--- In [email protected], ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pelacuran wanita maupun laki2 adalah kepandaian manusia yg sudah ribuan tahun. > Pelarangan pelacuran yg hypocrytic ini hanya dikeluarkan oleh umat2 yg beragama kristen, muslim dan yahudi - semua yg berhubungan dgn kitab suci mereka. Ini juga berdasarkan tradisi middle east sewaktu mereka menyambah Astarte - dewi "sex" kesuburan umat. > > Didalam kebudayaan lain persoalan pelarangan ini tidak ada - karena tidak mungkin dilarang. Panggilan alam utk laki2 sewaktu mereka jaya lebih kuat dari peraturan kesusilahan bikinan. Fihak wanita juga sama meskipun agak tertutup. Tekanan hormon alam sulit ditangkis. > > Untuk apa dibikin pel;arangan jikalau kita 100% mengerti ini peraturan juga pasti akan dilanggar. Yg rugi disini hanya pemerintah karena pajak tidak masuk dan s.t.d. tidak dapat dijaga dan kaum pelacur wanita dan laki2 harus hidup underground dan diblackmail dari kiri dan kanan. Mereka kan utk masyatakat adalah sampah > > Yg mendapat penghasilan disini adalah calo2, polisi2 dan mafia2 Ini kan boleh dikata slavery. Jikalau semua legal - pajak negara masuk , kesehatan terjaga dan kaum pelacur tidak diblackmail lagi. Geisha2 diJepang adalah semacem legalized prostitution tetapi kaum geisha proud melakukan pekerjaan ini. > > Silahkan kalin berpikir dan analisa the pros dan the contras. > > Andreas
Kadang pelacuran/ selingkuh atau apa namanya lebih manusiawi ketimbang solusi 'syariah'. Ambil contoh kasus Yusril. Kalau saja yang bersangkutan memilih 'selingkuh' atau sekedar punya geisha (si Kato kalau ngak salah geisha beneran - artist dan keturunan jepang). Mungkin tidak perlu Yusril menceraikan - dan menyakiti hati - perempuan tua, ie Sukesih - yang sudah 22 tahun dinikahi. Dan Yusril tidak sendiri. Di kalangan kampus juga sudah hampir jamak sekarang kalau beberapa dosen, yang sudah berumur, menceraikan istri 'perjuangannya' untuk sekedar kawin dengan mahasiswinya yang masih muda, dan begitu saja mencampak istri tuannya. Tuhan mungkin mereka tidak sakiti. Tapi perempuan tua dan mungkin juga perempuan kecil lainnya mereka sakiti, hanya untuk satu hal yang esensinya sama saja. Salam, btw, Nizami mungkin mau mengikuti jejak bossnya si Yusril, nyari geisha, dengan berdasarkan syariah tentu..... > Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalem, De... > Nizami memang comberan, plus intelektualitasnya pun sangat diragukan. Menangkap esensi pelacuran sebagai dampak dari kemiskinan terstruktural dan minimnya pendidikan aja nggak mampu. Susah, kalau hidup cuma berputar di ayat-ayat. > > TEAM DEDE!!!!!! > > Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > memang susah ngomong sama orang yang hati > dan mulutnya kotor seperti comberan. > > gitu ngaku pejuang islam. muke lu jauh! > > At 05:43 PM 9/27/2006, you wrote: > > >Kalau tempat pelacuran ditutup kasihan juga nanti mas > >Nugroho tidak bisa mampir lagi ke sana. > > > >Atau bisa jadi nanti anak-anak perempuan mas Nugroho > >tidak bisa bercita-cita jadi Pekerja Seks Komersial di > >tempat pelacuran tersebut...:) > > > >Kok ada sih orang yang mendukung pelacuran...? > > === I cannot stand journalists who take 'amplop' and say it's 'rezeki' from God. It's understandable because journalists are only humans with needs, but don't try to justify it. It strongly opposes code of ethics. It's wrong. And it's crystal clear. === > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

