Mas Danar,
Ya sebuah ide yang bagus.saya sepakat. 
Begitulah jika seluruh umat islam di dunia bersatu dalam negara islam (al 
khilafah). Melaksanakan islam dalam segala aspek baik politik, ekonomi, budaya, 
sosial dll tak sekedar ibadah ritual. Dia bisa berjaya selama berabad-abad 
yakni sekitar 13 abad lebih, hingga 3 Maret 1924 lalu, khilafah atau daulah 
atau orang salah kaprah mengatakan imperium utsamaniyah runtuh.Apakah sejarah 
yang gemilang ini luntur begitu saja, sedang bangunan Taj Mahal (bukti islam 
masuk india), Masjid Cordova (bukti islam dipeluk diSpanyol yang sekarang jadi 
museum), saksi2 bisu yang tak bisa dikatakan satu persatu itu tak cukup menjadi 
saksi sejarah. Lebih 13 abad islam berjaya, dan ini bukan utopia. Adakah 
sejarah itu disembunyikan, seperti pelajaran sejarah   dibangku sekolah SD, 
SMP, SMU yang banyak dimanipulasi demi sebuah kepentingan. Demi melanggengkan 
kekuasaan tertentu.
 
Maka sejak negara islam yang tinggal secuil di turki  pun runtuh (03031924), 
umat islam tepecah belah menjadi 50 negara kecil, arab saudi, irak, iran, 
mesir, indonesia, malasyia, libya, turki, yordania, uzbektstan, qirkistan, 
khasmir, palestina, afghanistan, pakistan, maroko, dll. Mereka saling berebutan 
kekuasaan yang dulu adalah satu wilayah kesatuan, karena kepentingan pribadi, 
politis, bangsa ,penjajah, kapitalis dll. Mereka ibarat anak ayam kehilangan 
induk, dan serigala mudah mengacak2, mengadudomba, menghancurkannya.
 
50 negeri kecil ini secara de facto dan de jure tak bisa dikatakan sebuah 
negara islam, meski diantaranya mengambil asas islam. Sebab ada syarat lain, 
yakni  aturan semua kehidupannya diatur islam (tak masalah mayoritas 
penduduknya bukan muslim atau memeluk agama lain, karena hak dan kewajibannya 
sama dengan muslim kecuali jihad. Umat yang bukan islam malah tak wajib membela 
negara). Dimana pula kekuatan militer 100% berada di tangan negara tersebut, 
tidak dikendalikan negara asing lain baik de jure atau de facto. So, adakah 
sekarang negara islam, maka saya berani menjawab tak ada. 
 
Sebuah renungan buat kita bersama : 
 
Tak malukah kita sekarang, sebagai umat islam memilih agama ini karena alasan 
kesempurnaannya dalam memiliki aturan disegala aspek kehidupan.Akan tetapi 
ketika kita telah melangkah luar rumah, dikantor, dijalan, di bidang 
pemerintahan, di bidang ekonomi, pernikahan dll, Islam dicampakkan di keranjang 
sampah.Disimpan dikantong, bila ada yang mengatakan menurut islam begini 
begitu, orang sering berujar jangan terlalu fanatik lah, jangan sok alim, agama 
jangan dibawa-bawa.  I don't know what happen. Mungkinkah agama hanya punya 
sedikit pengaruh pada kehidupan seseorang atau bahkan hanya simbol di KTP. 
Mungkinkah jika begini, Allah mau menerima keimanan dan amal kita yang 
malu-malu dan segan-segan melaksanakan ajaran-Nya. 
 
wallahu'alam. Mari kita bersama berusaha terus belajar dan memperbaiki diri.
 
 

RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Sebuah idee yang bagus. 

Hanya kenyataan realpolitis seringkali menghindari penghayatan agamis 
dalam tindak ketatanegaraan. Ini kita lihat dalam sejarah. Negara 
negara Eropa pada abad ke XIX juga masih bersadarkan tuntunan agama 
dalam mengatur negara, semua Kristiani, namun tetap saja, kepentingan 
negara negara dalam keseharian, seringkali ber-hadap-hadapan.

Perang tigapuluh tahun (1618 - 1648) di Eropa antara negara negara 
Kristen melawan negara negara Kristen, juga Perang Dunia II, antara 
negara negara seagama, memberikan bukti.

Kita lihat Malaysia dan Indonesia. Banyak kepentingan negara, baik 
politis maupun ekonomis, yang tak selalu sejajar. Dan, bagaimanapun, 
tapalbatas negara seringkali lebih dekat pada kita, daripada batas 
akidah.

Di Timur tengah kita lihat benturan antara Lebanon dan Syria. Negara 
negara Islam penghasil minyak kaya di Timur tengah mempunyai titik 
pijak yang sangat berbeda dengan negara negara Islam lainnya disana, 
yang miskin dan menghadapi masalah ekonomi yang gawat. 

Agama, dalam ribuan tahun setelah didirikan, belum pernah menyatukan 
bangsa bangsa. Sedih tapi nyata.

Salam

danardono


--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> Semoga keinginan Badawi agar Islam bangkit dari Malaysia dan 
> Indonesia tidak sirna karena adanya 'penawaran' dari Shell akan 
> kasus perairan ambalat tsb.
> 
> Wassalam,
> *************
> REPUBLIKA, 16 Maret 2005
> Badawi
> Asro Kamal Rokan
> 
> Istana Putra Jaya layaknya sebuah bangunan masjid yang megah. Satu 
> kubah besar berwarna hijau dikelilingi beberapa kubah kecil, seakan 
> mau menjelaskan kepada setiap orang yang melihatnya: kami Islam dan 
> kami percaya kemajuan, martabat akan bersinar dari sini.
> 
> Di sebelah kanan istana, berdiri masjid megah. Kubahnya 
berarsitektur
> Turki --mengingatkan masa kejayaan Bani Abbasiyah, yang menguasai 
> Eropa dan memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia modern. 
Di 
> sisi kanan masjid, terhampar danau yang berair jernih, restoran, 
dan 
> taman yang luas.
> Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, membuka gorden yang
> menutup jendela kamar kerjanya. Dari ruang kerjanya, yang bergaya 
> Melayu, Badawi mengatakan kepada kami: dari kantor ini negara 
> diurus, dan di sana (ia menunjuk masjid) akhirat kita tuju.
> 
> Ada kemauan dan semangat dari PM Badawi untuk mewujudkan 
> keinginannya itu --sebuah visi. Pemahamannya pun sangat kuat 
> terhadap Islam. Ketika Din Syamsuddin mengingatkan kembali pendapat 
> Fazlur Rahman bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia 
dan 
> Malaysia --karena Timur Tengah semakin sulit diharapkan akibat 
> konflik yang tak sudah-- Badawi menyambutnya dengan sebuah buku 
> panduan pembangunan Malaysia ke depan.
> Buku itu berjudul: Konsep Islam Hadhari.
> 
> Badawi bangga menjelaskan konsep Islam Hadhari itu. Ia 
mengampanyekan
> konsep tersebut pada setiap tamunya. Ia terlihat percaya bahwa 
inilah
> jalan yang harus ditempuh untuk menuju baldatun toyyibatun wa robbun
> ghafur --negara dengan kebajikan dan ampunan Allah.
> 
> Konsep Hadhari atau civilizational Islam didefinisikan Badawi 
sebagai
> pendekatan Islam yang lebih lengkap dan menyeluruh, tidak terpisah-
> pisah, seperti Islam bersifat politik (al-Islam al-Siyasi), atau 
> Islam bersifat tasawwuf (al-Islam al-Sufi). Konsep Hadhari 
> meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bertamadun, dan mempunyai 
> peradaban yang unggul dalam menghadapi globalisasi, teknologi 
> informasi, ekonomi global, budaya materialisme, krisis indentitas, 
> dan penjajahan pemikiran.
> 
> Visi Islam Hadhari, bagi Badawi --putra seorang ulama-- bertujuan
> menciptakan Malaysia sebagai contoh negara Islam, yang maju. 
> Masyarakat berilmu, mahir, terampil, berakhlak berlandaskan 
> pendekatan Islam yang universal, bertamadun, toleransi, dan 
> berimbang. Badawi menginginkan konsep ini dapat melahirkan individu 
> dan masyarakat Islam yang memiliki kekuatan spiritual (rohani), 
> akhlak, intelektual, material, mampu berdikari, berdaya saing 
> tinggi, melihat ke depan, inovatif, rasional, praktikal, dan damai. 
> Dalam tataran negara, konsep ini mendorong sistem ekonomi, sistem 
> keuangan yang dinamis, dan pembangunan terpadu serta
> seimbang.
> 
> Ada 10 butir prinsip untuk mewujudkan Hadhari itu: Keimanan dan 
> ketakwaan kepada Allah; negara adil dan amanah; rakyat berjiwa 
> merdeka; penguasaan ilmu pengetahuan; pembangunan ekonomi seimbang 
> dan komprehensif; kehidupan berkualitas; pembelaan hak kelompok 
> minoritas dan wanita; keutuhan budaya dan moral; pemeliharaan 
sumber 
> daya alam; dan kekuatan pertahanan.
> 
> Konsep Islam Hadhari --yang disebut Badawi bukan agama baru, bukan 
> ajaran baru, bukan mazhab baru, melainkan pendekatan baru yang 
> berlandaskan Alquran dan assunnah-- muncul dari keprihatinan atas 
> kemunduran umat Islam sejak abad ke-12. Persepsi sebagian besar 
umat 
> Islam, setelah berakhirnya masa gemilang tersebut, menurut Badawi, 
> lebih kepada aspek ibadah semata-mata. Meski dipahami bahwa Islam 
> adalah cara hidup, namun Islam hanya ditampilkan dalam bentuk 
slogan 
> dan retorika. Sebagian umat Islam sulit memasukkan agenda 
> pembangunan umat, peradaban bangsa, dan keutuhan negara sebagai 
> bagian dari ruang lingkup ''agama'' sebagaimana yang
> dikehendaki Islam.
> 
> Konsep Abdullah Badawi itu tentu dapat saja diperbincangkan, tapi 
ia 
> tidak sekadar bercita-cita, melainkan telah melangkah untuk 
> mengangkat kembali kejayaan Islam. Ia menginginkan Islam bangkit 
> dari Malaysia dan Indonesia. Badawi telah memulai di saat kita 
masih 
> saja berdebat, menimbang-nimbang dengan perasaan tidak yakin bahwa 
> sesungguhnya Islam adalah jalan keluar satu-satunya dari kebuntuan.
> 
> Badawi membuka jendela ruang kerjanya. Masjid yang indah dan megah
> terlihat jelas. Udara Putra Jaya cerah. Dan, setelah berbicang-
> bincang, Badawi mengantarkan kami --tamu-tamunya-- turun melalui 
> lift. Kami meluncur cepat ke bawah, sedangkan Badawi kembali 
> bekerja. Terasa berbeda.





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



"Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang individu 
dari satu keadaan ke arah yang lebih baik



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke