Silahkan pelajari pikiran kaum wahabi-sunni dari Saudi Arabia dan dari Sudan - 
pikirannya 100% sama - dan silahkan kalian membandingkannya dgn pikiran aliran 
Shiya dari Iran dimana agama Yahudi diperbolehkan atau agama kristen atau 
zoroastren atau bahai tetap berkembang secara normal tanpa tekanan dari kaum 
mullah harus diganyang.
  Informasi ini pasti dapat kalian ketemukan melalui internet secara mudah dan 
cepat.
  Juga silahkan kalian mempelajari ajaran aliran Sunni yg ada diMesir atau 
diMarokko. 
  Gus Dur dulu sekolah di Bagdad dan [Mesir??] lihat cara dia berpikir - pasti 
sesuai dgn guru besar diuni agama islam diBagdad dan Mesir yg sering 
bertentangan dgn yg di Saudi dimana agama2 lain selain islam dilarang incl. 
ahmadiyah. Lihat apa yg terjadi diDafur dimana sesama islam juga dibasmi karena 
mereka berkulit hitam dan rambut kriting.
  Jikalau indonesia memakai system islam ini silahkan membayangkan apa yg akan 
terjadi.
  Andreas

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Saya baru saja menyimak blog Islam Militan milik pejabat MUI Adian Husaini 
"Catatan Intelektual Muslim:

http://militan.blogsome.com

Ada artikel berjudul "Pendidikan Agama Kita", dia tuliskan sbb: 

Kita akan membahas sejumlah contoh berikut ini.
Dalam masalah toleransi dan aqidah, sebuah buku Pendidikan Agama Islam untuk 
kelas 3 SMA keluaran sebuah penerbit di Solo mengajarkan hal yang tegas dalam 
soal aqidah: "Dalam hal akidah, seorang Muslim dilarang bekerja sama dengan 
nonMuslim."

Juga disebutkan, bahwa ikut merayakan hari besar nonMuslim berarti telah 
mencampuradukkan ajaran agama."(hal. 5). Lebih jauh dikatakan, bahwa seorang 
Muslim wajib mengajak orang lain untuk masuk dan mengikuti ajaran 
Islam.............................................. 

Meskipun cukup tegas dalam menyajikan materi aqidah, buku ini mempunyai 
kelemahan dalam menyajikan materi tentang pengembangan Ilmu Pengetahuan dan 
Teknologi. 

---------------------------

Pertanyaan:

1. Disebutkan oleh Adian Husaini bahwa penerbitnya dari Solo.Karena saya belum 
melihat langsung bukunya, kemungkinan besar penerbitnya adalah PT Tiga 
Serangkai. Kalau tak salah, pemilik penerbitan buku tersebut (alm Bpk Abdullah 
Marzuki) adalah penyumbang terbesar Pesantren Ngruki milik Abu Bakar Ba'asyir. 

2. Kenapa buku semacam itu bisa lolos? Apakah Menteri Agama dan Menteri 
Pendidikan tidak tahu ada buku pelajaran yang isinya amat mengerikan itu? Mohon 
disampaikan ke menteri terkait apabila Anda mengenalnya. 

Terima kasih.

mediacare
http://www.mediacare.biz

[Non-text portions of this message have been removed]



                         


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke