Radikalisme Islam Hanya Temporer
* Din: Akan Berkurang Jika Ketidakadilan Diatasi
Senin, 01-Mei-2006, 03:57:388 clicks
Washington, Padek-Andil umat Islam sangat besar mendorong demokrasi di Indonesia. Soal adanya gejala radikalisme agama, tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena hal itu adalah gejala temporer yang akan berkurang jika sumber-sumber penyebabnya diatasi, seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakadilan.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Dr Din Syamsuddin, dalam diskusi publik yang diselengarakan USINDO (persahabatan Amerika-Indonesia) di nasional press club, Washington DC Sabtu (29/4).
Din sangat nyakin, selama arus tengah Islam seperti Muhammadiyah, NU, ormas besar lain, masih berpengaruh dan berperan, maka Islam Indonesia tetap menjadi faktor efektif Indonesia dan demokrasi Indonesia di masa depan. Oleh karena itulah, lanjut Din, Muhammadiyah tengah berbenah diri melakukan konsolidasi dan revitalisasi diri menjadi gerakan kebudayaan dan peradapan dinamis dengan pusat-pusat keunggulan strategis.
Din juga menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasilah adalah bentuk final dan ideal bagi rakyat Indonesia yang majemuk atas dasar suku, agama, dan bahasa. Itu ditegaskannya ketika menjawab pertanyaan tentang adanya ide negara Islam atau negara syariat Islam yang diajukan sementara kalangan umat Islam di Indonesia.
Menurut Din, negara Pancasila adalah ijtihad politik para pendiri bangsa termasuk tokoh-tokoh Islam. Bahkan PP Muhammadiyah waktu itu, Ki Bagus Hadikusumo, adalah orang yang paling berjasa mengubah tujuh kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya menjadi kebutuhan. Tapi lanjut Din, tidak perlu alergi terhadap adanya gagasan negara Islam maupun negara syariat Islam. Karena dalam perspektif demokrasi, semua kelompok masyarakat punya hak untuk berpendapat selama disalurkan lewat mekanisme konstitusi di lembaga demoktrasi seperti DPR/MPR .
Ceramah dan dialog ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga wakil ketua umum MUI pusat ini disambut antusias para tokoh Amerika yang terdiri dari mantan diplomat, anggota kongres dan pengusaha. Mereka gencar bertanya tentang masa depan demokrasi di Indonesia terkait kendala radikalisme Islam.
Dalam pertemuan dengan utusan khusus pemerintah AS tentang kebebasan beragama, John Hanford, Din meyakinkannya bahwa kebebasan beragama sangat ditunjang tinggi oleh Islam, sambil menegaskan ayat Al Quran tentang tidak ada paksaan dalam agama, karenanya umat Islam Indonesia telah menunjukkan toleransi besar dalam hidup berdampingan secara damai, sulit dibayangkan Indonesia seperti sekarang ini tanpa toleransi umat Islam sebagai kelompok mayoritas.
Bahwa dewasa ini, menurut Din, lebih disebabkan karena adanya segelintir orang di kalangan umat berbagai agama, baik Islam maupu Kristen, yang fundamentalis dan kurang memahami asas hidup konsistensi dalam masyarakat majemuk, di samping masih lemahnya negara dalam menegakkan hukum.
Kunjungan 10 hari Din Syamsuddin masih berlanjut hari ini dengan ceramah dan dialog bersama masyarakat Indonesia di KBRI Washington, DC dan ceramah di almamaternya UCLA tentang Islam dan "The Future of Democrasy in Indonesia: hari ini (1/5). (zaz)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

