makanya di legalkan saja itu perbudakan. biar status hukumnya jual beli wanita dan anak naka bisa ndompleng masuk dalam perbudakan.
pernah ingat film little missy ndak, sinetron/televovela dari amerika selatan yg pertama kali. dia kan budak kulit putih. menurut aris, ini disebabkan karena perang atau karena kemiskinan orang tuanya sehingga menjual anaknya menjadi budak, hayo ...... dan yg saya sebut perbudakan itu ndak cuman jual perempuan, tapi juga anak anak. jadi termasuk yg anak cowok juga. === setelah digedein sesuai rencana domba, kan bisa dipekerjakan .. jadi tukang kebun kek, apa tukang angkat angkat barang. kalo lagi baik, dibebasin, pas bulan puasa lagi .. pahala berlipat gitu lho ... mosok ndak tergiur. selain itu selama proses membesarkan di islamkan juga, trus disuruh ikutan jadi anggota pasukan jihad. meninggal di jalan Allah langsung masuk surga. sangat baik untuk masa depan para budak tersebut. lagian ndak perlu pusing ngasih warisan atau pesangon kalo mau memecat eh .. memerdekakan mereka kan ? buat yg industriawan besar, jadi souerce tenaga murah tanpa harus ribut dengan UU ketenagakerjaaan ... :p mungkin kalau ada negara islam yg punya sumber daya alam dan sumber daya budak cukup besar, plus infrastrukturnya bagus, bisa menarik investor untuk menanam modal dan mendirikan pabrik di sana. barangkali HTI berminat ... untuk menghidupkan isu perbudakan ini di negara islam yg akan didirikan ?. ada dua keuntungan yg saya baru pikir sekarang ini. - budak lelaki jadi tenaga murah industri - budak wanita bisa sekaligus jai pelampiasan nafsu jadi tidak perlu membuat industri seks yg harom itu .. - tidak perlu pusing kb, soalnya anak kedua dan seterusnya bisa disetting pemerintah, wajib jadi budak. jadi makin banyak anak, makin besar pula stok budak yg didapat. umat islam anti KB bukan ? ini bisa menjadi daya tarik investasi tersendiri lho. salam, Ari Condro On 9/28/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Jenengan ada-ada saja mas. Nanti kalau ada orang yang menghamba pada > uang disebut budak uang ya he he he. Moga-moga nggak meng-abu-abukan sesuatu > yang sudah hitam dan putih. Pelacuran atau perdagangan perempuan (seks red) > beda banget dengan perbudakan. Baik hukum, status dan perlakuannya. > > Ari Condro <[EMAIL PROTECTED] <masarcon%40gmail.com>> wrote: ndak juga > kok, aris. > > mas nizam kan bilangnya pelacuran berasal dari perdagagnan anak anak dan > perempuan. lha kalo ada perempaun dan anak anak yg dijual, berarti kan > menjual manusia = perbudakan. dan ini perbudakan yg terjadi karena lilitan > kemiskinan (dan penculikan) dan bukan berasal daripada peperangan. > > jadi proposi ada budak karena perang ndak seratus persen bener. > > On 9/28/06, aris solikhah wrote: > > > > Mas Ari, > > Sepahaman saya, orang yang menjadi budak ialah orang yang tertawan dalam > > artian tawanan perang. Itupun pasukan musuh dan kalau ada regu perempuan > > bagian logistik dibelakang kalau mereka kalah dalam perang maka secara > hukum > > ISlam dia akan menjadi budak. Sebaliknya dengan pasukan ISlam kalau > kalah > > dalam perang maka ia menjadi tawanan lawannya. yang bisa berubah > statusnya > > menjadi budak aklau tidak ditebus lawan. > > > > Sekarang tidak ada perbudakan. Perbudakan akan muncul kembali bila suatu > > saat terjadi peperangan maka lawan itu menjadi tawanan. Dan bila tawanan > ini > > tak bisa ditebus oleh keluarga lawan maka bisa berubah statusnya menjadi > > budak. Seperti tulisan mas, Islam memberikan pahala besar bagi orang > yang > > membebaskan budak. > > > > Jadi budak sekarang tidak ada atau tidak sah, apalagi akal-akalan demi > > melegalisasikan pelacuran. Halal tetap halal, haram tetaplah haram, > mubah > > tetaplah mubah,makruh tetaplah makhruh, sunah tetaplah sunah. Tidak akan > > berubah sepanjang masa hukum asal suatu perbuatan menurut Islam, kecuali > ada > > kondisi tertentu yaitu darurat yang menghantarkan pada kematian. CMiiW > > > > salam, > > aris > > > > Ari Condro > wrote: > > pendapat mas nug kok bertentangan denan FPI yah ? > > > > kalau saya malah mikirnya, mendingan perbudakan dilegalisasi aja > sekalian. > > > > - jadi pelacuran diganti namanya dengan perbudakan, setiap yg ke tempat > > pelacuaran, akad transaksinya adalah membeli budak. dan menggauli budak > > diperbolehkan dalam islam. > > > > - buat umat islam yg ingin menabung pahala, bisa membebaskan budaknya > > dengan > > cuma cuma. pahalanya sangat besar lho apalagi kalau dilakukan di bulan > > romadhon. > > > > - kita memang harus pintar pintar dealing denan shariate business ini > .... > > jgn sampai mengharamkan yg halal. :D > > > > salam, > > Ari Condro > > > > On 9/27/06, Nugroho Dewanto wrote: > > > > > > > > > di arab saudi (yang kerajaan islam) dan iran (yang republik islam), > > > tempat pelacuran dan praktek melacur dilarang. > > > > > > disana secara resmi tak ada tempat pelacuran. > > > > > > tapi pelacur (laki-laki dan perempuan) dan praktek > > > pelacuran toh tetap ada. dengan pelacur yang kebanyakan > > > impor. > > > > > > di saudi banyak pelacur berasal dari indonesia. di iran banyak > > > pelacur berasal dari barak-barak pengungsi asal irak atau afganistan. > > > > > > selama kaum wanita masih dililit kemiskinan dan kebodohan, > > > dan satu-satunya aset yang mereka punya untuk mencari > > > nafkah adalah alat kelaminnya, selama itu pula pelacuran > > > akan tetap ada. > > > > > > maka sekolahkan anak perempuan setinggi-tingginya. > > > agar mereka bisa bekerja dan mencari nafkah dengan halal. > > > > > > dan jangan suka mengompor-ngompori kekerasan yang > > > bisa mengakibatkan konflik dan perang. karena dalam perang, > > > kaum perempuan biasanya yang akan menjadi korban. > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > *************************************************************************** > > __________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com> > > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com> > > > 6. kembali menerima email: [EMAIL > > PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com> > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > The great job makes a great man > > pustaka tani > > nuraulia > > > > > > --------------------------------- > > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great > rates > > starting at 1ยข/min. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com> > 6. kembali menerima email: [EMAIL > PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com> > > Yahoo! Groups Links > > The great job makes a great man > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call > rates. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

