Hukuman "barbar" itukan hanya dikenakan pada
"PENJAHAT". Jika tidak berbuat jahat tidak akan kena.

Hukuman potong tangan bagi koruptor itu lebih baik.
Lebih murah memberi makan 1 orang, ketimbang koruptor
itu korupsi trilyunan rupiah dan menyengsarakan jutaan
orang. Contoh, penelitian LPEMUI menyatakan korupsi di
Bea Cukai sebesar Rp 7 trilyun. Kalau dibagikan Rp 1
juta per orang kan ada 7 juta rakyat yang dapat
menerimanya.

Nah karena dikorupsi, maka yang 7 juta itu tak dapat
bagian, akhirnya sebagian mati busung lapar.

Jadi lebih baik memotong tangan koruptor daripada
korupsi merajalela. Penjara sudah tidak efektif
lagi...


--- irwank2k2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> --- In [email protected], "kim3hook"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Hukum moderen itu bukan berdasarkan emosional.
> > Jika si pencuri/koruptor itu dipotong tangannya,
> dia
> > akan menjadi beban masyarakat karena kapasitas sbg
> > manusia yang normal tidak akan bisa bekerja lagi
> dg
> > tangannya, bilamana dia sadar atas kesalahannya.
> 
> IMHO, masalahnya bukan pada jenis hukuman itu
> emosional, 
> barbar atau tidak; tapi pada keberpihakan jenis
> hukuman tadi
> pada pelaku kejahatan.
> 
> Problem berikutnya, dengan penegakan hukum seperti
> sekarang,
> rasanya hukuman model begitu memang belum waktunya
> diterapkan.
> Yang lebih mendesak adalah pembersihan aparat
> penegak hukum
> (hakim, jaksa, penyidik) dan pihak" terkait (mis:
> pengacara).
> 
> Karena kalau tidak, nantinya yang mencicipi
> 'nikmat'-nya hukuman
> tersebut hanya wong cilik lagi.. yang amat lemah
> posisinya di mata
> hukum tanpa 'bargaining position' apapun.
>  
> > Ada baiknya kita sebagai generai baru Indonesia,
> kita
> > buang hukum yang barbar dan menydutkan kehidupan
> > seseorang
> 
> Bagaimanapun juga, kita amat dipengaruhi latar
> belakang (pendidikan,
> lingkungan, pengalaman hidup) yang  membentuk
> 'kepentingan' kita.
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
>  
> > --- In [email protected], A Nizami
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Saya setuju hukuman cambuk, karena lebih
> efektif.
> > > Hukum cambuk mampu membangkitkan rasa malu bagi
> pelaku
> > > kejahatan. Kalau hukuman penjara, selain buang
> duit
> > > untuk makan dan nginap narapidana, juga jadi
> sarang
> > > homoseks. Di penjara, para penjahat bisa saling
> kenal
> > > satu sama lain dan membuat jaringan mafia.
> > > 
> > > Untuk koruptor kakap, selain dicambuk, dipotong
> tangan
> > > lah biar kapok.
> > > 
> > > Salam
> > > 
> > > 
> > > --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > 
> > > > Makanya tugas kita semua supaya hukum cambuk
> > > > (syariah?) ini berlaku 
> > > > buat rakyat gede/kelas kakap juga,
> didepartemen
> > > > apapun, siapapun.
> > > > Mungkin or gak mungkin, bergantung rakyatnya
> > > > juga...memang. Kan 
> > > > idealnya kekuasaan berada ditangan
> > > > rakyat...he..he...
> 
> 
> 


Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke