Pertanyaan mbah itu kalo diteliti memang telah bergeser menjadi bbrp
masalah dalam konteks Islam:
1) Wanita menjadi pemimpin negara (negara multi)
2) Non-Muslim menjadi pemimpin dalam negara Islam
Rasanya, kalau masalah no. 2 itu impossible lah. Sedang Masalah no.
1 sudah banyak didiskusikan.
Mbak, tidaklah perlu mengajak seseorang utk mengerti Islam dengan
cara harus memeluk Islam dahulu. Memeluk sesuatu agama itu bukan
urusan kita, itu urusan Allah SWT saja dan hanya melalui hidayahNya
yang bisa membuat seseorang memeluk Islam.
Hari ini, saya membaca koran Republika tentang Ekonomi Syariah yang
berjudul "Ekonomi Islam itu Adil dan Indah". Seorang Guru Marketing
Hermawan Kertajaya (seorang pemeluk Katolik)sangat paham akan
marketing syariah dan ikut mengembangkan nilai marketing Islami.
Inikan lebih penting: seorang non muslim menjalankan esensi ajaran
Islam yang universal. Seorang non muslim mengakui keuniversalan
ajaran Islam. Katanya, "Islam agama yang universal dan komprehensif.
Guidancenya lengkap. Ada petunjuk utk seorang pedagang, kepala
negara, seorang anak, seorang panglima perang, dan semuanya...Ajaran
Islam itu dapat dipakai semua orang..."
Perkataannya itu mengingatkan saya akan nasehat seorang Buya Hamka
bagaimana dalam memilih suatu kitab suci. Intinya, pilihlah kitab
suci yang mengajarkan semuanya.
wassalam,
--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Mbah Danar,
> Sungguh aris ingin marah, karena Anda, dalam setipa diskusi
banyak sekali mencampuri urusana agama orang lain, dan Anda sendiri
kurang memahami syariat ISlam yang dibingkai keimanan pada Tuhan
yang tak mempunyai anak, ibu dan bapak.
>
> Bukankah aris juga selalu berusaha untuk menghindari diskusi
silang agama untuk menghargai Anda dan agama Anda. Kalaupun sampai
memaksa untuk mengurai tentang diskusi antar agama, itu berawal dari
pertanyaan yang mbah lontarkan dulu. Kenapa Mbah tak menguraikan
saja konsep seluruh aspek kehidupan berupa tatanan sistem diseluruh
aspek kehidupan yang Anda dalam agama Anda, bukannya selalu isinya.
>
> Pada tataran aqidah saja, Anda nggak yakin dengan Islam apalagi
ingin berbicara tentang syariat ISlam. Berbicaralah tentang agama
Anda seperti mang Ucup.
> Bila mbah ingin berbicara tentang syariat Islam, aris sarankan
mbah masuk agama Islam dahulu........, jika tidak plis mbah. KAlau
aris memakai dalil-dalil Al Quran, mana Anda percaya lha wong pada
Tuhan yang menurunkan Al Quran saja, mbah kurang yakin atau tak
mengimaninya. Maaf mbah....
>
> salam,
> aris
>
>
>
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], aris solikhah
> wrote:
> >
> >
> > MAs RD,
> > Bolehkah aris bertanya? Apakah mas memahami konsep SI
> > yang mengatur toleransi dalam perbedaan agama? (aris
> > berulang kali menulisnya dimilis ini)MOhon ditelaah
> > dulu sebelum ditolak....seperti RUU APP, telaah dulu
> > degan hati yang jernih sebelum menolaknya.
> >
> > Yusuf Kalla, Abu Bakar Ba'asyir, Mas RD atau umat
> > Muslim di sini punya hak pilih untuk menjadi khalifah.
> > Syaratnya setuju SI dulu. KArena seorang Khalifah
> > merupakan pelaksana syariat Islam. Dia memimpin negara
> > Islam berlandasakan aqidah Islam dan syariat ISlam.
> >
>
>
>
> DH: Wanita boleh jadi khalif nggak? Wanita cerdas di negara negara
> lain boleh lho
>
> Lalu Non Islam boleh gak jadi khalif? Kalau nggak, mana mungkin
> mereka ikut mendukung berdirinya negara agama untuk umat Islam ini?
>
> Salam
>
> Danardono
>
> > Selain itu silakan merenungi dirilah... apakah diri
> > masing-masing itu capable terutama memahami secara
> > mendalam dan mengaplikasikan SI dengan baik. Karena
> > faktor utama seorang pemimpin khilafah adalah
> > ketakwaannya. BUkan karena harta, jabatan atau alasan
> > materi lain....wallahu'alambishawab
> > So.. jika mas RD memahami konsep SI dan setuju SI,
> > maka mas berpeluang juga jadi khalifah. Saat ini jalan
> > menuju ke sana baru dirintis mas masih
> > jauh....alon-alon asal kelakon.
> >
> > salam,
> > aris
> >
>
>
>
>
>
>
>
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
*********************************************************************
******
>
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

