Tulisan yang menarik, bolehkah saya menganalogikan kisah ini dengan syariat 
Islam. 
   
  Begitu pula dalam syariat ISlam yang  saya pahami jika pencuri mencuri karena 
alasan kelaparan maka dia tidak dihukum. Ini pernah terjadi pada masa khilafah 
Umar bin Khattab. Hukuman potong tangan tidak berlaku pada masa paceklik dan 
kelaparan. Batas atau nishab pencuri yang dipotong tangan adalah 1/4 dinar atau 
sama dengan 1,25 gram emas atau sekarang mungkin 200 ribu. Begitu jelas bukan 
hukum dalam Islam mengenai pencuri. 
   
  Lebih dari 1/4 dinar dan  dengan alasan bukan lapar maka dia di potong 
tangan. Tapi yang terjadi saat ini orang kecil mencuri ayam seharga 40 ribu 
digebukin hingga mati sedangkan korupsi yang menyengsarakan seluruh 
masyarakat... hidup mewah di prodeo. :(((. Hendaklah keadilan juga tidak 
memilah si kaya dan miskin, karena manusia dinilai dari ketakwaannya. Cuma 
untuk menuduh mencuri harus menghadirkan saksi yang benar2 melihat ia mencuri 
dan barang curiannya. 
   
  “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya 
(sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari 
Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Maa-dah:38) 

  Kalau kita tidak mencuri, kenapa musti takut menerapkan ini kecuali.....
   
  Kira-kira kalau potong tangan ini diberlakukan apa yang terjadi... Insya 
Allah sulit sekali ditemukan orang yang mencuri, kecuali mencuri hati he he he 
he
   
  Sorry mas Ambon , intermezo juga.

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=6758&jenis=Ananda

Selasa, 25-07-2006 

Raja dan Pencuri 
Oleh : Kak Satri 

Dahulu kala ada seorang raja yang kaya raya. Sang Raja begitu yakin akan 
keadilan aturan dan keputusan yang dibuatnya.

Suatu hari seorang pengawal kerajaan memergoki seorang pengemis yang sedang 
mengendap-endap bermaksud mencuri nasi dari dapur kerajaan. 
Sang raja murka dan memerintahkan supaya pencuri itu dihukum gantung karena 
begitulah hukuman bagi seorang pencuri. 
"Ah.., sayang sekali,"keluh pencuri itu ketika dalam perjalanan di hadapan 
pengawal kerajaan. 
"Mulai sekarang sebuah rahasia besar dari ayahku akan mati bersamaku. Tapi saya 
senang bahwa saya tidak membocorkannya di hadapan Sang Baginda Raja." 
"Jika Sang Baginda Raja menanam biji buah salak, maka biji salak itu akan 
tumbuh dan berbuah hanya dalam semalam. Kalau tidak ada saya, dapatkah itu 
terjadi ? Itulah rahasia yang telah diajarkan ayahku kepadaku dan aku harus 
terus merahasiakannya," katanya dengan pandangan sayu. 
Sang Raja pun ternyata ingin tahu. "Tentang rahasia itu kamu harus menunjukkan 
kepadaku," kata Sang Raja tidak percaya lalu memerintahkan pengawalnya memetik 
buah salak dari kebun kerajaan. 
Bersama dengan Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja pergilah Si 
Pencuri malang itu ke kebun kerajaan. 
Si Pencuri mulai menggali tanah dan membuat kubangan kecil untuk biji buah 
salak di tangannya. 
Namun ia tidak segera meletakkan biji salak tersebut ke kubangan kecil yang 
telah di buatnya. Selanjutnya ia berdiri dan berkata, "Saya bisa membuat sebuah 
mukjizat, jika orang lain yang meletakkan biji salak ini ke kubangan kecil itu. 
Saya sendiri tidak boleh meletakkan biji salak ini ke kubangan kecil itu. Hanya 
seorang yang belum pernah mencuri atau mengambil sesuatu dari orang lain, apa 
yang bukan menjadi haknya boleh meletakkan biji salak ini. 
Karena saya seorang pencuri maka harus salah satu dari kalian yang 
melakukannya. 
Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja terdiam. Situasi menjadi 
hening. Yang terdengar hanyalah suara burung berkicau dan lebah yang 
mendengung. 
Si Pencuri menoleh ke Pengawal Kerajaan dan memohon, "Sudikah Tuan meletakkan 
biji salak ini ?"Pengawal Kerajaan itu mulai gemetar dan berkata lirih, "Biji 
salak itu tidak akan tumbuh, jika aku yang meletakkannya. Dulu ketika saya 
masih muda, saya pernah mencuri." 
Lalu Si pencuri itu berpaling ke Pegawai Kerajaan dan berkata, "Sudikah Tuanku 
melakukannya?" 
Pegawai Kerajaan itu tampak pucat lalu menundukkan kepalanya, "Saya juga tidak 
bisa melakukannya," katanya lirih, 
" Saya juga pernah mencuri." 
Kini Tinggal Sang Baginda Raja. Kata si Pencuri itu, "Tuanku Baginda Raja, 
Tuankulah satu-satunya orang yang belum pernah mengambil barang milik orang 
lain yang bukan menjadi hak, Baginda. 
Jadi, sudikah Tuanku Raja meletakkan biji buah delima ini ?" 
Tiba-tiba saja wajah Sang Raja menjadi pucat pasi. Ia terdiam membisu lalu 
menggoyangkan pundaknya. 
"Saya juga pernah mengambil barang milik kerajaan tanpa sepengetahuan siapapun. 
Lalu Si pencuri memecah keheningan dengan berkata,"Sang Baginda Raja, Tuanku 
adalah seorang yang berkuasa dan kaya raya. Tak satu pun berkekurangan. Dan 
sekarang tak satu pun di antara kalian mampu menumbuhkan biji buah salak ini. 
Oh... malang sekali nasibku. Aku yang baru akan mengambil nasi, supaya rasa 
laparku hilang akan digantung," keluhnya. 
"Kamu sungguh bijaksana!" sahut Sang Raja tiba-tiba sambil menatap Si Pencuri 
yang kelihatan sangat sedih. 
"Kamu telah menunjukkan kepada kami bahwa tak seorang pun sempurna.Saya 
membatalkan keputusan hukum gantungmu. Kamu bebas. Dan sebagai tanda terima 
kasihku, saya menghadiahi kamu kalung permata kerajaan milik ayahandaku. 
Pergilah sekarang ! Kamu telah membuka mataku. 


[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/WktRrD/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke