Banyak sih ukurannya, 
Bebas korupsi, memiliki umat yang nggak pemarah (nggak
suka ngobrak-ngabrik rumah ibadah orang lain, atau
teriak2 atas nama agama dengan penuh kemarahan),
menerima gay dan lesbian sebagai bagian dari ciptaan
Tuhan (bukannya memperlakukan mereka seperti binatang
yang ga berharga), tahu caranya ngantre dengan benar,
nggak buang sampah sembarangan, malu kalau bodoh,
menghargai keyakinan orang lain, ga merasa paling
benar sendiri. The list could go on and on deh... 

Gereja ditinggalkan? Nggak apa-apa deh, asal jangan
rumah ibadah penuh tapi korupsi dan kekerasan
merajalela kayak di Indonesia. Kaum beragama yang
munafik itu kegagalan agama yang paling dahsyat.
Soalnya orang-orang yang munafik yang giat beragama
itu biasanya paling gampang menularkan kebencian dan
menciptakan kekerasan. 

Nggak percaya? Udah kelewat banyak contohnya. Kaum
konservatif di AS, kaum pembela umat di Indonesia.
Sama dan sebangun. 

Jadi, buat yang giat beragama, daripada ribut mikirin
dosa atau nggak, haram atau nggak, halal atau nggak,
mending banyak2 berbuat. Kalau kebanyakan mikir agama
biasanya perbuatannya nol besar.





--- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu negara
> bisa 
> dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia
> secara rohani" ?
> Adanya free sex, adanya pernikahan antara guy/lesbi,
> buanyaknya 
> orang yang bunuh diri, banyaknya orang mencari
> keyakinan pada aliran-
> aliran baru semacam new age? Gereja ditinggalkan
> umat?
> 
> Jadi, apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu
> negara bisa 
> dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia"?
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Danardono HADINOTO 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > DH:Lha iya toh gak apa apa kan? Jepang juga anggap
> Kitab 
> > Tripitaka hanya akidah, Eropa juga, tapi berhasil 
> > membangunmasyarakat manusia yang manusiawi kan?
> > 
> > LD: soal membangun masyarakat manusia yang materi,
> gak bisa 
> > dihuungkan dg akidah dong, mbah?
> > 
> > DH:   Disini menurut saya ada terdapat kekeliruan
> konklusi. 
> Mengapa?
> >  
> > 1) Membangun masyarakat adalah karya besar yang
> mencakup semua 
> aspek, tidak saja materie, namun juga rohani.
> Masyarakat yang 
> tertata, adalah masyarakat yang mempunyai mental
> tertata: disiplin, 
> patuh hukum, solidaritas sosial, kritis terhadap
> penguasa, dan 
> banyak lagi lainnya. Ini adalah ciri ciri masyarakat
> masyarakat yang 
> sudah tertata. Ini semua adalah masalah mental,
> rohani, yang tak ada 
> hubungannya dengan kekayaan materie. Warga Swiss
> yang patuh adalah 
> dari yang milyarder sampai yang rakyat biasa.
> >  
> > Tidak meludah dijalan, tak membuang sampah atau
> puntung rokok, 
> disiplin dalam antrean bus, tram ataupun
> underground, bukanlah buah 
> kekayaan.
> >  
> > Semua yang keluar dari bathin kita, adalah sisi
> yang terpancari 
> oleh akidah. 
> > Tentu saja, tak semua peraturan agama di Barat,
> dilakukan dalam 
> kehidupan se-hari hari dalam masyarakat madani ini,
> karena mereka 
> sudah mulai kritis, untuk melihat apa yang
> sebenarnya dibutuhkan 
> dalam kehidupan se-hari hari, apalagi kalau warga
> berbagai budaya 
> dan agama hidup bersama.
> >  
> > 2) Akidah, seperti yang mBak Lina selalu tegaskan,
> terutama adalah 
> terdiri dari peraturan rinci, yang mengatur
> kehidupan se-hari hari. 
> Kalau warga atau umat agama tertentu yang memiliki
> peraturan rinci 
> secara baik dan ketat, maka tak mungkinlah timbul
> masyarakat yang 
> carut marut, seperti Indonesia, ataupun banyak lagi
> yang lain: 
> Mesir, Tunisia, Marokko, Bangla Desh, Pakistan.
> 
> Lina:
> Apa iya saya pernah mengatakan 'akidah terdiri dari
> peraturan 
> rinci?" tolong dijelakan dan dipertanggungjawabken.
> >
> -----------------------  
> > Jadi, tak mungkin, tak mencari dampak kehidupan
> akidah dalam 
> kehidupan se-hari hari. Kalau tak ada dampaknya
> samasekali, maka 
> adalah yang something wrong disini.
> 
> Lina:
> Kalo begini artinya impossible dong memisahkan
> akidah dalam negara 
> (sekulariseme)?\
> -----------------------
> > 
> > 3) Seperti kita ketahui bersama, setiap agama
> mempunyai dua 
> aspekt: vertikal dan horizontal. Vertikal, yang
> mengatur hubungan 
> makhluk dengan sang Khalik, ini memang sangat
> individual. masing 
> masing mempunyai pengalaman spiritual sendiri.
> Horizontal, mengatur 
> kehidupan mahkluk satu dan yang lain, dipancari oleh
> norma norma 
> yang ditetapkan dalam akidah. Jangan mencuri, dll.
> 
> Lina:
> Betul kah agama Kristen mempunyai aspek horizontal?
> apakah Kristen 
> memiliki aspek mengatur wanita mana saja yang tidak
> boleh dinikahi 
> oleh seorang pria? agama Kristen bagaimana
> perceraian seharusnya 
> diatur? Ini kan utk mengatur hub horizontal juga ya?
> 
> ---------------------------------->  
> > Dari aspekt ini saja, sudah pantaslah, kita
> menyaksikan apa 
> kiranya dampak suatu akidah bagi masyarakat yang
> mengamalkannya.
> >  
> > Sebuah peringkat peraturan negara, misalnya,
> sebaik apapun, tak 
> akan banyak manfaatnya bagi manusia selama, tak ada
> aturan yang 
> dipatuhi. Kita tak mungkin, disatu pihak, membuang
> muka atas ke-
> carutmarutan berkat tak ditaatinya sang peraturan,
> dan sekaligus 
> menyanyikan lagu lagu pujian bagi sang peraturan,
> yang ah begitu 
> lengkap dan indah.
> >  
> > Kalahkah mutu peringkat peraturan RI dibandingkan
> Singapura? 
> Mungkin ia mungkin tidak, tetapi dampak yang nyata
> adalah beda 
> antara langit dan bumi, antara tatakemasyarakatan
> dan tingkat Civil 
> Society antara masyarakat kedua negara ini.
> >  
> > Manusia barulah bernilai dimata sesama,selama ia
> mampu 
> memanusiakan manusia. jadi, letaknya pada sang
> manusia.
> >  
> > Salam
> >  
> > Danardono
> > 
> > 
> >
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hjlje96/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124701065/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke