sumber : eramuslim. Sebelum Tewas, Bhutto Minta Perlindungan Mossad Minggu,
30 Des 07 06:34 WIB
Kirim teman
Harian Israel Today, Sabtu (29/12), mengungkapkan bahwa pemimpin oposisi
Pakistan Benazir Bhutto sebelum terbunuh sebenarnya tengah mengadakan kontak
dengan Mossad, guna meminta agar Dinas Rahasia Israel tersebut membantu
pengamanan dirinya setelah Presiden Pervez Musharraf menolak meningkatkan
sistem keamanan terhadap Bhutto sesaat setelah percobaan pembunuhan pertama
yang gagal, beberapa hari sebelum Bhutto benar-benar terbunuh.
Agar permintaannya dikabulkan, Benazir Bhutto menjanjikan akan membuka
hubungan diplomatik secara penuh antara Pakistan dengan Israel jika dirinya
berhasil memenangkan pemilu dan kembali terpilih sebagai pemimpin Pakistan.
Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sebagaimana dikutip oleh The Jerusalem
Post berkali-kali menyatakan kesedihannya yang mendalam atas tewasnya sekutu
terdekat Amerika Serikat tersebut. Olmert sangat menyayangkan tewasnya Bhutto
karena tokoh oposisi Pakistan yang oleh harian Dailymail Inggris dijuluki
sebagai Oxford Party Girl disebutkan sebagai orang yang akan mendekatkan
Pakistan dengan Israel.
Harian berbahasa Ibrani, Maariv, juga menyebutkan bahwa selain kepada
Mossad, Bhutto juga meminta hal yang sama kepada CIA dan Scotland Yard, agar
mereka bisa sama-sama melindungi dirinya menghadapi Pemilu Pakistan yang
direncanakan dilakukan pada 8 Januari 2008. Musharraf telah menolak permintaan
saya agar meningkatkan keamanan atas diri saya.
Dia memang berkeinginan agar saya menjadi target pembunuhan, ujar Bhutto
yang memang memiliki banyak musuh di Pakistan karena sikapnya yang sangat pro
Gedung Putih.(Rizki/Rense)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]