Mas Ari, 
Terima kasih atas infonya. Ya, saya percaya up to some point,
konspirasi itu ada (pernah saya tulis di imel saya sebelumnya). Cuma
pembuktiannya yg susah. Banyak bukti pro-kontra berseliweran apalagi
dizaman internet ini. Kita sendiri yg harus pandai2 memfilter.

Nah, ttg John Perkins ini, yang saya ingin tau adalah kebenaran isi
bukunya itu. 100% kah? atau misalnya cuma 30% dan ditambahi bumbu2?
Karena walaupun misalnya dia pernah kerja di NSA tapi dia njeplak aja
dg motivasi yg dia sendiri yg tau, kan bisa aja. Kalau ada temen
mahasiswa kerja jadi informan BIN misalnya, dia tahu 10% tapi bisa
berlagak tau 100% gimana? Saya tidak ingin dibodohi. Makanya saya
pengen tau siapa Perkins ini atau apakah ada thesis dan anti-thesis
lain yg mendukung/menolak paparannya.

Konspirasi tingkat tinggi spt usaha menjatuhkan pemerintahan pasti ada
grand design-nya yg diketahui oleh hanya sedikit sekali orang. Orang2
level lapangan cuma tau sedikit sekali bahkan bisa dijadikan alat atau
dibohongi oleh yg menugaskan juga. Kita bisa liat dan mencoba
menghubung2kan puzzle ini kalau ada kejadian kasat mata juga: Iraq dan
Afghan misalnya. 

Soal penjeratan utang, well, nggak mudah buat saya membeli sepenuhnya
cerita Perkins ini. Mungkin kasuistik. Karena lembaga besar macam WB
juga dihuni oleh ratusan/ribuan scholars yang tentunya sulit dicap sbg
semua bodoh dan jahat. Kalau mereka "bernafsu" minjemin uang dalam
jumlah yg lebih dari yang diperlukan negara tsb, maka mesti dicari
tau, apa yg dilakukan negara ybs? Kenapa mau? 

Dalam banyak kasus, saya liat justru negara ybs minta pinjaman lebih
besar spy sebagian bisa masuk kantong pejabatnya. Setelah negosiasi
alot, dan disepakati, sering saya liat, para staf lembaga kreditur tsb
ingin tidak ada korupsi tetapi tidak berdaya. Ada bbrp cerita bahwa
pejabat negara ybs melobi lsg ke Washington spy tidak diganggu2
"proses" pelaksanaan bantuan oleh staf yg ditempatkan dinegaranya.
Nah, ada bbrp sebab kenapa HQ menyetujui lobi pejabat. 

Kira2 sebulan yl, dalam suatu sesi diskusi bersama salah satu direktur
WB, saya tanyakan: WB tahu kalau Indonesia banyak mengkorupsi pinjaman
WB, kenapa tetap dipinjami? Sekarang anggaran kami jadi terjepit
karena tingginya beban membayar cicilan bunga (sebenarnya jumlah utang
ke WB dan IMF sendiri masih kecil dibandingkan keseluruhan utang) dan
generasi kami dan generasi masa depan yg menanggung akibatnya.
Apa jawabannya? Nggak jelas... yg jelas dia bilang: Indonesia negara
besar, kalau mau berubah harus mulai dari Indonesianya sendiri, kami
terlalu kecil untuk merubahnya.

Saya kecewa dg jawabannya, selesai diskusi, saya protes sama prof saya
yang mantan direktur WB juga. Saya bilang: he didn't answer my
question. Prof saya tertawa: of course, nobody would answer such
question. Tapi kemudian scr pribadi dia menjelaskan panjang lebar
kasus2 Indonesia. 

Saya cerita ini bukan karena saya ingin membela kreditor, dalam banyak
hal mesti diketahui juga bahwa komponen bantuan ada yg berupa grant
artinya bukan utangan. Seperti berkali2 saya bilang sebelumnya: kalau
marah kita harus proporsional dan objektif. Jangan salahkan orang
untuk kesalahan yg tidak dia lakukan. 

Balik lagi ke buku Perkins, kalau buku itu mengandung kebenaran 100%
-logika saya- harusnya sudah menjadi pembicaraan dimana2 oleh orang2
yg berkompeten. Seperti kasus2 watergate, iraq, israel, dll. Tapi kok
sepi2 aja disana? Atau Mas Tony bisa membantu? Saya tidak suka asal
percaya dg website2 yang tidak jelas juga referensinya. Di koran2
ternama US tidak ada saya temukan pembahasan isi buku tsb (atau
terlewat oleh saya?) 

Terserah masing2 mau percaya atau tidak soal cerita Perkins ini. Tapi
saya tidak mau asal percaya karena saya membenci ("jangan sampai
kebencianmu thd suatu kaum mengakibatkan kamu bersikap tidak adil thd
mereka"). Dan saya juga sedikit banyak melihat dg mata kepala sendiri
beberapa kasus yg menyangkut hubungan bi- atau multi-lateral. 

salam,

fau

--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mbak Fau,
> 
> Kalo di jaman bung karno ada pilot Amerika
> yang pesawatnya jatuh ketembak waktu
> mau ngebom istana presiden di bogor
> dan tertulis dalam buku biografi bung Karno
> "Penyambung Lidah Rakyat" Cindy Adams,
> ini berarti beneran gak ?
> 
> Pesawatnya kalo nggak salah dihajar oleh Leo Wattimena,
> boss boss yang udah berumur seperti pak Danar atau
> Andras mihardja silakan kasih keterangan yang jelas.
> 
> Ini jadi insiden.  Dan pilot yang ketangkep itu, istrinya 
> sampai datang meminta sendiri ke Bung Karno supaya
> suaminya dibebaskan.  
> 
> Kalo mau searching buku 30 Tahun Indonesia merdeka, 
> berita koran juga ada tentang hal ini.
> 
> salam,
> Ari Condro





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke