Dalam buku The Shia Revival dikatakan bahwa Zia ul Haq mendapat dukungan dari AS dan Arab Saudi untuk menggulingkan Bhuto (dan kemudian menggantungnya) karena kedua negara ini tidak ingin pengaruh Iran menjalar ke Pakistan. Pakistan adalah negara yang jumlah penganut Syiahnya sangat besar (hampir sepertiga penduduknya?), dan Zulfikar Ali Bhto adalah penganut Syiah. Sesudah Bhto terjungkirkan, bantuan Arab Saudi ke Pakistan mendadak besar, dan nama Raja Faisal pun diagung-agungkan oleh pemerintah Zia ul Haq. Bantuan tersebut terutama untuk pendiidkan melalui madrasah. Maka mulai tumbuh kembanglah pendidikan a la Wahabi di Pakistan yang kemudian membentuk pemuda-pemudah yang bersikap esktrim dalam memahami Islam. Dari Pakistan pula berkembang grup Taliban, yang terdiri dari siswa dan mahaiswa asal afganistan yang belajar di Pakistan lalu membentuk pasukan yang dengan bantuan CIA dan Arab Saudi melawan pendudukan Rusia di Afganistan. Kini Taliban sendiri dimusuhi oleh Arab Saudi dan AS. Jadi memang semrawut pola politik di Pakistan. Pemuda-pemuda Indonesia yang semula belajar di madrasah di Pakistan pun ada yang kemudian ikut bergabung dengan Taliban berperang di Afganistan. Pendidikan garis keras a la Wahabi digabung dengan sifat atau watak suku Pashtun (anggota Taliban terutama datang dari suku Pashtun) yang keras membuat siswa-siswa itu semakin keras dan tidak toleran terhadap perbedaan. Jadi kalau Benazir meminta bantuan CIA, SAS, dan Mossad untuk mengawal dirinya, demikian pula kelompok lawannya juga merupakan didikan CIA dan Mossad. Sebagaimana diketahui, Taliban, Osamah bin Laden, dan Zia ul Haq, dan sekarang Musharraf, mendapat dukungan besar dari CIA/AS. Kini pemerintah Pakistan justru berbalik menjadi duri bagi AS karena tidak bisa (mau) menghabisi Taliban yang berbasis di Pakistan. Seandainya Pakistan mempunyai minyak seperti halnya Irak, barangkali dari dulu yang diserang secara terbuka oleh AS bukan Irak tetapi Pakistan. KM Note: bagian yang dikutip dari The Zia Revival hanyalah bagian yang menyatakan bahwa Zia Ul Haq mendapat dukungan AS dan Arab Saudi, serta munculnya siswa-siswa Wahabi garis keras dari Pakistan. Selebihnya adalah simpulan saya dari berbagai sumber. AS membantu Zia karena tidak ingin pengaruh politik Iran menjalar ke Pakistan. Arab Saudi berkeinginan untuk membendung pertumbuhan Syiah ke timur setelah Revolusi Iran. -------Original Message------- From: Rudi Hartono Date: 12/31/07 13:24:31 To: [email protected] Subject: Re: [ppiindia] Sebelum Tewas, Bhutto Minta Perlindungan Mossad Bung sFe, sepertinya memang watak dan fikiran anda yang anti kritik ini harus digempur dengan terus menerus menelanjangi kebohongan-kebohongan yang ada gembor-gemborkan. dalam bentuk pemikiran, akurasi kebenaran berita yang anda posting sangat minim (dan ini ciri umum majalah-majalah yang berbendera islam), kebanyakan menebar kebencian, permusuhan, dengan berbagai kelompok lain, dengan cap-cap kafir, liberal, yahudi, dan lain-lain.
hak anda memposting berita disini, tetapi anda tidak berhak melarang orang lain mengeritik, membantah, atau mempertanyakan akurasi kebenaran berita yang anda posting. sangat jelas anda merayakan kemenangan atas kematian dari apa yang anda sebut "the Oxford Party Girl", dan menghubungkan kasus-kasus ini dengan persoalan rasial (agama, yahudi,dll). Dinamika politik pakistan di karakterisasikan oleh sistem politik yang selalu di kankangi oleh militer dengan dukungan gerilyawan fundamentalis. sistem politik militeristik ini pernah mendapat penentangan dari seorang nasionalis bernama Zulfikar Butho, dengan Partai Rakyat Pakistan sebagai alatnya. PPP memenangkan dukungan mayoritas rakyat afghanistan, dan Zulfikar memperoleh kekuasaan. ketika berkuasa Zulfikar menjalankan program populis seperti distribusi tanah(land Reform), kredit bagi petani miskin, dan lain-lain. tindakan Zulfikar ini akhirnya mendapat penentangan dari lapisan sosial yang paling terancam oleh program Land reform dan demokratisasi di Pakistan. akhirnya CIA bekerjasama dengan militer dan islam fundamentalis membangun aliansi untuk melakukan kudeta militer berdarah untuk menjatuhkan Zulfikar Butho. dan kejadian memilukan bagi Benazhir adalah menyaksikan ayahnya di hukum gantung oleh rejim militer Zia ul-Haq. Jadi sentimen ketakutan Benazhir bahwa jika ia melakukan tindakan radikal dalam merubah nasib rakyat pakistan, maka ia akan berhadapan dengan rejim militer dan kelompok pembunuh (fundamentalis islam) yang terancam kekuasaannya. Maka, tidak heran dalam masa ketika berkuasa ia banyak melakukan kompromi dengan kelompok-kelompok tersebut, bahkan ketika beberapa hari yang lalu Butho membangun kesepakatan dengan Musharaf soal kondisi keamanan di Pakistan. Jadi kalau di persalahkan Butho meminta bantuan security atas keselamatan pribadi, kupikir merupakan pemikiran yang absurd. tokh, kalau soal kerjasama dengan AS atau pun Israel, Zia ul Haq yang didukung oleh fundamentalis islam (kelompok yang di banggakan sFe sebagai refresentasi islam karena suka membunuh) dididik dan dilatih kemiliteran oleh CIA untuk menjatuhkan pemerintahan PPP. harapan terbesar rakyat pakistan saat ini (dan juga sebenarnya seruan global dari berbagai kelompok agama, ras, dan aliran) adalah bahwa demokrasi di pakistan segera dipulihkan, dan tindakan kekerasan yang di organisir kelompok tertentu segera dihentikan. dan terakhir aku meragikan kemampuan fikiran anda untuk bisa mengungkap kebenaran, karena sejak dalam fikiran anda telah dicekoki oleh paradigma berfikir fasistik memandang buruk orang lain, agama lain, keyakinan lain, dan ideologi lain. anda hanya cocok berpropoganda di lingkaran kelompok anda dan tidak cocok berpropoganda di tempat umum. seekor kambing gelisah ketika melihat ada anggota kawanannya yang terancam oleh bahaya, sedangkan anda memproklamirkan kematian (dengan meminjam legitimasi tuhan--enta ini benar atau tidak) sebagai sesuatau yang wajar.......inilah produk manusia dogmatis memahami teks, sama bodohnya dengan manusia robot produk kapitalisme. jadi anda anti liberalisme, tapi kerangka berpikir anda sama saja dengan logika berfikir ideologi liberal...jangan-jangan ini hanya skenario untuk menyesatkan rakyat ibarat candu..thx sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: makin pikun saja bapak ini, eramuslimpun dapet berita dari sumber yang jelas, apa bapak terlalu rabun untuk menyimak sumber2 era muslim yang ditulis dalam postingan artikel tersebut? jangan maksain diri deh memberi komentar kalau ternyata lahceng, dah salah kenceng. apa orang Islam tidak berhak menyuarakan kebenaran? kalau mau protes ya silakan protes sumber beritanya, kalaupun eramuslim memberitakan sesuatu yang tidak valid, tentu sudah lama situs tersebut dibanned. sudah jelas2 eramuslim menulis sumbernya, masih saja repot2 memberi komentar. seharusnya orang sekapasitas anda, dapat berlaku adil melihat masalah dari dua sisi, publik berhak mengetahui sisi lain dari kehidupan benazir, itulah gunanya ada berita. apa bedanya anda dengan kelompok anda? yang selalu sinis dan apriori dengan apa yang eramuslim beritakan? anda menunjuk orang lain dengan satu jari, tapi jari2 lain mengarah kepada anda dan kelompok anda yang tidak suka kalau kebenaran dari sisi lain diungkapkan. seperti hak untuk memberitakan sesuatu yang positive kepada publik, maka sesuatu yang negative berhak juga diberitakan, agar publik tidak mudah terpedaya dan tertipu oleh kahrisma semu seseorang. kalau anda bersimpati, silakan, tapi jangan mengahalangi hak saya untuk tidak bersimpati, saya dapat mengetahui, dapat melihat dan dapat membaca situasi, jangan mencoba untuk mengarahkan pikiran publik atau saya kepada jalan pikiran anda dan kelompok anda! jangan merasa anda saja yang berhak memberitakan sesuatu, dan merasa golongan anda saja yang benar dalam setiap pemberitaan. kalau mau dikatakan dewasa dan cerdas, berusahalah untuk fair menilai sesuatu. kalau anda ingin menulis tentang benazir dari sisi yang sesuai dengan pikiran anda, silakan. jangan halangi orang lain menulis dari sisi yang diketahui dan diyakininya. gitu aja terlalu repot mengurusi saya sih, apa sudah tidak ada hal lain yang mampu anda dan kelompok anda urusi? mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Walau bernama eramuslim, namun situs berita bernuansa Islami yang menjadi andalan Salma Fe dan komplotannya tersebut justru merusak citra Islam. Salma dan komplotannya selama ini tidak sadar tentang hal itu. Itulah yang menjadikan Salma mengidap kebencian yang akut kepada orang lain, penuh curiga, dan dalam hatinya tak pernah ada rasa damai. Dulu di sebuah milis pernah ada Magdalena yang rajin memposting berita-berita dari eramuslim, hidayatullah dan sabili. Mirip seperti Salma. Ternyata dia bertugas sebagai penerjemah di situs eramuslim. ----- Original Message ----- From: sFe To: [email protected] Sent: Monday, December 31, 2007 4:28 AM Subject: [ppiindia] Sebelum Tewas, Bhutto Minta Perlindungan Mossad sumber : eramuslim. Sebelum Tewas, Bhutto Minta Perlindungan Mossad Minggu, 30 Des 07 06:34 WIB Kirim teman Harian Israel Today, Sabtu (29/12), mengungkapkan bahwa pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto sebelum terbunuh sebenarnya tengah mengadakan kontak dengan Mossad, guna meminta agar Dinas Rahasia Israel tersebut membantu pengamanan dirinya setelah Presiden Pervez Musharraf menolak meningkatkan sistem keamanan terhadap Bhutto sesaat setelah percobaan pembunuhan pertama yang gagal, beberapa hari sebelum Bhutto benar-benar terbunuh. Agar permintaannya dikabulkan, Benazir Bhutto menjanjikan akan membuka hubungan diplomatik secara penuh antara Pakistan dengan Israel jika dirinya berhasil memenangkan pemilu dan kembali terpilih sebagai pemimpin Pakistan. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sebagaimana dikutip oleh The Jerusalem Post berkali-kali menyatakan kesedihannya yang mendalam atas tewasnya sekutu terdekat Amerika Serikat tersebut. Olmert sangat menyayangkan tewasnya Bhutto karena tokoh oposisi Pakistan yang oleh harian Dailymail Inggris dijuluki sebagai "Oxford Party Girl" disebutkan sebagai orang yang akan mendekatkan Pakistan dengan Israel. Harian berbahasa Ibrani, Ma'ariv, juga menyebutkan bahwa selain kepada Mossad, Bhutto juga meminta hal yang sama kepada CIA dan Scotland Yard, agar mereka bisa sama-sama melindungi dirinya menghadapi Pemilu Pakistan yang direncanakan dilakukan pada 8 Januari 2008. "Musharraf telah menolak permintaan saya agar meningkatkan keamanan atas diri saya. Dia memang berkeinginan agar saya menjadi target pembunuhan, " ujar Bhutto yang memang memiliki banyak musuh di Pakistan karena sikapnya yang sangat pro Gedung Putih.(Rizki/Rense) Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ---------------------------------------------------------- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.12/1202 - Release Date: 29/12/2007 13:27 [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

