Ada or tidak adanya "siklus banjir 5 tahunan" gak penting lah. Yang penting adalah sudah sejauh apa pemda DKI Jakarta mengantisipasi banjir dari tahun ketahunnya? Ada perbaikan kah atau malah kemunduran ? Kalau kali ini banjir semakin parah, berarti kan ada kemunduran. Ngapain aja belio???
Bangun air mancur Thamrin sampe 17milliar (?). Bangun 1 buah halte busway 2miliar. Itu katanya katanya sih. Saya sungguh gak ngerti duit segitu kebanyakan ato gak buat project tsb? Oh ya..waktu saya nonton liputan banjir di RCTI, yang diliput adalah daerah Kampung Melayu (yang langganan banjir). Salah seorang pengungsi diinterview,"kok masih mau tinggal di sini walau tiap tahun kebanjiran, kan pemerintah mau buat rusun? kok gak mau tinggal dirusun nantinya?" Kata ibu tersebut "emang kita2 gak mau tinggal dirusun, maunya diganti uang aja". Dengan informasi terbatas spt itu, saya bingung jadinya. "Susah juga ngatur penduduk yang bandel ya?"...:-) Seorang temen yang dari negeri sono juga terbingung2 melihat rakyat INdonesia yang nampaknya 'pasrah' dan tidak mau 'komplen' kpd pemerintahnya. Sudah sering kejadian kayak gini, kok malah kayaknya gembira-gembira aja ngungsi ke Mesjid, berenang-renang, main banjir, yang lain nontonin banjir. Lampu mati karena gardu tenggelam, kok gak minta gardunya dipindahin ke tempat lebih tinggi hingga gak kerendem. Oleh karena rakyatnya spt ini lah, pemerintahnya juga happy-happy aja. Mestinya mereka ngungsi ke kantor pemda ato kerumah pejabat!!! "Kantor pemda dan rumah pejabatnya juga banjir, sir!!!". "Para pejabat ngungsi ke hotel, sir!". Kita-kita aja yuk yang kritis thdp pemerintah, spy pemerintahan ini lebih baik. wassalam, --- In [email protected], "jamur_kuping" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > makin ketahuan, bohongnya SUTIYOSO ... > Gubernur DKI yang konon mau nyalonin jadi PRESIDEN > > > ================================================ > 06/02/2007 10:06 WIB > BMG: Tidak Ada Istilah Siklus Banjir 5 dan 30 Tahunan > Iqbal Fadil - detikcom > > Jakarta - Masyarakat Jakarta kerap mengalami siklus banjir besar setiap 5 tahun sekali. Sebagian lagi menyatakan musibah tahun ini mengikuti siklus banjir bandang per 30 tahun. Namun BMG menegaskan tidak ada istilah siklus banjir. > > "BMG tidak mengenal istilah siklus banjir. Kami selalu memantau cuaca berdasarkan data setiap hari," tegas Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik BMG Pusat Achmad Zakir, ketika dihubungi detikcom, Selasa (6/2/2007). > > Mengenai pengaruh bulan purnama yang mengakibatkan banjir di Jakarta tidak surut, Zakir menyatakan kemungkinan itu bisa saja. "Memang biasanya kalau bulan purnama air laut pasang. Itu sebabnya banjir tidak cepat surut," imbuhnya. > > Namun berdasarkan penanggalan kalender yang menggunakan sistem bulan, Zakir menyatakan saat ini masa bulan purnama sudah lewat. "Bulan purnama sudah selesai 3 hari yang lalu, jadi mungkin tidak berpengaruh lagi terhadap air pasang di laut," tandasnya. (bal/bal) > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

