Saya juga gatal untuk ikut mensikapi pernyataan mas Danar:
1. "Dia tawarkan pada semua Non Muslim, untuk menyembunyikan cara makan
(babi misalnya), ritual, dan kalau masuk ranah umum, harus bertingkah
islami."
Jawab: Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, adalah realitas bahwa ada
ranah publik/domain publik dan ranah individu/domain privat dan keduanya
berbeda, tidak perlu diperdebatkan. Dalam ranah publik, aturan yang diterapkan
adalah aturan yang diadopsi oleh negara yang bersifat mengikat dan memaksa bagi
semua komponen masyarakat. Bukan hanya mengikat dan memaksa, dari sisi negara
merupakan tanggung jawabnya untuk menerapkan aturan yang benar-benar mampu
mensejahterakan masyarakatnya. Dari sinilah, ketika masyarakat Non Muslim,
menyadari bahwa hanya aturan Islam yang dapat mensejahterakan hidup mereka di
dunia dan keluar dari berbagai krisis, mereka pasti dapat menerima aturan Islam
di ranah publik ini, dan selanjutnya bukan tidak mungkin mereka pun menerima
Islam sebagai agama mereka. Bukankah selama ini pun (di Indonesia misalnya) non
Muslim bisa menerima aturan negara yang notabenenya bukan dari agama mereka
atau budaya mereka? apakah budaya demokrasi dan
liberalismenya dari agama dan budaya mereka? tentu bukan. apakah perkonomian
dengan landasan riba adalah dari agama dan budaya mereka? tentu bukan. Apakah
pergaulan bebas, homoseks dan lebianisme, dari agama dan budaya mereka? tentu
bukan. So, dengan menyingkirkan sentimen agama, jikalau Islam memang bisa
memberikan solusi yang mensejahterakan, why not?
2. "para mino sembunyikan jatidiri budaya mereka, demi sang mayo".
Jawab: bukan menyembunyikan demi sang mayo, tapi demi aturan yang mereka turut
yakini mensejahterakan mereka juga di dunia. Lagipula dalam konteks aturan yang
memang mensejahterakan, masalahnya bukan terletak pada mino atau mayo. bisa
jadi yang mino adalah yang memiliki aturan tersebut. Kalau ditanya (di
indonesia) mana yang mayo, umat Islam, umat Nasrani, umat Hindu, atau umat
Sekuler? coba liat KTP nya, hehehe... pasti gak ada satupun yang agamanya
Sekuler, kalaupun ada pasti mino, mino banget, tapi yang diterapkan aturan
sekuler. Karena dalam ranah publik, masyarakat indonesia mayo meyakini dan
berharap pada sekulerisme dan aturan turunannya seperti demokrasi, privatisasi,
pluralisme, dapat mensejahterakan mereka. walhasil yang diterapkan sekulerisme.
3."TETAPI, di Minahasa, Bali atau Flores, misalnya, dimana
kalian menjadi TAMu, dan kami TUAN RUMAH, kami juga harus sembuynikan
jatidiri budaya kami, dan membentUk ranah umum bagi kalian, yang
hanya tamu? Apa ini bukan tuntutan yang kurang ajar? terhadap si
tuan rumah budaya?".
Jawab: Argumentasi seperti ini adalah argumentasi kesukuan yang primordial dan
tergilas zaman, kalau belum, akan tergilas perkembangan zaman. Saat ini pun
kita sudah banyak menyaksikan perbauran antar suku yang notabenenya juga
berbeda budaya, apalagi di eropa sana. di lokasi industri, perbauran ini lebih
cepat lagi dan lebih massif. Saya kok merasa aneh, mas Danar yang kata mas
Mudatsir bertahun-tahun sekolah di Eropa sana, kok memiliki argumentasi yang
primordial begini. Lebih dari perbauran, bukan tidak mungkin alias bukan
mustahil, si Tuan Rumah meninggalkan keyakinan dan budayanya untuk beralih
memeluk keyakinan dan budaya yang baru. seperti sejarah diterimanya Islam oleh
masyarakat hindu budha di nusantara dulu. tentu kalau argumentasi mas Danar ini
paten dan bisa dipegang, orang indonesia niscaya tidak akan mayoritas agamanya
Islam atau bahkan satupun tidak ada yang mau memeluk Islam. Nah, kalau
orang-orang di minahasa, bali, flores dsb tergambarkan dan menyadari
rusaknya aturan sekuler dan akan terus membawa mereka dalam kesengsaraan pada
saat yang sama mereka menyadari dan tergambarkan bahwa aturan-aturan Islam di
ranah publik dapat mensejahterakan mereka, mereka pasti mendukung penerapan
syariah oleh negara. Sangat mungkin....
terima kasih
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz
[Non-text portions of this message have been removed]