mana mengerti mereka yang menilai negatif tentang maksud pemostingan sebuah
berita, karena sudah dirasuki sikap anti Islam duluan.
ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Didalam persoalan ini - nobody is correct.
Didunia journalisic berita2 sensasi bersimpang siur. Banyak berita2 yg
mengatakan Mossad dan CIA membunuh Benazir - Ada lagi berita yg mengatakan
Benazir Bhutto minta bantuan Mossad dan CIA
Kalian sebagai yg mendapat atau masih mendapat pendidikan harus memakai logica
kalian. Didalam dunia politic keadaan sama dgn dunia business - kita membayar
dan kita menerima yg kita inginkan. Kita tidak bayar - benda idam2an tidak
dapat.
Didalam persoalan Mossad atau CIA kalian pikirkan secara logic tanpa memandang
agama apa gunanya dan penghasilannya dari berita angin diaras ini. - apakah
Israel atau USA akan mendapat benefit dgn membunuh atau melindungi Ms Bhutto
--- kan tidak ada keuntungannya.
Ms Bhutto adalah Ahmadiyah dan >80% dari penduduk Pakistan adalah dari aliran
ini. Yg benci aliran ini hanya aliran Sunni Wahabi dari Arab - aliran MUI/FPI
Aliran ini dpt kita ketemukan diutara -barat-utara dari Pakistan diperbatasan
dgn Afghanistan sebagai kelompok Osama bi Ladin dan aliran Taliban.
Musuh atau konkuren lain dari Peoples party, adalah pemerintah militer Pakistan
sendiri yg tidak menginginkan dia kembali, tetapi didesak oleh pres Bush yg
goblok utk menciptakan demokrasi diPakistan.= yg achirnya menciptakan anarchy
didalam negara.
Negara USA atau Israel ingin negara Pakistan dikontrol oleh pemerintah central
yg kuat - siapa yg menjadi pemimpinnya tidak penting - yg penting militer
Pakistan tetap pro USA dan negara2 Barat demi kedamaian dunia. Didalam dunia
politik international Pakistan - India juga penting untuk counter balance
Pakistan - jadi tugas semua negara2 international hanya mengamati keadaan
diPakistan dan bersikap tidak pro atau kontra. Hanya mengharap negara ini jadi
stabiel.
Nah sekarang kalian yg menulis kommentar2 dibawah ini - silahkan kalian
berpikir. Percuma mencaci maki satu sama lain - nobody wins dan Pakistan bukan
Indonesia. Kalian harus menyelidiki keadaan dan menganalisanya dgn open mind
dan jangan memakai perasaan emosie pro islam anti islam etc. CIA mungkin campur
tangan di Pakistan karena USA bayar dollar ke Pakistan dan politic observer and
preparedness dari USA [tugas CIA} tetapi tenaga kerja CIA diPakistan pasti
tidak akan cukup utk melindungi ms Bhutto. Kenapa tidak minta bantuan dari PRC
atau dari Russia - kan sama juga. ----- Jadi kalian membicarakan sesuatu yg
hanya ada didalam lamunan kalian belaka.
Andreas
sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
makin pikun saja bapak ini, eramuslimpun dapet berita dari sumber yang jelas,
apa bapak terlalu rabun untuk menyimak sumber2 era muslim yang ditulis dalam
postingan artikel tersebut?
jangan maksain diri deh memberi komentar kalau ternyata lahceng, dah salah
kenceng.
apa orang Islam tidak berhak menyuarakan kebenaran? kalau mau protes ya silakan
protes sumber beritanya, kalaupun eramuslim memberitakan sesuatu yang tidak
valid, tentu sudah lama situs tersebut dibanned. sudah jelas2 eramuslim menulis
sumbernya, masih saja repot2 memberi komentar.
seharusnya orang sekapasitas anda, dapat berlaku adil melihat masalah dari dua
sisi, publik berhak mengetahui sisi lain dari kehidupan benazir, itulah gunanya
ada berita.
apa bedanya anda dengan kelompok anda? yang selalu sinis dan apriori dengan apa
yang eramuslim beritakan? anda menunjuk orang lain dengan satu jari, tapi jari2
lain mengarah kepada anda dan kelompok anda yang tidak suka kalau kebenaran
dari sisi lain diungkapkan.
seperti hak untuk memberitakan sesuatu yang positive kepada publik, maka
sesuatu yang negative berhak juga diberitakan, agar publik tidak mudah
terpedaya dan tertipu oleh kahrisma semu seseorang.
kalau anda bersimpati, silakan, tapi jangan mengahalangi hak saya untuk tidak
bersimpati, saya dapat mengetahui, dapat melihat dan dapat membaca situasi,
jangan mencoba untuk mengarahkan pikiran publik atau saya kepada jalan pikiran
anda dan kelompok anda!
jangan merasa anda saja yang berhak memberitakan sesuatu, dan merasa golongan
anda saja yang benar dalam setiap pemberitaan.
kalau mau dikatakan dewasa dan cerdas, berusahalah untuk fair menilai sesuatu.
kalau anda ingin menulis tentang benazir dari sisi yang sesuai dengan pikiran
anda, silakan.
jangan halangi orang lain menulis dari sisi yang diketahui dan diyakininya.
gitu aja terlalu repot mengurusi saya sih, apa sudah tidak ada hal lain yang
mampu anda dan kelompok anda urusi?
mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Walau bernama eramuslim, namun situs berita bernuansa Islami yang menjadi
andalan Salma Fe dan komplotannya tersebut justru merusak citra Islam. Salma
dan komplotannya selama ini tidak sadar tentang hal itu. Itulah yang menjadikan
Salma mengidap kebencian yang akut kepada orang lain, penuh curiga, dan dalam
hatinya tak pernah ada rasa damai.
Dulu di sebuah milis pernah ada Magdalena yang rajin memposting berita-berita
dari eramuslim, hidayatullah dan sabili. Mirip seperti Salma. Ternyata dia
bertugas sebagai penerjemah di situs eramuslim.
----- Original Message -----
From: sFe
To: [email protected]
Sent: Monday, December 31, 2007 4:28 AM
Subject: [ppiindia] Sebelum Tewas, Bhutto Minta Perlindungan Mossad
sumber : eramuslim. Sebelum Tewas, Bhutto Minta Perlindungan Mossad Minggu, 30
Des 07 06:34 WIB
Kirim teman
Harian Israel Today, Sabtu (29/12), mengungkapkan bahwa pemimpin oposisi
Pakistan Benazir Bhutto sebelum terbunuh sebenarnya tengah mengadakan kontak
dengan Mossad, guna meminta agar Dinas Rahasia Israel tersebut membantu
pengamanan dirinya setelah Presiden Pervez Musharraf menolak meningkatkan
sistem keamanan terhadap Bhutto sesaat setelah percobaan pembunuhan pertama
yang gagal, beberapa hari sebelum Bhutto benar-benar terbunuh.
Agar permintaannya dikabulkan, Benazir Bhutto menjanjikan akan membuka hubungan
diplomatik secara penuh antara Pakistan dengan Israel jika dirinya berhasil
memenangkan pemilu dan kembali terpilih sebagai pemimpin Pakistan.
Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sebagaimana dikutip oleh The Jerusalem Post
berkali-kali menyatakan kesedihannya yang mendalam atas tewasnya sekutu
terdekat Amerika Serikat tersebut. Olmert sangat menyayangkan tewasnya Bhutto
karena tokoh oposisi Pakistan yang oleh harian Dailymail Inggris dijuluki
sebagai "Oxford Party Girl" disebutkan sebagai orang yang akan mendekatkan
Pakistan dengan Israel.
Harian berbahasa Ibrani, Ma'ariv, juga menyebutkan bahwa selain kepada Mossad,
Bhutto juga meminta hal yang sama kepada CIA dan Scotland Yard, agar mereka
bisa sama-sama melindungi dirinya menghadapi Pemilu Pakistan yang direncanakan
dilakukan pada 8 Januari 2008. "Musharraf telah menolak permintaan saya agar
meningkatkan keamanan atas diri saya.
Dia memang berkeinginan agar saya menjadi target pembunuhan, " ujar Bhutto yang
memang memiliki banyak musuh di Pakistan karena sikapnya yang sangat pro Gedung
Putih.(Rizki/Rense)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.12/1202 - Release Date: 29/12/2007
13:27
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]