Iya memang begitu. Setiap pemeluk agama harus meyakini
agamanya yang paling benar. Sebagai muslim, ya saya
meyakini Islam paling benar.
Di sisi lain, kita tidak bisa memaksakan agama kita ke
orang lain. Atau memaksa merubah rumah jadi tempat
ibadah meski mayoritas warga sekitarnya menolak...:)
--- Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Haiyaaa, ide besarnya tuh, agama saya tetap paling
> benar menurut saya, namun
> orang bisa punya keyakinan lain yang berbeda yang
> menurut dia benar, dan
> mengakui bahwa kalo orang lain menganggap agamanya
> sendiri paling benar ya
> monggo, silakan. dan karena itu, saya punya agama
> saya sendiri, dan saya
> beribadah mendurut tuntunan kepercayaan itu, orang
> lain pun beribadah
> menurut tatacara yang dia yakini kebenarannya.
> Paling paling kita cuma
> sharing, yang saya anggap benar itu seperti ini, dan
> beginilah saya
> melakukannya. Kepercayaan yang sifatnya individu,
> dan menginternalisasi
> pada tiap individu ini, ya batasannya ketika
> berhubungan dengan orang lain,
> adalah masalah muamalah, masalah publik. Yang
> dibatasi, misalnya, jangan
> sampai merugikan orang lain.
>
> Nah, SKB yang netral itu ternyata dilapangan
> dipelintir dengan ketidaksukan
> kita pada golongan lain, dengan premis premis,
> china, kristen, lebih kaya,
> kristenisasi dan sebagainya. Makanya ketika orang
> agama lain mau bikin
> tempat ibadah, ijinnya susah banget keluarnya.
> Malah main menertibkan
> bangunan dengan main tangan sendiri. Ujungnya jadi
> anarki. Himbauan untuk
> mengambil jalan damai, tidak diperhatikan ? Buat
> apa, wong aparat aja udah
> ketakutan kok, lanjut terus, bleh :)) Hantam, gitu
> kali yang ada di
> pikirannya.
>
> Yang salah siapa kalo gitu di sini ? Ya orang orang
> yang menjalankan sistem
> itu, yang karena punya premis minor pada kalangan
> tertentu, menggunakan
> posisi sebagai mayoritas untuk menghalang halangi
> orang lain beribadah.
> Beribadah gitu lho .... :( Iya kalo bikin latihan
> militer, silakan dech
> dipublish gede gedean dan dilaporkan aparat. Nah,
> yang suka bikin latihan
> militer dan pengen bikin laskar ini siapa ? Ya,
> justru dari umat Islam toh
> selama ini ?
>
> Kalo lagi gini saya mikir, biar orang kita
> pikirannya lebih terbuka, harus
> mengambil jalan Nabi, banyak mengembara, pergi ke
> banyak negeri lain,
> mengambil pelajaran dan hikmah dari perjalanan.
> Dengan sistem yang menolak
> dwi kewarganegaraan, dan orang Islam yang emoh
> ngejar beasiswa karena takut
> dikristenisasi, ya jelas aja memperluas wacana ini
> jadi susah dilakukan.
> Mosok mengembaranya dengan cara jadi TKI, ya gak
> dapat pencerahan lah.
> Minimal di tempat yang bikin kita jadi minoritas dan
> harus survival, tapi
> sempat mengamati dan merenung. Makanya dari sekian
> banyak lokasi TKI,
> Saudi, Kuwait, Qatar, Singapore, Hongkong dan
> Taiwan, FLP yang membernya
> mayoritas TKI justru timbul pertama kali di
> Hongkong. Dan wacana yang
> mereka tulis, mencerahkan dalam porsi mereka.
