Mbah Danar,
  Sungguh aris ingin marah, karena Anda, dalam setipa diskusi banyak sekali mencampuri urusana agama orang lain, dan Anda sendiri kurang memahami syariat ISlam yang dibingkai keimanan pada Tuhan yang tak mempunyai anak, ibu dan bapak. 
  
  Bukankah aris juga selalu berusaha untuk menghindari diskusi silang agama untuk menghargai Anda dan agama Anda. Kalaupun sampai memaksa untuk mengurai tentang diskusi antar agama, itu berawal dari pertanyaan yang mbah lontarkan dulu. Kenapa Mbah tak menguraikan saja konsep seluruh aspek kehidupan berupa tatanan sistem  diseluruh aspek kehidupan yang  Anda dalam agama Anda, bukannya selalu isinya.
  
  Pada tataran aqidah saja, Anda nggak yakin dengan Islam apalagi ingin berbicara tentang syariat ISlam. Berbicaralah tentang agama Anda seperti mang Ucup.
  Bila mbah ingin berbicara tentang syariat Islam, aris sarankan mbah masuk agama Islam dahulu........, jika tidak plis mbah. KAlau aris memakai dalil-dalil Al Quran, mana Anda percaya lha wong pada Tuhan yang menurunkan Al Quran saja, mbah kurang yakin atau tak mengimaninya. Maaf mbah....
  
  salam,
  aris
  
  
 
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  --- In [email protected], aris solikhah
wrote:
>
>
> MAs RD,
> Bolehkah aris bertanya? Apakah mas memahami konsep SI
> yang mengatur toleransi dalam perbedaan agama? (aris
> berulang kali menulisnya dimilis ini)MOhon ditelaah
> dulu sebelum ditolak....seperti RUU APP, telaah dulu
> degan hati yang jernih sebelum menolaknya.
>
> Yusuf Kalla, Abu Bakar Ba'asyir, Mas RD atau umat
> Muslim di sini punya hak pilih untuk menjadi khalifah.
> Syaratnya setuju SI dulu. KArena seorang Khalifah
> merupakan pelaksana syariat Islam. Dia memimpin negara
> Islam berlandasakan aqidah Islam dan syariat ISlam.
>



DH: Wanita boleh jadi khalif nggak? Wanita cerdas di negara negara
lain boleh lho

Lalu Non Islam boleh gak jadi khalif? Kalau nggak, mana mungkin
mereka ikut mendukung berdirinya negara agama untuk umat Islam ini?

Salam

Danardono

> Selain itu silakan merenungi dirilah... apakah diri
> masing-masing itu capable terutama memahami secara
> mendalam dan mengaplikasikan SI dengan baik. Karena
> faktor utama seorang pemimpin khilafah adalah
> ketakwaannya. BUkan karena harta, jabatan atau alasan
> materi lain....wallahu'alambishawab
> So.. jika mas RD memahami konsep SI dan setuju SI,
> maka mas berpeluang juga jadi khalifah. Saat ini jalan
> menuju ke sana baru dirintis mas masih
> jauh....alon-alon asal kelakon.
>
> salam,
> aris
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










pustaka tani
  nuraulia

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke