Mas Yonanis Komboi, terima kasih atas antusiasme Anda membaca semua postingan dari saya. Bukankah sejak awal saya sudah mengatakan seandainya mbah Danar menolak pun saya memaklumi. Bila saat ini baru tataran Individu dan mungkin suatu saat meningkat lebih dari itu ya Alhamdulillah. Anda akan memahami perkembangannya jika sejak postingan tentang syariat Islam diwacanakan di milis ini. Membangun impian dari tahap per tahap... berlari ribuan kilo dimulai satu langkah. Bagaimanakah syariat ISlam diterapkan jika mendengarnya asing atau terjadi penolakan, maka saya mencoba menghaturkannya disini. Bahkan untuk sekedar label syariat ISlam. Next subtansinya. Kalau orang sudah fobi dengan makanan bakso misalnya, mana mungkin dia akan mencicipinya. Mendengarnya aja kagak mau. Bagaimana dia mau menerimanya? Penerapaan syariat ISlam secara totalitas masih panjang ke depan, tapi bukan tidak mungkin, apalagi ngomong negara Islam. Tapi memang butuh pengawalan untuk mulai mewacanakan. dan Anda tak bisa menolak keluarnya Perda syariah beserta plus minusnya adalah buah efek dari wacana syariat ISlam. Selama ini mungkin umat Islam yang dibungkam ngomong syariat Islam, akhirnya menemukan keberanian dan momen yang dikira pas. Setidaknya keberadaan wacana menjadi motivasi buat mereka, bahwa mereka tak seorang diri. Saya mendukung mereka. Minimal dengan tulisan dan lantunan doa. Penerapan Syariat Islam diterapkan, semua itu juga terjadi karena realitas carut-marutnya Indonesia, membuka peluang itu. Orang butuh alternatif solusi. Yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi Indonesia sejak berdiri hingga kini, tak ada perubahan atau malah katakanlah makin parah. Ini pengecualian bagi orang yang sudah mapan dan merasa enjoy dengan kondisi yang ada. Mereka sulit merasakannya. Termasuk beberapa anggota di milis ini sudah merasa mapan dan selaras dengan apa yang ada. Milis ini bak menara gading, berapa jumlah masyarakat yang menikmati fasilitas Internet. Harus ada yang memulainya mewacanakan syariat Islam di milis ini. Kalau pro-kontra itu wajar, milis ini tak mati ada respon. Segala sesuatu yang realitas saat ini awalnya dari wacana yang membumi mas. NKRI ini pun berawal dari wacana beberapa orang saja bukan? Akankah semua orang harus menerima perubahan dan syariat Islam, saya kira tidak harus demikian. Orang-orang yang berani melakukan perubahan yang jadi aktornya. Sedang saya hanya tak ingin ketinggalan membantu mewacanakan hehehe. Politik Islam adalah bukan barang baru yang seharusnya diketahui secara alamiah oleh umat Islam, namun sayangnya politik Islam banyak disalah banyak artikan dan dicampuradukkan dengan ilmu politik yang berkembang di dunia. Sehingga politik Islam kabur bahkan umat Islam jadi fobia, padahal Islam juga mencakup seluruh aspek kehidupan termasuk politik. Satu pertanyaan saya, menurut Anda kira-kira kenapa mbah Danar atau mungkin orang seperti Anda menolak politik Islam, ah tapi sudahlah karena mungkin politik Islam yang saya pahami tidak Anda pahami. Saya kan masih dianggap pupuk bawang di sini, oleh teman2 disini saya diminta banyak belajar lagi. dan saya ndak nolak ko. Saya harus sekolah di PT Fisip dulu baru diakui ngomong politik Islam. Sedangkan teman-teman di sini tak dituntut untuk belajar politik Islam seperti yang saya pahami. Meski jua seharusnya seorang muslim yang saya pahami tak ada pengkotakan dalam memahami agama Islam. salam belajar dan memaknai hidup aris Yohanis Komboi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mbak Aris Solikhah,
Saya, walau baru tahu Mbak Aris dan pak Danar disini, menduga kalau Anda salah memahami tulisan pak Danar. Yang dimaksudkannya adalah bahwa dia setuju dengan syariat islam SELAMA itu dalam RANAH INDIVIDU dan bukan dipaksakan ke ranah negara. Bukankah begitu pak Danar? Disitu pentingnya membaca dengan serius pendapat orang dan menghargai pendapat itu tanpa perlu melewatinya secara sambil lalu. YoKom On 7/20/06, aris solikhah wrote: > > Saya memang meyakini mayoritas umat Islam tak menolak syariat Islam, > kecuali yang mengakuinya. hehe he Alhamdulillah jika tak ada yang menolak > syariat ISlam, saya cukup lega dan berbahagia. apalagi Buat anspirasi UU, > misalnya perda syariah, UU dan RUU APP dan UU hukum, UU pemerintah lain. > Alhamdulillah. > > Alhamdulillah mbah Danar juga tak menolak syariat ISlam lagi. Gitu dong > mbah...., postingan mbah ke depan akan menunjukkannya. kalau mbah > benar-benar tak menolak syariat Islam. > Persoalan negara Islam bisa dibicarakan dan diskusikan nanti. Akan lebih > enak ngobrol dan diskusinya kalau sudah banyak yang setuju syariat Islam. > > saya senang mendengarnya. > > salam hangat > > aris > > > Keliru mbak. > > Baca baik baik posting dari teman teman Muslim. Mereka setuju, > seperti mbak Lina, mas Dewanto, mas Ari dan kebanyakan sahabat dan > saudara yang saya kenal, semua Muslim, untuk menjalankan Syariat > dalam diri masing masing, bahkan memasukkan aspirasi Islam > kedalamperundangan, sejauh itu baik bagi bangsa kita. > > Yang ditolak, oleh banyak Muslim dam Non Muslim, yang cinta bangsa > ini, adalah PENDIRIAN negara agama. Bukan Syariat Islam. > > Saya, menolak negara agama, bukan karena karena saya Non Muslim, > tetapi karena saya yakin, negara agama, agama apapun lho, juga > Kristen atau Buddha, hanya akan membawa kesengsaraan bagi anak > bangsa. Sejarah telah membuktikannya. > > Sebaliknya, TAK ada bukti, bahwa negara agama adalah makmur, adil, > manusiawi. Taka ada. jadi untuk apa bukan? > > Jadi saya menolak, bukan Syariat Islam, tetapi negara Islam. BUKAN > karena saya NON Islam. Juga negara Kristen, saya TOLAK. > > Faham kan? > > Salam > > danardono > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links The great job makes a great man pustaka tani nuraulia --------------------------------- Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

