Lho khan mereka ikut makan hasil korupsi?
Masak sih seorang istri nggak tahu suaminya korupsi? Masak sih seorang
anak yang dewasa nggak tahu kalau mersi bapaknya harus tidak kebeli
dengan gaji bapaknya sebagai pegawai? Masak sih istri nggak tahu kalau
gaji suaminya gak cukup buat beli vila di puncak?
Semua yang menikmati hasil korupsi sama saja dengan korupsi....
DG

On 7/31/05, The saint <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wah-wah saya enggak percaya pendapat ini datang dari Ketua MPR
> Indonesia.......
> 
> Kita mendukunng Koruptor harus dihukum, namun ya tetap harus melalui
> proses hukum yang jelas dan adil, dan keluarga kok dibawa-bawa......
> 
> Mudah-mudahan saran Pak Nur Wahid yang agak ngelantur ini gak
> diikutin Praktisi Hukum Indonesia secara membabi buta.
> 
> 
> --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/1/n5.htm
> >
> > Keluarga Koruptor mesti Ikut Ditangkap
> >
> > Jakarta (Bali Post) -
> > Pemerintah saat ini masih susah payah membebaskan Indonesia dari
> tindak korupsi. Namun, Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid punya ide baru
> untuk mempercepat proses itu. Inspirasinya datang dari Cina. Apa itu
> ya?
> >
> > Pemerintah Indonesia melalui kunjungan Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono ke Cina dapat menarik pelajaran dari negeri tersebut dalam
> menerapkan hukuman keras terhadap para koruptor. Hidayat Nur Wahid
> yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini
> menganggap perlunya keluarga para koruptor ditangkap sebagai upaya
> untuk memperluas kampanye pencegahan tindakan korupsi.
> >
> > ''Salah satu yang bisa dipelajari dan diadopsikan dan itu mungkin,
> yakni penghukuman yang sangat berat kepada para koruptor secara
> langsung. Jadi tidak perlu melakukan pengadilan yang bertele-tele,
> apalagi akhirnya dibebaskan,'' kata Hidayat usai mengikuti
> pertandingan bola voli antara Tim PKS melawan Tim Kepresidenan yang
> dipimpin Presiden Yudhoyono di Jakarta, Minggu (31/7) kemarin.
> >
> > Hukuman keras itu, ujar Hidayat, harus benar-benar diterapkan
> kepada siapa pun yang terbukti melakukan korupsi dan merugikan
> keuangan negara serta kepercayaan rakyat.     Bahkan, Hidayat
> menyatakan para koruptor wajar jika dikenai hukuman mati sambil
> mengutip bahwa Nadhlatul Ulama memfatwakan dibolehkannya hukuman
> mati bagi koruptor.
> >
> > ''Kalaupun tidak dihukum mati, hukuman yang sangat keras
> diterapkan dengan penyitaan aset ekonomi yang dimiliki para
> koruptor,'' katanya.
> >
> > Hukuman yang sangat keras itu, tambahnya, juga berupa penangkapan
> terhadap keluarga para koruptor. ''Kenapa hal itu sangat penting,
> karena kadang-kadang korupsi itu dilakukan oleh seorang koruptor
> bukan karena kemauan dirinya, tetapi keluarga yang mendorong-dorong
> terjadinya korupsi,'' katanya.
> >
> > Penangkapan yang dilakukan terhadap keluarga koruptor, menurutnya,
> akan memberikan efek jera bagi masyarakat.     ''Supaya para
> keluarga juga menjadi benteng untuk mengingatkan para pejabat atau
> siapa pun yang melakukan korupsi untuk tidak melakukannya karena
> keluarga nantinya juga akan ikut kena malu,'' demikian Hidayat.
> (kmb4)
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h0ud70q/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122858423/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke