Tuhan jelas maha tahu. Yang bodoh ya terpidana mati itu. Kenapa tidak bisa membedakan peluru sengaja dan tidak sengaja dilumuri lemak babi. Lagipula tuhan tidak menilai umatnya secara picik (tidak diterima di surga hanya karena kena minyak babi).
Saya tidak tahu mengapa eksekusi pancung lebih syariat, apakah saudara-saudara bisa beri tahu saya landasannya apa? Kalau landasannya contoh hukuman mati (dipancung) pada jaman Rasul dulu, itu juga karena belum mengenal senjata api. Sekarang kita temukan metode suntik mati juga kan? Persoalan lebih syariat hukuman model seperti apa, haruskan dibahas hingga amandemen DPR? JIka memang dilandasi atas hak-hak terpidana untuk memilih eksekusi model tertentu, maka mungkin bisa saja. Tapi yang terpenting deadline eksekusi jangan ditunda-tunda. Amrozi harus mati sesuai waktu yang ditentukan. Supaya tidak sia-sia polling hukuman mati versi Nizami di bawah ini: The Pro dan Setuju Hukuman Mati Petition to was created by Syiar Islam and written by Agus Nizami ([EMAIL PROTECTED]). Gimana boss RM Danardono, mbak inadahlan, pak asnawi, bung radityo, om haris, mas hakim, dan mbak salma Fe (eh salah ding riricute)...? --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "hakim" <hakim@> wrote: > > > > > > Lha memangnya Tuhan tidur? Lha memangnya Tuhan lalai? > > Janganlah kalian memandang rendah Kuasa Tuhan. > > Masak Tuhan kok dianggap TIDAK bisa membedakan > > "peluru sengaja dilumuri lemak babi oleh orang lain/tentara" > > dengan "sengaja mengkonsumsi daging/lemak babi" yang akan > > menghalangi ke Surga. > > > > > > Salam tidak tidur > > > > > > Hakim > > > > > Bangsa bangsa cerdas seperti Jepang, Tiongkok, USA, Eropa yang semua > mengkonsumsi babi masuk sorga nggak ya? Mungkin buat mereka bukan > halangan ya mas Hakim? By the way Tuhan itu tidur juga ya? atau > bangun terus terusan? Mas hakim sudah pernah diberi tahu ini? > > Salam > > Danardono > > PS: Hujan deras sudah mulai turun di Jakarta, mungkin manusia urus > dahulu neraka didunia ini, sebelum urus spekulasi kalau mati, ya kan > mas? >