>
> salam,
> Ari Condro
>
> ----- Original Message -----
> From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
> Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
>
> Belakangan ada pendapat yang mengatakan bahwa semua
> agama itu sama atau benar, cuma beda "teknis
> pelaksanaannya." Menurut mereka, jika semua penganut
> agama, entah itu Yahudi atau Nasrani, beriman, maka
> mereka semua masuk surga. Mereka memakai ayat
> seperti
> di bawah ini sebagai argumen mereka:
>
> "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang
> Yahudi,
> orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa
> saja di antara mereka yang benar-benar beriman
> kepada
> Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan
> menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada
> kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula)
> mereka
> bersedih hati." [Al Baqoroh:62]
>
> Pendapat mereka separuh benar. Orang Yahudi,
> Nasrani,
> dan Shabiin yang dimaksud adalah mereka yang hidup
> ketika Nabi Muhammad dan Al Qur'an belum diturunkan
> dan mereka benar-benar "Beriman kepada Allah." Pada
> saat itu, karena Nabi Muhammad belum ada, mereka
> berpegang teguh pada Kitab yang diturunkan pada
> mereka
> tanpa mengubah maknanya atau mentafsirkan sesuai
> hawa
> nafsu mereka serta patuh pada Nabi yang diutus pada
> mereka (Daud, Musa, Isa, dan lain-lain).
>
> Begitu Nabi Musa diutus, maka orang yang beriman
> pada
> Allah dan Rasulnya, yaitu Musa, serta beriman dan
> menjalankan perintah Taurat, maka mereka adalah
> orang
> yang beriman. Yang ingkar kepada Nabi Musa dan kitab
> suci Taurat adalah orang yang kafir.
>
> Begitu Nabi Isa diutus, maka orang yang beriman pada
> Allah dan Rasulnya, yaitu Isa, serta beriman dan
> menjalankan perintah Injil, maka mereka adalah orang
> yang beriman. Yang ingkar kepada Nabi Isa dan kitab
> suci Injil adalah orang yang kafir.
>
> Tapi begitu Nabi Muhammad telah diutus kepada
> mereka,
> wajiblah mereka beriman baik kepada Ke-Nabian
> Muhammad, maupun pada Kitab Suci Al Qur'an yang
> diturunkan Allah. Ini adalah konsekwensi jika mereka
> BERIMAN kepada ALLAH. Jika mereka mengingkari,
> berarti
> mereka kafir kepada Allah atau tidak beriman kepada
> Allah.
>
> "Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah
> kepada Al Qur'an yang diturunkan Allah", mereka
> berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang
> diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al
> Qur'an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur'an
> itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa
> yang
> ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu
> membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang
> yang beriman?"" [Al Baqoroh:91]
>
> Ayat Al Qur'an yang di bawah menegaskan bahwa ketika
> Muhammad datang wajiblah seluruh manusia beriman
> kepadanya dan mengikuti ajarannya. Jika tidak,
> berarti
> mereka bukan saja kafir kepada Muhammad, tapi juga
> kafir kepada Allah. Dengan demikian, mereka bukan
> lagi
> orang yang disebut beriman kepada Allah sebagaimana
> yang disebut dalam surat Al Baqoroh ayat 62.
>
> "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul
> (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran
> dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang
> lebih
> baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran
> itu
> tidak merugikan Allah sedikitpun) karena
> sesungguhnya
> apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan
> Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha
> Bijaksana." [An Nisaa':170]
>
> Ayat Al Bayyinah 1-6 menjelaskan bahwa Ahli Kitab
> (kaum Yahudi dan Nasrani) yang mengingkari Nabi
> Muhammad dan Al Qur'an sebagai orang yang kafir dan
> akan masuk neraka, bukan surga sebagaimana pendapat
> segelintir orang:
>
> "Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang
> musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan
> meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka
> bukti yang nyata,"
>
> (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang
> membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al
> Qur'an),
>
> di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.
>
> Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang
> didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan
> sesudah
> datang kepada mereka bukti yang nyata.
>
> Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
> menyembah
> Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam
> (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka
> mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
> demikian itulah agama yang lurus.
>
> Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan
> orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam;
> mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah
> seburuk-buruk makhluk. [Al Bayyinah:1-6]
>
> Allah juga menegaskan bahwa agama yang diterima di
> sisi Allah hanyalah Islam:
>
> "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah
> hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang
> telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
> pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang
> ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir
> terhadap
> ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat
> hisab-Nya." [Ali Imron:19]
>
> Jadi jika kita tidak mengambil ayat Al Qur'an
> sepotong-sepotong, niscaya kita dapat lebih memahami
> maksud ayat yang sebenarnya. Ibarat puzzle, satu
> potong saja tidak bisa memperlihatkan keseluruhan
> gambar yang sebenarnya.
>
> Jika ada beberapa ulama atau cendekia Muslim yang
> berbeda pendapat, hendaknya kita tidak taqlid atau
> membeo saja pada mereka tanpa mengkaji ayat-ayat Al
> Qur'an dan Hadits untuk menyelidiki siapa yang
> benar.
>
> ".. Pada suatu hari, ketika Rasulullah s.a.w berada
> bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki
> kemudian
> bertanya kepada Nabi: Wahai Rasulullah! Apakah yang
> dimaksudkan dengan Iman? Lalu Nabi bersabda: Kamu
> hendaklah percaya yaitu beriman kepada Allah, para
> Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari
> pertemuan
> denganNya, para Rasul, percaya kepada Hari
> Kebangkitan, dan percaya kepada takdir yang baik
> atau
> yang buruk." [Bukhori-Muslim]
>
> Dari hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa
> keimanan itu meliputi 6 masalah, di antaranya,
> selain
> percaya kepada Allah juga percaya kepada Nabi dan
> Kitab Sucinya. Jika ada yang mengingkari Nabi
> Muhammad
> dan Al Qur'an, maka mereka bukanlah orang yang
> beriman.
>
> Ummat Nasrani menyembah 3 oknum sebagai Tuhannya,
> yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Adakah
> agama itu sama dengan agama Islam yang justru
> memerintahkan kita untuk menyembah hanya Satu Tuhan,
> yaitu Allah semata?
>
>
>
> "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
>
> Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala
> sesuatu.
>
> Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
>
> dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
> [Al
> Ikhlas 1:4]
>
>
>
> Berdasarkan ayat di atas, samakah agama Islam dengan
> agama Nasrani? Beda bukan? Jadi secara prinsip,
> agama
> kita jauh berbeda dengan agama mereka. Kita dilarang
> menyembah tuhan-tuhan yang mereka sembah selain
> Allah:
>
>
>
> "Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah
> tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah".
> Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu,
> sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan
> tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang
> mendapat
> petunjuk"." [Al An'am:56]
>
>
>
> "Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku
> dilarang
> menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah
> setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari
> Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh
> kepada Tuhan semesta alam." [Al Mu'min:66]
>
>
>
> Bahkan dalam ayat An Nisaa:171, Allah menegur Ahli
> Kitab karena menyembah Isa sebagai Tuhan:
>
>
>
> "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas
> dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan
> terhadap
> Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih,
> `Isa
> putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang
> diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya
> kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.
> Maka
> berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan
> janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga",
> berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik
> bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha
> Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di
> langit
> dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah
> sebagai Pemelihara." [An Nisaa:171]
>
>
>
> Dalam surat Al Kafiruun juga ditegaskan bahwa dalam
> soal Aqidsh/Tauhid, tidak ada kompromi, sehingga
> ummat
> Islam diperintahkan agar berkata:
>
>
>
> "Katakanlah: Hai orang-orang Kafir. Aku tidak akan
> menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak akan
> menyembah apa yang kamu sembah.Bagimu agamamu dan
> bagiku agamaku"
>
>
>
> Toleransi antar ummat beragama memang harus
> dijalankan, karena Al Qur'an sendiri mengatakan
> tidak
> ada paksaan dalam beragama.
>
>
>
> "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
> sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada
> jalan yang sesat.." [Al Baqoroh:256]
>
>
>
> Sebaliknya ummat Islam tidak boleh berlebihan
> menyatakan bahwa semua agama itu benar, karena itu
> sudah merupakan perusakan terhadap aqidah.
>
>
>
> Ummat Nasrani sendiri giat mendirikan banyak gereja,
> lembaga pendidikan, serta lembaga missionaris dan
> mengirim missionaris dari berbagai penjuru dunia
> (Amerika dan Eropa) ke Indonesia untuk
> meng-Kristen-kan penduduk Indonesia. Hal itu tentu
> tidak akan mereka lakukan jika mereka meyakini bahwa
> semua agama itu sama, sebagaimana yang dilakukan
> oleh
> segelintir orang yang mengaku beragama Islam.
>
>
>
> Wassalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
>
>
>
>
>
>
>
>
Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
______________________________________________________
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
http://store.yahoo.com/redcross-donate3/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/