MBak,

Kalau romo Magnis ini mengungkapkan apa yang dia imani, yang dia 
PRIBADI anggap benar, itu adalah haknya. Kita semua mengimani apa 
yang anggap benar. Itu masalah kita. Kita secara pribadi boleh saja 
katakan, tak ada universalisme agama. Hak pribadi bukan?

Namun dalam panggung umum mengatakan, hanya ajaranku yang benar, dan 
menampik univertsalisme agama, lalu apa yang harus dikatakan sang 
pendengar yang kebetulan tak seanutan?

Repot kan?

FYI: apa yang ditampik romo Magnis itu, adalah diputuskan dalam 
konsili II (Vaticanum II), yakni ada penyelamatan diluar Kristus. 
Tetapi oleh sri Paus yang sekarang ditolak. Juga seruan beruluran 
tangan antar agama Kristen (Katholik, Protestant, Yunani Orthodox), 
yang diputuskan dalam konsili Vatican II (tahun 60an awal), ditarik 
sri Paus.

Jadi, apa yang benar atau tidak bagi suatu agama, juga merupakan 
aluran ombak waktu, terkadang pasang terkadang surut.

Yang penting menurut saya, disamping hal2 yang dianggap mutlakbenar 
disetiap agama, kita akui, adanya kebenaran universal disetiap agama: 
adanya Tuhan yang Mahakuasa, kewajiban manusia berbuat luhur dan 
mulia dan menjauhi segala tindakan buruk. Malah inilah yang 
terpenting, dan..menyatukan kita semua insan Ilahi.

Isteriku Katholik, saya Protestant, lalu Paus menggelegar dari atas 
mimbar, katakan: "Wahai umatku, janganlah beribadat menerima hostia 
bersama mereka yang bukan umat kita". Lalu? Kami harus kegereja 
sendiri2?

Manusiawi?

Salam

danardono

--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> Mbah,
> Kalau saya nih mbah ada yang saya tolak dan ada yang saya terima 
> dari Pluralisme Agama. Buat saya ke fanatikan itu perlu dalam 
> berakidah tapi tidak dalam menjalin kerukunan hidup umat beragama 
> (bukan kerukunan hidup beragama). Ada lagi istilah Fikih Lintas 
> Agama, lalu ada yang bertanya apa di dalam agama lain ada fikih?
> 
> Pada intinya saya menghargai usaha2 orang yang ingin mensejajarkan 
> agama-agama, tapi memaksakan untuk menyamakannya juga salah kaprah, 
> karena tetap saja ada perbedaannya. Yang penting adalah bagaimana 
> kita bisa menghargai perbedaan tanpa memaksa keyakinan masing2.
> Kalau AlQur'an bilang "Bagimu agama mu, bagiku agama ku". 
> 
> --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Kalau Franz Magnis alias Suseno (doeloe frater saya di Canisius, 
> > sebelum ditahbiskan menjadi romo), mengatakan:
> > 
> > ----------
> > "Paham `Pluralisme Agama', menurut Frans Magnis, jelas-jelas 
> ditolak 
> > oleh Gereja Katolik. Pada tahun 2001, Vatikan menerbitkan 
> > penjelasan "Dominus Jesus." Penjelasan ini, selain menolak 
> > paham `Pluralisme Agama', juga menegaskan kembali bahwa Yesus 
> Kristus 
> > adalah satu-satunya pengantaran keselamatan Ilahi dan tidak ada 
> orang 
> > yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Di kalangan Katolik 
> > sendiri, "Dominus Jesus" menimbulkan reaksi keras. Frans Magnis 
> > sendiri mendukung "Dominus Jesus" itu, dan menyatakan, 
> bahwa "Dominus 
> > Jesus" itu sudah perlu dan tepat waktu. .."
> > ----------------
> > 
> > Maka tak heran kalau kita akan gebuk2an terus. darimana dia 
> mengambil 
> > theori yang congkak ini? Orang Kristen boleh boleh saja 
menganggap 
> > Dominus Yesus (Tuhan Yesus) sebagai satu2nya kebenaran, tetapi 
ini 
> > tak dapat dipaksakan kepada umat lain. Kepafa Islam tidak, kepada 
> > umat Buddha tidak, kepada umat Hindu tidak, kepada umat Shik 
> tidak. 
> > Kepada umat Hindu Bali tidak.
> > 
> > Dia boleh saja beranggapan, bahwa hanya melalui Kristus orang 
> sampai 
> > ke Bapak atau ke Tuhan, lalu orang Buddha, orang Muslim semua 
akan 
> > menukik ke neraka? Bagaimana dengan umat Protestant? juga masuk 
> > neraka?
> > 
> > Jadi sia sia dong menjadi manusia yang baik?
> > 
> > Dimana lalu peran manusia sebagai manusia? Kita menolak 
> kefanatikan 
> > sebagian saudara umat islam, lalu dia sendiri menganjurkan 
> > kefanatikan yang demikian eksklusif?
> > 
> > Bung mau kemana kau?
> > 
> > Salam damai saling hormat
> > 
> > Danardono
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote:
> > > Bagaimanapun seorang berjuang dan bergerak dengan satu 
> kebenaran. 
> > Pluralisme adalah pemaksaan sesuatu yang sudah menjadi 
> > sunatullah.Pluralisme meniadakan kebenaran yang hakiki dan satu. 
> > Membuat manusia kehilangan identitas, entitas dan jati 
> dirinya.Dengan 
> > kekuatan akal serta segala keterbatasan yang dimiliki, manusia 
> > hendaknya terus membuka diri mencari kebenaran sejati. Sampai dia 
> > menemukan, meyakini, mengamalkan, memperjuangkan dan menggapai 
> > kebangkitan sempurna.Yakni sesuatu kebenaran yang sesuai fitrah, 
> > menentramkan jiwa dan memuaskan akal.
> > >  
> > > http://www.hidayatullah.com/modules.php?
> > name=News&file=article&sid=1724
> > > 
> > > 
> > > "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
> > > Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan 
> seorang 
> > individu dari satu keadaan ke arah yang lebih baik
> > > 
> > > 
> > > 
> > >           
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > >  Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke