Semoga keinginan Badawi agar Islam bangkit dari Malaysia dan 
Indonesia tidak sirna karena adanya 'penawaran' dari Shell akan 
kasus perairan ambalat tsb.

Wassalam,
*************
REPUBLIKA, 16 Maret 2005
Badawi
Asro Kamal Rokan

Istana Putra Jaya layaknya sebuah bangunan masjid yang megah. Satu 
kubah besar berwarna hijau dikelilingi beberapa kubah kecil, seakan 
mau menjelaskan kepada setiap orang yang melihatnya: kami Islam dan 
kami percaya kemajuan, martabat akan bersinar dari sini.

Di sebelah kanan istana, berdiri masjid megah. Kubahnya berarsitektur
Turki --mengingatkan masa kejayaan Bani Abbasiyah, yang menguasai 
Eropa dan memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia modern. Di 
sisi kanan masjid, terhampar danau yang berair jernih, restoran, dan 
taman yang luas.
Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, membuka gorden yang
menutup jendela kamar kerjanya. Dari ruang kerjanya, yang bergaya 
Melayu, Badawi mengatakan kepada kami: dari kantor ini negara 
diurus, dan di sana (ia menunjuk masjid) akhirat kita tuju.

Ada kemauan dan semangat dari PM Badawi untuk mewujudkan 
keinginannya itu --sebuah visi. Pemahamannya pun sangat kuat 
terhadap Islam. Ketika Din Syamsuddin mengingatkan kembali pendapat 
Fazlur Rahman bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia dan 
Malaysia --karena Timur Tengah semakin sulit diharapkan akibat 
konflik yang tak sudah-- Badawi menyambutnya dengan sebuah buku 
panduan pembangunan Malaysia ke depan.
Buku itu berjudul: Konsep Islam Hadhari.

Badawi bangga menjelaskan konsep Islam Hadhari itu. Ia mengampanyekan
konsep tersebut pada setiap tamunya. Ia terlihat percaya bahwa inilah
jalan yang harus ditempuh untuk menuju baldatun toyyibatun wa robbun
ghafur --negara dengan kebajikan dan ampunan Allah.

Konsep Hadhari atau civilizational Islam didefinisikan Badawi sebagai
pendekatan Islam yang lebih lengkap dan menyeluruh, tidak terpisah-
pisah, seperti Islam bersifat politik (al-Islam al-Siyasi), atau 
Islam bersifat tasawwuf (al-Islam al-Sufi). Konsep Hadhari 
meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bertamadun, dan mempunyai 
peradaban yang unggul dalam menghadapi globalisasi, teknologi 
informasi, ekonomi global, budaya materialisme, krisis indentitas, 
dan penjajahan pemikiran.

Visi Islam Hadhari, bagi Badawi --putra seorang ulama-- bertujuan
menciptakan Malaysia sebagai contoh negara Islam, yang maju. 
Masyarakat berilmu, mahir, terampil, berakhlak berlandaskan 
pendekatan Islam yang universal, bertamadun, toleransi, dan 
berimbang. Badawi menginginkan konsep ini dapat melahirkan individu 
dan masyarakat Islam yang memiliki kekuatan spiritual (rohani), 
akhlak, intelektual, material, mampu berdikari, berdaya saing 
tinggi, melihat ke depan, inovatif, rasional, praktikal, dan damai. 
Dalam tataran negara, konsep ini mendorong sistem ekonomi, sistem 
keuangan yang dinamis, dan pembangunan terpadu serta
seimbang.

Ada 10 butir prinsip untuk mewujudkan Hadhari itu: Keimanan dan 
ketakwaan kepada Allah; negara adil dan amanah; rakyat berjiwa 
merdeka; penguasaan ilmu pengetahuan; pembangunan ekonomi seimbang 
dan komprehensif; kehidupan berkualitas; pembelaan hak kelompok 
minoritas dan wanita; keutuhan budaya dan moral; pemeliharaan sumber 
daya alam; dan kekuatan pertahanan.

Konsep Islam Hadhari --yang disebut Badawi bukan agama baru, bukan 
ajaran baru, bukan mazhab baru, melainkan pendekatan baru yang 
berlandaskan Alquran dan assunnah-- muncul dari keprihatinan atas 
kemunduran umat Islam sejak abad ke-12. Persepsi sebagian besar umat 
Islam, setelah berakhirnya masa gemilang tersebut, menurut Badawi, 
lebih kepada aspek ibadah semata-mata. Meski dipahami bahwa Islam 
adalah cara hidup, namun Islam hanya ditampilkan dalam bentuk slogan 
dan retorika. Sebagian umat Islam sulit memasukkan agenda 
pembangunan umat, peradaban bangsa, dan keutuhan negara sebagai 
bagian dari ruang lingkup ''agama'' sebagaimana yang
dikehendaki Islam.

Konsep Abdullah Badawi itu tentu dapat saja diperbincangkan, tapi ia 
tidak sekadar bercita-cita, melainkan telah melangkah untuk 
mengangkat kembali kejayaan Islam. Ia menginginkan Islam bangkit 
dari Malaysia dan Indonesia. Badawi telah memulai di saat kita masih 
saja berdebat, menimbang-nimbang dengan perasaan tidak yakin bahwa 
sesungguhnya Islam adalah jalan keluar satu-satunya dari kebuntuan.

Badawi membuka jendela ruang kerjanya. Masjid yang indah dan megah
terlihat jelas. Udara Putra Jaya cerah. Dan, setelah berbicang-
bincang, Badawi mengantarkan kami --tamu-tamunya-- turun melalui 
lift. Kami meluncur cepat ke bawah, sedangkan Badawi kembali 
bekerja. Terasa berbeda.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke