--- In [email protected], "Asnawi Ihsan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dibawah ini artikel Amran yang ditanggapi Ulil.
> 
> saya ambil dari email yang dikirim Ulil ke salah satu milis. 
Setelah ini
> akan saya kirim tanggapan Ulil atas artikel Amran yang di muat di 
beberapa
> milis. Dan kita juga sudah baca tanggapan amran yang sudah dikirim 
di milis
> ini, sementara itu tanggapan balik dari ulil mungkin akhir minggu 
ini akan
> muncul (menurut pengakuan ulil di salah satu milis). Lalu amran 
mungkin
> akan menanggapi kembali dan ulil pun kembali menanggapi... entah 
sampai
> kapan... pan.. pan...  Toh kenyataannya, sebagai 
keniscayan 'sunnatullah'
> bahwa semua ini masuk dalam bingkai 'dialektika' tesis-anti tesis-
sistesis,
> anti sintesis- anti anti sintesis- dan seterusnya... tiada akan 
pernah
> berakhir...akankah terus dalam 'kelelahan' atau absurditas 
dialektis?
> Setidaknya itu menurut saya dan jika saya tidak salah mengambil 
kesimpulan,
> di titik itulah bung medi memandang sehingga mengomentari polemik 
ulil dan
> amran dengan kalimat yang pendek bahkan sangat pendek. 
> 
> Maaf bagi yang sudah pernah membaca...
> 
> selamat menikmati...
> 
>  
> 
>  
> 
> Salam Absurditas...
> 
> Asnawi Ihsan
> 
> -------------------------------------------------------------------
------
> 
>  
> 
> Artikel di Majalah Hidayatullah tentang Aliran Sesat 
> 
>  
> 
> Teman2,
> Di bawah ini adalah artikel di Majalah Hidayatullah
> yang saya tanggapi dalam surat terpisah itu. Selamat
> membaca!
> 
> Ulil
> 
> =======
> 
> Dari Moshaddeq Sampai Mount Carmel Cetak halaman ini
> Jumat, 23 November 2007
> 
> Sanksi penistaan agama bukan monopoli Indonesia. Itu
> juga terjadi di Eropa. Amerika jauh lebih kejam dan
> lebih sectarian. Bagian pertama dari dua tulisan
> 
> Oleh: Amran Nasution
> 
> 
> 
> ImageHidayatullah.com--Hiruk-pikuk urusan nabi palsu
> Ahmad Mushaddeg dan kelompok al-Qiyadah al-Islamiyah,
> begitu cepat mencapai antiklimaks. Jumat, 9 November
> 2007, Moshaddeg bertobat, menyadari kekhilafannya
> mengaku nabi, sekalian minta maaf kepada ummat Islam
> yang perasaannya ia cederai.
> Di hadapan sejumlah pengurus Majelis Ulama Indonesia
> (MUI), di Polda Metro Jaya, tempat ia ditahan, nabi
> palsu itu membacakan pernyataan tertulis, antara lain,
> meminta semua pengikutnya bertobat pula. Dengan
> demikian, hiruk-pikuk segera mengempes.
> 
(DELETED)
> 
> Itulah yang terjadi, ketika Islam diinjak-injak Salman
> Rushdie dengan Ayat-ayat Setan-nya. Sejumlah
> organisasi Islam di Inggris menuntut ke pengadilan.
> Tuntutan ditolak hakim dengan dalih undang-undang itu
> hanya melindungi Gereja Inggris (the Church of
> England). [BERLANJUT KE TULISAN KEDUA]
> 
> * Penulis adalah mantan Redaktur GATRA dan TEMPO.
> Kini, bergabung dengan IPS (Institute for Policy
> Studies) Jakarta
> 
> 
> Ulil Abshar-Abdalla
> Department of
> Near Eastern Languages and Civilizations
> Harvard University
> 
>  
Bung Asnawi,
Terimakasih utk postingannya.
Tulisan bung Amran Nasution ini nampaknya ada tulisan lanjutannya 
ya? Karena diatas itu [saya jadikan huruf besar semua]tertulis 
BERLANJUT KE TULISAN KEDUA.

Dimana ya tulisan keduanya?

wassalam,

Kirim email ke