Kangmas.. kangmas, Kenyataannya slogan demokrasi dan HAM tak seindah impian... bila memahami makna terdalam, sejarahnya, alur berpikirnya, perilaku penjual demokrasi dan HAM sendiri yang sering membuktikan bahwa demokrasi tak menerima Islam. Islam yang dipandang selintas, sebelah mata, dengan pandangan yang kurang mengenakkan bahkan digugat pemeluknya sendiri.. malah seringkali menunjukkan memuliakan manusia. Sejarah lebih banyak berbicara, itu pun jika kita memahami dan arif memandang sejarah agama sendiri. Mungkin saya juga tak perlu mendebat Anda mas kali ini, nanti saja kalau mimpi telah jadi nyata, semua tinta habis melukiskan kata-kata indahnya Islam. Kisah Afganistan, kisah Irak, KIsah Hirosima Nagasaki, kisah Vietnam, Indonesia ini juga mau diujicoba kan..... potret slogan demokratisasi dan HAM.
Teman-teman yang memperjuangkan gender sedang memperjuangkan kesetaraan yang Anda inginkan di DPR, mungkin ada baiknya kalau Allah mengizinkan sekularisasi, Amerikanisasi dan liberalisasi itu gencar di Indonesia.. sehingga orang akan tahu bagaimana nasib bangsa ini..biarlah orang yang tertidur bangun dari tidurnya...dan membelalakan matanya. Oh ya btw tentang HAKI, kemarin Elizabeth Wiese, science writer dari USA Today kemarin datang ke IPB, saya sih cuma dengerin saja meski bahasa inggrisku ancur.. saya ingin sedikt berbagi mas Arcon. Para peneliti disana sedang mengusahakan suatu konsep para petani di Asia, Afrika, dll bisa mengakses hasil penelitian mereka dengan tanpa terbebani membayar royalti hak paten pada penemunya yang mahal. Selain itu hak paten itu bikin mereka ndak kreatif, lha iyalah setiap mau mengembangkan yang sudah ada mereka musti bayar dulu royalty. Bersyukurlah barat pada dunia Islam, dulu tidak ada hak paten, dan memang demikianlah Islam mengajarkan bahwa ilmu itu milik Allah sehingga siapapun boleh menikmati dan mengembangkan tanpa dipungut bayaran. Sehingga ilmu dan teknologi berkembang pesat.. sekarang mau meneliti apa harus bayar royalti ke Perusahaan Penelitian negara pujaan Demokrasi dan Sekular,.. kapan pinter dan kreatifnya orang Indonesia. Parahnya penelitian itu hasil orang Indonesia, karena kerjasama dengan asing diklaim miliknya. Kalau ada orang Islam berlomba-lomba menerima hak paten... lucu, lha disana aja mau menghilangkan. Kalau ada orang Islam Indonesia lomba-lomba menghambakan demokrasi dan meninggalkan Islam.. yah gimana ya.. lha wong di Barat dan Amerika.. orang-orang berbondong-bondong mempelajari Islam. Ini namanya keseimbangan alam. Ada yang pergi dan ada yang masuk. ^_^ salam, aris Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mbakyu mbakyu, saya kan hanya mencoba memberi kilikan, bukannya beberapa kalangan Islam selama ini membawakan idiom bahwa islam itu tidak compatible dgn demokrasi bahkan menolak, islam menolak HAM, islam juga tidak mau ajaran perbudakan dan jihad dihapuskan dari fikih, keselamatan hanya ada dalam Islam, dalam islam hak lelaki juga diatas hak wanita dan lain lain :p bukankah legalisasi perbudakan dan penerapannya dalam sebuah Islamic State justru menjadi penjelas mungkinnya semua klaim diatas diwujudkan ... kemungkinan diatas hanya akan mejadi berbeda ketika perbudakan kita tolak, otomatis kita akan dealing juga dengan semua konsekuensi lanjutannya, HAM, Dmeokrasi, dan lain lain ... :D salam sayang, Ari Condro On 9/29/06, aris solikhah wrote: > > Yah saking liarnya menyimpang dari syariat Islam dan serampangan, orang > yang pro syariah akan menolaknya tentu saja termasuk NU sendiri ^_^. Kecuali > NU alirannya mas Arcon ^_^. > > Nugroho Dewanto > > wrote: > bung arcon, > > ide anda ini orisinal, cerdas, meski liar hehehe.... > > At 12:08 PM 9/28/2006, you wrote: > > >makanya di legalkan saja itu perbudakan. biar status hukumnya jual beli > >wanita dan anak naka bisa ndompleng masuk dalam perbudakan. > > > >pernah ingat film little missy ndak, sinetron/televovela dari amerika > >selatan yg pertama kali. dia kan budak kulit putih. menurut aris, ini > >disebabkan karena perang atau karena kemiskinan orang tuanya sehingga > >menjual anaknya menjadi budak, hayo ...... > > > >dan yg saya sebut perbudakan itu ndak cuman jual perempuan, tapi juga > anak > >anak. jadi termasuk yg anak cowok juga. > > > >=== > > > >setelah digedein sesuai rencana domba, kan bisa dipekerjakan .. jadi > tukang > >kebun kek, apa tukang angkat angkat barang. kalo lagi baik, dibebasin, > pas > >bulan puasa lagi .. pahala berlipat gitu lho ... mosok ndak tergiur. > > > >selain itu selama proses membesarkan di islamkan juga, trus disuruh > ikutan > >jadi anggota pasukan jihad. meninggal di jalan Allah langsung masuk > surga. > >sangat baik untuk masa depan para budak tersebut. lagian ndak perlu > pusing > >ngasih warisan atau pesangon kalo mau memecat eh .. memerdekakan mereka > kan > >? > > > >buat yg industriawan besar, jadi souerce tenaga murah tanpa harus ribut > >dengan UU ketenagakerjaaan ... :p mungkin kalau ada negara islam yg punya > >sumber daya alam dan sumber daya budak cukup besar, plus infrastrukturnya > >bagus, bisa menarik investor untuk menanam modal dan mendirikan pabrik di > >sana. > > > >barangkali HTI berminat ... untuk menghidupkan isu perbudakan ini di > negara > >islam yg akan didirikan ?. ada dua keuntungan yg saya baru pikir sekarang > >ini. > > > >- budak lelaki jadi tenaga murah industri > >- budak wanita bisa sekaligus jai pelampiasan nafsu jadi tidak perlu > membuat > >industri seks yg harom itu .. > >- tidak perlu pusing kb, soalnya anak kedua dan seterusnya bisa disetting > >pemerintah, wajib jadi budak. jadi makin banyak anak, makin besar pula > stok > >budak yg didapat. umat islam anti KB bukan ? > > > >ini bisa menjadi daya tarik investasi tersendiri lho. > > > >salam, > >Ari Condro > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > The great job makes a great man > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > Get your email and more, right on the new Yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links The great job makes a great man pustaka tani nuraulia --------------------------------- Do you Yahoo!? Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

