http://www.gatra.com/artikel.php?id=93533
Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Bahaya
Bogor, 5 April 2006 17:06
Peneliti IPB mengungkapkan, struktur atas bangunan Istana Merdeka, di Jalan
Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, yang jadi kediaman resmi Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono, ternyata diserang jenis rayap paling berbahaya.
"Jenis raya yang menyerang bangunan atas Istana Merdeka itu adalah `Coptotermes
curvignathus`, yakni jenis rayap paling berbahaya," demikian disampaikan juru
bicara tim peneliti rayap dari Laboratorium Hasil Hutan Pusat Studi Ilmu Hayati
(PSIH) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir M Surjono Surjokusumo, MSF,
PhD di Bogor, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu bersama anggota tim peneliti rayap lainnya yakni, Dr Ir
Naresworo Nugroho, Ir Yudi Rismayadi, MSi,Ir Niken Subekti, MSi, Dr Ir Farah
Diba dan Ir Arinana, Msc pada diskusi terbatas berkaitan dengan potensi
serangan rayap pada bangunan dengan sejumlah wartawan di Kampus IPB Darmaga.
Bersama sejawatnya, Prof Dr Ir Rudolf Christian Tarumingkeng, MF, PhD, M
Surjono Surjokusumo, pekan lalu mengungkapkan bahwa Istana Merdeka mengalami
kerusakan pada bagian plafon bangunan yang berunsur kayu akibat diserang koloni
rayap.
"Beberapa waktu lalu saya dan pak Rudi (Rudolf) diundang ke Istana Merdeka
untuk memastikan apa benar istana diserang oleh koloni rayap, dan ternyata
benar. Plafon di Istana Merdeka, tepatnya di ruangan yang biasa dipergunakan
presiden menerima tamu, jatuh. Yang utuh hanya rangka alumuniumnya saja," kata
guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB yang segera purna-tugas itu.
Dengan kondisi tingkat keseriusan ancaman kerusakan lebih parah lagi pada
Istana Merdeka, kata dia, tim peneliti rayap PSIH IPB kini sudah mematangkan
konsep, sekaligus langkah aksi untuk dapat memberantas koloni-koloni rayap,
yang setiap satu koloninya terdiri atas jutaan rayap.
"Rekomendasi kita adalah hendaknya rehabilitasi Istana Merdeka jangan dilakukan
sebelum ada langkah `sterilisasi rayap`," katanya.
Langkah "sterilisasi" tersebut, menurut dia, adalah menghabisi koloni rayap di
setiap area yang ada pada dan di sekitar area bangunan Istana Merdeka yang
menurut jadwal pada bulan Mei mendatang akan mulai dikerjakan.
Sementara itu, Yudi Rismayadi, anggota peneliti yang langsung melakukan
observasi di Istana Merdeka mengemukakan bahwa struktur atas pada gedung dimana
Presiden Yudhoyono dan keluarga tinggal, sudah sangat parah akibat serangan
koloni rayap jenis paling berbahaya itu.
"Terjadi pelapukan-pelapukan pada unsur kayu di bagian atas Istana Merdeka, dan
itu amat berbahaya jika akhirnya runtuh," katanya.
Untuk itu, kata dia, diperlukan metode penanganan gabungan, yakni dengan
membasmi koloni rayap dengan zat yang mematikan, serta metode "sentricon coloni
elimination system", yakni cara baru pengendalian rayap dengan metode umpan.
Keunggulan metode "sentricon" itu, yakni memberantas tuntas koloni rayap, tidak
merusak bangunan serta ramah lingkungan.
Beberapa tahapan dari metode "sentricon" itu, kata Yudi Rismayadi, pertama:
stasiun "sentricon" dan kayu umpan ditempatkan di lokasi strategis di sekitar
bangunan gedung, kedua: pemeriksaan stasiun umpan secara periodik untuk
memantau aktivitas rayap.
Ketiga, rayap yang menyerang kayu umpan dipindahkan ke dalam umpan rayap
beracun dan keempat, secara periodik umpan racun diperiksa sampai koloni rayap
akhirnya tereliminasi.
Pengamanan ganda
Pada bagian lain, ia juga menjelaskan bahwa melihat perkembangan rayap yang
kini menyerang bangunan-bangunan penting seperti Istana Presiden, bangunan
berukuran besar dan gedung-gedung tinggi, diperlukan sebuah pengamanan yang
lebih.
"Artinya, kalau bangunan seperti Istana Merdeka, yang merupakan simbol negara
dan bangsa Indonesia, jelas diperlukan pengamanan ganda (agar tidak diserang
rayap)," katanya.
Ia mengatakan, saat ini rayap tidak hanya populer menyerang kayu sebagai bagian
konstruksi bangunan rumah tinggal sederhana, namun telah merambah dengan
menyerang bangunan vital seperti Istana Kepresidenan, gedung bertingkat tinggi,
yang dari segi konstruksi hampir dikatakan aneh dapat terserang rayap, apalagi
dilengkapi kayu awet kelas satu, basement dengan lantai "slab" beton bertulang,
atau sangat minimal menggunakan kayu sebagai komponen struktural bangunan.
Pada bangunan bertingkat tinggi itu, katanya, rayap menyerang komponen-komponen
kayu sebagai bagian dari ornamen bangunan seperti furnitur, kitchen set dan
yang lainnya.
"Bahkan, pada beberapa kasus serangan rayap menghabiskan dokumen-dokumen yang
berada di dalam gedung, menghancurkan wallpaper, merusak parquet, dan bahan
bangunan baru seperti gipsum, dan kondisi itu mengubah hama rayap yang populer
dari hama kayu menjadi hama bangunan," katanya.
Pasalnya, kata dia, rayap tidak hanya menyerang struktur kayu, tetapi juga
mengganggu bangunan secara keseluruhan.
"Oleh karena itu, tidak aneh jika keruginan yang diakibatkan rayap tidak kurang
dari Rp 2,7 triliun," katanya. [TMA, Ant]
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/