he..he..heee...
sebetulnya yg layak dapat 'stempel' miskin itu siapa ya? kalo menurut aku bukan 
rakyat deh.. looooh.. rakyat kalo punya hutang paling2 sekian juta.. atau 
sekian puluh juta.. nah yg punya hutang ribuan triliun?? hoaaaaaaaaa.. tatut 
ahhh..
maka dari itu.. seperti yg saya tulis sebelumnya.. RS di jakarta selatan tadi.. 
telah membuat inisiatif, pengadaan bangsal bagi pengobatan gratis.. bener2 
gratis lohhh.. tapi tentu diharapkan juga.. bagi yg mampu membayar (dan ini 
sebenernya banyak juga).. memilih kamar yang sesuai.. agar subsidi silang dapat 
berjalan sesuai yang diharapkan oleh pengelola RS tsb. dan juga mudah2an 
inisiatif ini diikuti oleh RS-RS yang lainnya.. amiin.
sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita adalah ayat2-NYA 
semata, bagaimana kita menyikapinya, bagaimana kita memahaminya, bagaimana kita 
menghadapinya.. bagaimana kita melaluinya..
wallahu'alam

-----Original Message-----
From: A Nizami [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 27 Juli 2005 11:32
To: [email protected]
Subject: RE: [ppiindia] Re: Bayi Berusia Seminggu "Dipingpong" Enam Rumah Sakit


Itulah masalahnya.
Bagi orang kelas menengah murah mungkin masih
terjangkau. Tapi bagi orang miskin, misalnya seperti
bapaknya Khaerunnisa yang cuma punya Rp 6 ribu di
kantong, itu tidak terjangkau.

Kalau gratis penuh. Kalau dimurahkan (Rp 500 ribu per
opname?), maka yang tidak punya uang silahkan mati
tanpa dapat pelayanan kesehatan.

Ada yang namanya "Public Service" atau pelayanan umum.
Ini sebagai balas jasa negara kepada rakyat yang telah
membayar pajak. Perlukah kita memikirkan ini?

--- Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> mari kita semua berprasangka baik..:)
> yg aku dengar dari sebuah RS di jakarta selatan,
> setelah MenKes mengumumkan, pengobatan gratis bagi
> orang miskin, RS tsb merencanakan dan akan
> merealisasikan pembangunan bangsal2 khusus bagi
> pengobatan gratis, artinya untuk itu tidak
> disediakan dalam kamar2 tapi dirawat di bangsal yg
> berisi banyak pasien.. ini menghindari, yg sering
> terjadi, pasien sebetulnya mampu tapi memilih yg
> paling murah biaya rawatnya.. seperti kelas-3..
> kejadian seperti ini yg menyebabkan kelas-3 yg
> dianggap masyarakat berbiaya murah, menjadi susah
> untuk mendapatkannya.. selalu penuh.. RS tsb memang
> menerapkan biaya per kelas, biaya inap dan biaya
> obat serta biaya dokter berbeda berdasarkan kelas..
> lebih tinggi kelas lebih mahal.. istilahnya kalo gak
> salah dengar.. perbedaan harga diperlukan untuk
> subsidi silang.. (mungkin ada yg bisa menjelaskan
> ttg ini)
> mudah2an, akan ada perubahan untuk kebaikan bagi
> kita bersama dalam masalah berobat di RS di negeri
> ini.. amiin..
> wassalam,
>  
> 
> -----Original Message-----
> From: A Nizami [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 27 Juli 2005 9:35
> To: [email protected]
> Subject: Re: [ppiindia] Re: Bayi Berusia Seminggu
> "Dipingpong" Enam Rumah Sakit
> 
> 
> Harusnya ketika rakyat miskin datang berobat, mereka
> berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, meski
> ditaruh
> di ruangan kelas 3. Terlepas dari mereka bisa bayar
> atau tidak.
> 
> Jika rakyat miskin diwajibkan punya kartu gakin
> segala
> macam baru bisa dapat pelayanan kesehatan, repot
> sekali. Tidak sesederhana itu.
> 
> Saya saja bikin KTP harus bayar di atas biaya resmi.
> Bikin akte kelahiran anak habis sekitar RP 100 ribu
> per anak. Memperbarui Kartu Keluarga untuk setiap
> perubahan (kelahiran anak baru) paling tidak Rp 20
> ribu. Nah kartu gakin mau dihargai berapa?
> 
> Belum lagi rakyat yang tinggal di jalan/emperan,
> kalau
> kartu gakinnya hilang atau rusak karena hujan apa
> tidak berhak dapat pelayanan kesehatan.
> 





[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke