Wah.. wah.. (takjub)
Mas Mudatsir, saya kira perdebatan ini memasuki titik yang terbaiknya. Harus
diakui postingan yang terakhir-terakhir ini dari mas Danar dan mas Kartono
adalah postingan yang berkelas, kritis dan berangkat dari kesadaran realitas
yang argumentatif. Ini menunjukkan objektivitas mas Danar dan mas Kartono dari
perspektifnya masing-masing, dan keterbukaan untuk mengetahui lebih jauh
sebagaimana pernyataan mas Kartono, "Kalau Bung Mudatsir mengusulkan suatu
solusi, sebaiknya ia ajukan pula konsep strategi untuk mencapainya supaya tidak
hanya sebatas mimpi." Bravo...
Saya tergelitik untuk mensikapi sedikit tentang :
1. dari mas Kartono, "Bukan hanya Mudatsir yang mencoba mencari solusi yang
utopis (yang kalau memang hendak dilaksanakan akan memerlukan kekerasan dan
kemudian penindasan). Lenin juga mencoba sebuah solusi berdasarkan pandangan
Marx". dan
Jawab: dalam upaya perubahan, tidak ada sesuatu yang utopis. bahkan bukankah
kata "gagal" sekalipun seharusnya dihapus dalam kamus pikiran kita atau dilihat
dari sudut pandang yang lain seperti dalam buku terkenal "Dare to Failed".
paradigma Utopis dalam upaya untuk menggerakkan perubahan adalah musuh yang
harus pertama kali dimusnahkan. Bukankah Lenin tidak menganggap upaya perubahan
oleh Karl Marx (das Kapital) sesuatu yang utopis?
2. dari mas Kartono "Konsep solusi tanpa memperhatikan realitas dan tanpa
mencoba pada kelompok kecil dulu (seperti Lenin mencoba di Rusia dulu, baru
menyebar ke negara lain),
hanyalah sebuah mimpi. ....".
Jawab: Konsep solusi bukan bicara pada tataran memperhatikan realitas atau
tidak. Konsep solusi bicara pada tataran das sein (kenyataan yang menyimpang)
dan das sollen (kenyataan yang seharusnya terjadi), atau kesenjangan antara
praktek dan teori. das sein adalah realitas, konsep solusi justru diusung
karena kesadaran penuh dari memperhatikan realitas-realitas. So, dapat
dipastikan para pengusung konsep solusi adalah pemerhati realitas, berdasarkan
pisau analisisnya masing-masing. perbedaan pada pisau analisis inilah terdapat
titik perbedaanya. bukan berbeda pada memperhatikan realitas, karena penyamaan
fakta realitas sebenarnya dapat dilakukan. Saya tidak sependapat dengan
pernyataan "Tanpa ada contoh maka konsep itu hanya dibeli oleh mereka yang
mencoba mengalihkan kesulitan atau frustasi dirinya dalam bentuk mimpi". Saya
sependapat jika pernyataannya dirubah menjadi "Tanpa ada contoh maka konsep itu
hanya dibeli oleh mereka yang bersungguh-sungguh mengatasi kesulitan
diri dan masyarakatnya dalam bentuk yang nyata." Secara logika, tidak mungkin
tanpa contoh orang mau mencoba-coba, lagipula yang berakal tentu tidak ingin
menyelesaikan kesulitannya dalam mimpi. Bukankah upaya Lenin dan Karl Marx
adalah gagasan baru dan belum ada contohnya? bukankah mereka bersungguh-sungguh
mewujudkan das sollen yang mereka yakini dalam bentuk yang nyata, tanpa
meributkan ada contoh atau tidak? niscaya Lenin dan Karl Marx tidak akan pernah
berhasil mewujudkan ideologi komunismenya dalam negara, jika pada kali pertama
pengopinian konsep solusi, pertanyaan yang diajukan pada mereka berdua adalah,
mana contoh daerah atau negara komunis yang pernah didirikan? la whong orang
lagi berjuang...
Mengutip pernyataan mas Danar, "Ini yang harus dimaklumi Mudatsir dkk, yang
lebih baik kalau lebih banyak membaca literatur dan menambah wawasan." Ini saya
pikir ada benarnya, bukan hanya mas Mudatsir, termasuk saya insya Allah terus
berupaya melengkapi dan memperkaya literatur dan wawasan. bukan hanya literatur
Islam, tapi juga literatur dari barat yang sekuler maupun yang sosialis
komunis. Saya rasa mas Danar dan mas Kartono pun berupaya lebih baik lagi dan
lebih banyak membaca literatur dan menambah wawasan, bukan hanya dari barat
yang sekuler maupun dari yang sosialis komunis tapi juga dari literatur Islam
dan pandangan para ulama-ulamanya yang mukhlis, iya kan?
Terima Kasih.
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]