Waduh Mbah...kalau sependek yang saya tahu surga atau neraka TIDAK ditentukan oleh KAYA atau KERE tuh. Mungkin lho mbah sekali lagi mungkin saja yang berbeda adalah yang KAYA ingin hidup terus, jangan mati dulu, sebaliknya yang KERE kepingin cepat mati (hopeless).
Mbah jangan salah lho....tidak semua penduduk Jakarta yang kena banjir itu beretos kerja rendah lho.Banyak juga beretos kerja tinggi. Tidak sedikit yang sudah berangkat kerja pagi hari sekali (jam 4 tau 5 pagi hari) dan pulang menjelang dini hari, tatapi rumahnya tetap kena banjir. Bisa jadi miliser ada diantara contoh tsb. Kalau tanya berapa persen yang merasakan banjir sebagai berkah kelihatannya nggak ada yang bisa jawab Mbah. BPS juga tidak ada data ttg itu. Kita hanya bisa melihat di TV/Koran banyak yang ceria ketika mendorong mobil mogok, bisa jualan air bersih dsb. Salam air bersih Hakim ----- Original Message ----- From: RM Danardono HADINOTO To: [email protected] Sent: Wednesday, December 05, 2007 2:20 PM Subject: [ppiindia] Re: Amrozi Minta Dipancung --- In [email protected], "hakim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Oh ya mbah. Soal banjir, tergantung orangnya ya . Mau dianggap neraka dunia ya bisa saja. Mau dianggap berkah (nyewakan perahu karet, dorong mobil dsb) ya bisa saja. Mau dijadikan bahan penelitian oleh ahli tata kota ya bisa saja. *** Yang lebih merasa neraka berapa persen mas hakim? Yang merasakan malapetaka itu berkah berapa persen? Tapi, kalau kita nggak fokus masalah yang kita hadapi KINI, tapi tunggu mati, lalu mau pesta dengan 70an bidadari, ya monggo.. > Mau dijadikan olah raga renang/nyelam gratis ya bisa saja. > Mbah, banyak manusia yang nggak ngurusi/berhubungan dengan banjir juga bisa mati kok. Inggih to mbah? > **** Lho jelas, yang mati ya semua. tapi itu kan bukan pointnya mas Hakim, tetapi, apakah yang kita perbuat sebagai manusia? Yang nggak kena banjir memang ada, mungkin sekali karena ethos kerja mereka yang keras hingga mampu menikmati kehidupan bebas banjir? Orang bahagia suatu saat meninggal, yang jadi kere terus juga meninggal, kan nggak sama to mas Hakim? Apalagi yang bahagia nanti masuk sorga, yang kere tetap masuk neraka? Salam nalar Danardono Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. [Non-text portions of this message have been removed]

