana??


Salam,

Arriko I








                                                                                
                       
                      Carla Annamarie                                           
                       
                                               To:       Arriko 
Indrawan/PRUIDN/IDN/[EMAIL PROTECTED] 
                      01/26/2005 11:57         cc:                              
                       
                      AM                       Subject:  Re: [ppiindia] Re: 
Enam Pura Dirusak Orang    
                                                Tak Dikenal                     
                       
                                                                                
                       




----- Forwarded by Carla Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 01/26/2005
11:58 AM -----
                                                                                
                       
                      abie zahra                                                
                       
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       
[email protected]                      
                      com>                     cc:                              
                       
                                               Subject:  Re: [ppiindia] Re: 
Enam Pura Dirusak Orang    
                      01/26/2005 11:50          Tak Dikenal                     
                       
                      AM                                                        
                       
                      Please respond to                                         
                       
                      ppiindia                                                  
                       
                                                                                
                       
                                                                                
                       





Ha...ha...ha......kocak cara berpikirnya, kayak Mr. Bean.
Hua.....ha....ha.....ha......huek!!  cuh!!!

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Di Turki yang berpenduduk 99,9% beragama Islam
ada peraturan pembatasan
keras suara LOUDSPEAKER, jadi tidak keras seenaknya seperti di Indonesia.
Pembatasan ini dibuat agar tidak menganggu orang yang membutuhkan istirahat

karena kerja shift, sakit  dsb. Bayangkan saja yang bekerja shift kalau
tidak tidur betul, bisa ngantuk-ngatuk di pekerjaan. Kalau ngatuk di tempat

kerja berarti bisa bekerja tidak betul, mudah membuat kesalahan jadi
produktivitas tidak optimal atau juga bisa mudah mendapat kecelakan di
pabrik. Kalau sopir bus ngantuk bisa membuat kecelakan lalu lintas atau
juga
membahayakan keselematan penumpang..

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 25, 2005 9:45 AM
Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal


>
> Sekali lagi tolong jangan diputar-putar bung,
> coba ikuti tulisan ini dari awal, yang di kritik itu bukan Azannya tetapi
> azan yang menggunakan Loud Speaker, (memang dalam tulisan ini saya lupa
> memasukkan kata "LOUDSPEAKER" )
> Sekali lagi yang saya kritik adalah penggunaan LOUDSPEAKER nya.
> tetapi kalau anda ikuti diskusi ini dan baca tulisan dibawah ini dengan
> benar, pasti diskusi ini menjadi menarik.
> Tetapi terserah anda semua sih, kalau mau jadi ISLAM yang terbuka, besar
> dan maju sebaiknya setiap kritik ditelaah dengan baik
> Kalau saya menganggap kritik atau realitas yang terjadi adalah masukan
> yang membuat kita dewasa, tetapi kalau dianggap menyerang ISLAM atau
> mediskreditkan ISLAM, maka saya kira tidak perlu dilanjutkan lagi diskusi
> ini, karena tidak akan ada berhentinya (setiap tesis pasti ada
> antitesisnya dan menimbulkan hipotesis yang baru).
>
> Wassalam,
>
> Samsi Darmawan
>
>
>
>
>
> "MHOEL" <[EMAIL PROTECTED]>
> 01/25/2005 03:20 PM
> Please respond to ppiindia
>
>        To:     <[email protected]>
>        cc:
>        Subject:        Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak
> Dikenal
>
>
>
>  Jangan berlebihan lah.....
>  Ini siapa yang harus mentoleransi siapa.
>
>  Tidak ada alasan untuk keberatan dengan orang2 yang menjalankan
> ibadahnya,
> apa lagi dilingkungannya sendiri.
>
>  Adzan adalah panggilan sholat untuk muslim. Masak manggil orang harus
> bisik2. Nyang bener aja.
>  Sama halnya dengan muslim di lingkuanganku yang nggak protes suara
> loceng
> gereja yang berdentang setiap jam 5 sore. Juga tidak ada yang protes
> ketika
> etnis tionghoa bakar dupa yang lidinya ditaruh di pintu masuk rumah.
Terus
> terang baunya nggak enak dan menganggu, tapi nggak ada tuh muslim di
> lingkungan ku yang protes.
>
>
>  ----- Original Message -----
>  From: <[EMAIL PROTECTED]>
>  To: <[email protected]>
>  Sent: Tuesday, January 25, 2005 2:23 PM
>  Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal
>
>
>  >
>  > Bung Rahman,
>  > Memang sampai saat ini belum ada umat Islam yang melakukan pengrusakan
>  > yang dilatar belakangi Azan, rasanya saya tidak bilang begitu, coba
> anda
>  > baca lagi.
>  > Begitu juga dengan yang protes, tidak pernah ada, tetapi yang
> berkeberatan
>  > banyak, mereka tidak berani ngomong terus terang karena takut.
>  > Sekali lagi karena takut.
>  > Dan saya katakan, mereka takut kalau menentang azan, akan dikira
> menentang
>  > Islam, dan menentang Islam berarti menentang mayoritas, dan akan
> berakibat
>  > pengrusakan rumah.
>  > Sekali lagi akan berakibat pengrusakan rumah yang protes apalagi kalau
>  > yang protes itu Cina.
>  > Memang bunyi azan itu cuma lima menit, tetapi kalau anda sedang
> enak-enak
>  > tidur lalu dibangunkan oleh suara gaduh apakan anda bisa tidur lagi?
>  > apakah tidak jengkel, (Misalnya tetangga anda menyetel Baghawad Gita
>  > keras-keras, jam 3 pagi selama 5 menit saja).
>  > lagipula Azan itu enak didengar hanya oleh umat Muslim, tetapi umat
> lain,
>  > pasti sebal mendengarnya. Jadi jangan mengukur keindahan itu
> menggunakan
>  > telinga anda.
>  > Kalau soal mencari alasan sih, ada sejuta alasan untuk mencari
> pembenaran,
>  > jadi saya tidak mau bahas soal ini.
>  > Ini soal toleransi, itu saja.
>  >
>  > Berita dibawah ini adalah sepotong berita kejadian di Rengas Dengklok
> 30
>  > Januari 1997
>  > (Sengaja saya quote bagian penting saja, karena beritanya panjang -
> contoh
>  > - dimana rumah orang cina dibakar karena merasa terganggu suara bedug)
>  > Sekali lagi ini cuma contoh
>  >
>  > Kepada Mutiara, sejumlah warga yang bermukim di seputar lokasi sumber
>  > kerusuhan dan Jalan Raya Rengasdengklok mengatakan, aksi protes
> anti-Cina
>  > mulai berkobar sekira pukul 04.00 WIB, menjelang makan sahur.
>  > Saat anak-anak Kampung Warudoyong memukul beduk di langgar untuk
>  > membangunkan warga sekitar, satu keluarga Cina di dekatnya menyatakan
>  > merasa
>  > terganggu oleh suara tersebut. Keluarga itu menegurnya dengan kasar.
>  > "Kaya'
>  > kelelawar saja. Kalau siang tidur, malam ribut...," kata Ari, 16
> tahun,
>  > warga Warudoyong.
>  > Samsi Darmawan
>  >
>  >
>  > ==================================
>  >
>  > ==> Saya pribadi belum pernah melihat ada org yg protes karena azan,
> rata2
>  > mereka memaklumi hal itu. Dan blm pernah ada pengrusakan rumah oleh
> umat
>  > islam dgn alasan menentang islam hanya karena pemilik rumah protes thd
>  > azan.
>  > Kalaupun ada, sebaiknya dilaporkan ke yg berwajib, krn telah melakukan
>  > tindakan semena2.
>  > Alhamdulillah warga non muslim di lingkungan saya begitu toleran thd
> azan.
>  > Dan saya jg temukan toleransi spt ini di banyak tempat.
>  > Azan itu sendiri tdk terlalu menggangu, karena seruan azan tdklah lama
> (
>  > kurang lebih 5 menit ) dan umumnya suara azan itu di serukan oleh org2
> yg
>  > memiliki suara / bisa membawakan azan dgn indah / enak didengar.
>  > Penggunaan loudspeaker itu sendiri hanya sebatas sbg alat bantu agar
> suara
>  > muadzin bisa lebih optimal di dengar oleh umat yg berada cukup jauh.
> Dan
>  > itu sah saja, meski memang bukan bagian dari tradisi islam.
>  > Sama halnya jika ada umat yg menuju masjid untuk sholat dgn
> menggunakan
>  > sepeda motor. Tujuannya supaya bisa lebih cepat dan efisien, meski
> sepeda
>  > motor bukan bagian dr tradisi islam, dan itu sah saja. <==
>  >
>  > salam
>  > Rahman
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  > [Non-text portions of this message have been removed]
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>
***************************************************************************
>  > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>  >
>
***************************************************************************
>  >
>
__________________________________________________________________________
>  > Mohon Perhatian:
>  >
>  > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
>  > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
>  > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
>  > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>  > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>  > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  >
>  > Yahoo! Groups Links
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
>3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.




---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links

















------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke