1) LD:
waduh..konteksnya dah lain lagi nih? Saya hanya ingin mengatakan 
bahwa ada satu kitab suci yang sudah mencakup seluruh petunjuk yang 
diperlukan manusia utk hidup. Ada ilmu hukum, ada ilmu kasih sayang, ada ilmu 
moral, ada ilmu astronomi, ada ilmu falak, ada ilmu biologi etc-meski semua 
dalam garis besar. Detailnya tugas manusia yang 
nemuin. 

DH: Lengkap tidaknya satu Kitab Suci satu agama, tak relevant bagi pemeluk 
agama lain, karena tak akan dijadikan panutan. Jerman mempunyai perngkat 
perundangan yang lebih hebat dari kita, tetapi tak satu pasalpun Hukum Jerman 
berlaku bagi RI.

2) LD:

Kalo hukum-hukum dan ilmu2 itu kemudian malah dipergunakan oleh 
orang non-Islam, itu kan salah orang Islamnya sendiri kan?

DH: Hukum sebagi idea mungkin saja meresap dalam lingkungan lain, namun tidak 
sebagai akidah. Juga umat Islam di Indonesia menggunakan via Hukum Perdata dan 
Hukum Pidana kita, idea Eropa. Pencipta Hukum yang kita pakai adalah Prof.Dr. 
Mr. Apeldoorn. nah, hukum Belanda ini, mendapat inspirasi dari Hukum yang lebih 
tua, yakni Hukum Romawi.

3)LD: Kalo membanding agama dengan manusianya, lalu mengeneralisir itu 
kebablasan namanya. Anggap lah Amerika maju, teratur..apa karena
mereka beragama Kristen? Saya kira malah mereka sudah cuek akan 
agama Kristen karena kebanyakan mereka atheis or agnostic. Mereka 
sudah pernah mengalami Abad Kegelapan. 

DH: Manusia Eropa dan Amerika yang berhasil cemerlang membangun 
tatakemasyarakat yang sangat teratur, memakai azas Hukum agama mereka, ditambah 
dengan idea falsafah sebelumnya, sejak Socrates. Mungkinkah kemakmuran yang 
adalah rakmat Ilahi terjadi tanpa ridhaNya?

Bagaimana dengan negara negara yang mengaku mengikuti ajaran tauhid, tetapi 
malang melintang dalam membangun masyarakat yang tertata rapi? Kesalahan mereka 
atau Ilahi menghukum mereka?

4) LD: Misalnya lagi, kalo di Amerika ada hukum waris, tentunya itu tidak 
berdasarkan Bible kan? 
karena Bible tidak bicara soal hukum tsb. Jadi, Amerika belajar dari pengalaman 
hidup mereka dalam menentukan hukum waris. padahl 14 abad yang lalu AlQur'an 
sudah mengajarkan soal hukum waris. Begitu juga 
hukum perceraian. Bible tak mengatur, sehingga orang amrik 
membuatnya sendiri lagi tanpa bimbingan Bible. Berdasarkan itu 
sebetulnya Amrik itu islami(mengikuti ajaran islam).

DH: Masyarakat Amerika tereutama Bapak bapak mereka, Thomas Jefferson dll, 
belum pernah memegang Kuran ditangan, jadi tak mungkin menterapkan Hukum Islam. 
Prinsip hukum waris dalam hukum perdata sudah dikenal dalam Hukum Germania dan 
Hukum Romawi, sebelum ada sentuhan dengan kebudaayn Islam di Eropa. Hukum 
Romawi dan Hukum Germasnia sudah berlaku SEBELUM KRitus lahir, jadi jauh 
sebelum nabi Muhammad mengajar. Jangan lupa pengaruh falsafah Yunani dan Romawi 
dalam masyarakat Barat.

5) LD: Ada ungkapan yang saya dengar dari seorang teman, "kalau orang Kristen 
meninggalkan Bible dia akan maju, tapi kalo orang Islam meninggalkan AlQur'an 
dia akan tertinggal". Pertanyaan bagi saya adalah "bagaimana kalau umat Kristen 
mengikuti AlQur'an?"..:-)

DH: Apakah Indonesia sejak proklamasi meninggalkan Quran? Kok tambah kacau 
balau? Saudi Arabia, Persatuan Emirat sangat maju dan tertata rapi, berkat 
minyak dan gas bumi. Negara negara Islam lainna, SEMUA kocar kacir. Semua 
meninggalkan Islam? Umat Kristen takkan mengikuti Al Quran, simply karena ini 
bukan acuan dan panutan. Dan masyarakat Kristiani berhasil membangun masyarakat 
yang tertata rapi, sehingga tak perlu mencari panutan lain? Untuk apa?

Bahkan umat Islam di Eropa, sudah tak lagi seperti di-negara negara asal 
mereka. Lebanon, Iran, Irak, Turki, Mesir, Yordania. Dikantor kami dan dimana 
saya jumpa, mereka TAK sholat 5 waktu, TIDAK naik haji, banyak yang 
menanggalkan jikbab (generasi kedua dan ketiga). Monggo silakan saksikan 
disini. mBak.

6) LD: Pilihan kita cuma "yes" or "no". Bukan "yes", "or", dan "no".
Plihan kita cuma Indonesia or negara lain?
Pilihan kita cuma berwarna or tidak berwarna?
Pilihan kita cuma benar or salah?


DH: pilihan kita adalah negara yang carut marut, ataukah masyarakat Civil 
Society dimana negara dan bangsa menjadi makmur dan tak tertinggal. Negara yang 
bersatu kukuh, atau ter-kotak kotak dalam agama agama. Melompat maju dalam 
IPTEK atau ter-seok seok meributkan akidah.

7) LD:
Mbah, jangan menghubungkan kekafiran dengan negara. Kekafiran itu 
berhubungan dengan negara akhirat disana itu. Kekafiran gak ada 
hubungannya dgn negara kesatuan NKRI (spt kata Mbah dipostingan  
terdahulu).

DH: Kalau ini benar, maka tak layak kata kafir atau non kafir muncul dalam 
hidup bernegara. Tak layak memojokkan kelompok anak bangsa dalam kafir atau 
bukan.

8) LD:Mbah, rahmat Allah bukan hanya diukur dengan materi saja semisal mudah 
cari nafkah saja. Kalau hati bisa merasa merdeka, itu suatu rahmat pula meski 
negara terjajah...:-).

DH: Tetapi: kehancuran kita BUKAN karena kita saleh dan taat pada Ilahi, namun 
justeru karena bangsa kita tak menjalankan ajaran dharma dalam berperilaku 
luhur, yang diajarkan dalam TIAP agama. Materie bukan ukuran rakhmat Ilahi, 
namun, Ilahi mengkaruniakan nalar untuk membangun tata kehidupan yang rapi, 
yang kalau diikuti 1000% akan membawa kemakmuran.  Tak ada satu negara makmur 
di Uni Eropa yang tertata rapi karena melawan kehendak Ilahi.

Sebaliknya, negara negara beragama banyak yang carut marut, karena selain 
beribadat tak ada yang mereka lakukan, untuk mentata rapi masyarakatnya. Mau 
contoh?

Salam

 

danardono


Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
sorry ...please delete the previous email....:-)

waduh..konteksnya dah lain lagi nih? Saya hanya ingin mengatakan 
bahwa ada satu kitab suci yang sudah mencakup seluruh petunjuk yang 
diperlukan manusia utk hidup. Ada ilmu hukum, ada ilmu kasih sayang, 
ada ilmu moral, ada ilmu astronomi, ada ilmu falak, ada ilmu biologi 
etc-meski semua dalam garis besar. Detailnya tugas manusia yang 
nemuin. 

Kalo hukum-hukum dan ilmu2 itu kemudian malah dipergunakan oleh 
orang non-Islam, itu kan salah orang Islamnya sendiri kan?

Kalo membanding agama dengan manusianya, lalu mengeneralisir itu 
kebablasan namanya. Anggap lah Amerika maju, teratur..apa karena 
mereka beragama Kristen? Saya kira malah mereka sudah cuek akan 
agama Kristen karena kebanyakan mereka atheis or agnostic. Mereka 
sudah pernah mengalami Abad Kegelapan. Misalnya lagi, kalo di 
Amerika ada hukum waris, tentunya itu tidak berdasarkan Bible kan? 
karena Bible tidak bicara soal hukum tsb. Jadi, Amerika belajar dari 
pengalaman hidup mereka dalam menentukan hukum waris. padahl 14 abad 
yang lalu AlQur'an sudah mengajarkan soal hukum waris. Begitu juga 
hukum perceraian. Bible tak mengatur, sehingga orang amrik 
membuatnya sendiri lagi tanpa bimbingan Bible. Berdasarkan itu 
sebetulnya Amrik itu islami(mengikuti ajaran islam).

Ada ungkapan yang saya dengar dari seorang teman, "kalau orang 
Kristen meninggalkan Bible dia akan maju, tapi kalo orang Islam 
meninggalkan AlQur'an dia akan tertinggal". Pertanyaan bagi saya 
adalah "bagaimana kalau umat Kristen mengikuti AlQur'an?"..:-)

Pilihan kita cuma "yes" or "no". Bukan "yes", "or", dan "no".
Plihan kita cuma Indonesia or negara lain?
Pilihan kita cuma berwarna or tidak berwarna?
Pilihan kita cuma benar or salah?

Mbah, jangan menghubungkan kekafiran dengan negara. Kekafiran itu 
berhubungan dengan negara akhirat disana itu. Kekafiran gak ada 
hubungannya dgn negara kesatuan NKRI (spt kata Mbah dipostingan  
terdahulu).

Mbah, rahmat Allah bukan hanya diukur dengan materi saja semisal 
mudah cari nafkah saja. Kalau hati bisa merasa merdeka, itu suatu 
rahmat pula meski negara terjajah...:-). 

wassalam,
> --- In [email protected], Danardono HADINOTO 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > 
> > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> >  
> > Nyatanya didunia ini ada kafirin ada muslimin. Ada musyrikin ada 
> > mukminin. Ada penjahat ada jagoan. Ada laki ada perempuan. Semua 
> > akan mendapatkan hal yang setimpal dengan perbuatannya.
> > 
> > DH: Hmmm..didunia ini, tidak hitam putih, Islam dan Non Islam, 
> namun Huindu, Tao, Yahudi, Kristen, Buddha, Islam, Sikh, dan 
banyak 
> lagi lainnya. kalai di-analogikan: benar dan tak benar, lalu Islam 
> NBon Islam, maka berartikah Islam adalah benar, sisanya tak benar?
> > Bukankah terlihat didunia ini, dimana negara yang teratur, 
> bermoral publik, makmur? Jepang Buddha, Korea Buddha, USA dan 
> seluruh benua Amerika Kristen, Singapura mayoritas Tao, Tiongkok 
Tao 
> dan Buddha, Eropa mayoritas Kristiani, Israil Yahudi, dan negara 
> negara lain..dapatkah kita gariskan secara hitam putih? Dimanakah 
> dampak ketidak kafiran dalam menghayati kehidupan bangsa?
> > 
> > LD:
> > Dengan demikian perlunya hukum. Ini haram, itu halal. Ini kena 
> > denda, itu masuk penjara. Ini dimaafkan, itu harus dihukum mati.
> >  
> > DH: bagaimanakah penhayxatan hukum dalam negara negara Islam? 
atau 
> mayoritas Islam? Lebih baik daripada negara negara Non Islam? 
Bangla 
> Desh lebih baik dari Denmark, Swedia atau Luxemburg? Indonesia 
lebih 
> baik daripada Liechtenstein, Austria, Jerman? Hukum memang 
> diperlukan, tetapi bagaimana manusia beragam mentaatinya? 
Dimanakah 
> kadar korupsi lebih tinggi? Indonesia atau negara negara Non Islam?
> > 
> > LD:
> > Agama yang mengatur semua (hukum) itu adalah agama yang lengkap 
> dan 
> > universal. Hukum dibuat untuk kebaikan moral manusia itu sendiri.
> > Budha, Yahudi, dan Nasrani yang datang terdahulu memang belum 
> bicara 
> > soal hukum secara menyeluruh. Makanya Yesus berkata bahwa dia 
akan 
> > pergi karena seseorang akan datang dengan membawa hukum. 
Begitulah 
> > kira-kira.
> > 
> > Hukum itu harus tegas. Siksa (sebagai akibat dari perbuatan 
> > melanggar hukum) pasti ada. Namun rahmat Allahpun bertebaran 
> dimana-
> > mana untuk manusia yang bertaubat. Universalkan?
> >  
> > DH: Dimanakah Hukum lebih baik? Bangla Desh, Tunisia, Marokko; 
> Indonesia? atau USA, Canada, Australia, Seelandia Baru, Denmark, 
> Finnlandia?
> > Dimanakah rakhmat Allah lebih terasa? Kemanakah manusia ber-
duyun 
> duyun berpindah mencari nafkah? mencari perlindungan hukum?
> > 
> > Salam 
> > danardono






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hf84g76/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124458067/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke