Saya ikut numpang tanya (sambungan) b) dalam sebuah keterangan di sebuah Website, diterangkan:
" Unitarian Universalism is a liberal religion born of the Jewish and Christian traditions. We keep our minds open to the religious questions people have struggled with in all times and places. We believe that personal experience, conscience, and reason should be the final authorities in religion. In the end religious authority lies not in a book, person, or institution, but in ourselves. We put religious insights to the test of our hearts and minds. We uphold the free search for truth. We will not be bound by a statement of belief. We do not ask anyone to subscribe to a creed. We say ours is a noncreedal religion. Ours is a free faith...." Kalau saya mengerti apa yang diuraikan, Unitarians tidak saja TIDAK memegang sepenuhnya Injil (yang sarat dogma), namun juga tiap Kitab Suci apapun, karena kitab kitab ini semua mematok manusia dalam sebuah pagar rambu akidah, dimana tak ada tawar menawar lagi. Unitarians lahir dari tradisi Yehuda, yang sangat Abrahamistis, mirip Muslim (Taurat dan Al Quran sepertinya 70% identis isinya), lalu darimanakah Unitarians mengambil posisi liberal ditengah falsafah budaya yang sangat orthodox ini? Terimakasih mas atas kesabaran dsalam menjelaskan. Shalom aleychem Danardono --- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Lukas yb > > Berikut ada pendapat dari seorang teman di milis sebelah. Topiknya soal "Wahyu". Dalam postingannya menyebut soal Bible. Minta pendapat nih dari Anda. Teman-teman lainnya yang ingin kasih komentar, silakan. > > Terima kasih. > > salam, > > rd > > A. ALINAZAR: > Simple, karena memang cuma Muhammad yg mengatakan bahwa Al-Quran itu > adalah wahyu. Einstein tidak mengatakan teori-nya adalah wahyu. > Bahkan kiitab-kitab agama lainpun tidak diklaim sebagai wahyu oleh > penganutnya. Contohnya Bible bukanlah wahyu. Bible adalah catatan kesaksian orang-orang (seperti > Matheus dan lain-lain) atas hidup Yesus. Yg wahyu atau firman adalah > Yesusnya sendiri, bukan Alkitab-nya. Jadi yg lain-lain itu memang mengakui adanya inteprestasi setelah > wahyu. Atau bisa dikatakan kondisinya seperti hadits atau sunnah. > > Makanya seperti saya katakan sebelumnya. Saya berspekulasi bahwa > Muhammad tidak berbohong, tidak sedang ayan, dan bener-bener memang > mendapat wahyu (bukan sekedar imajinasi saja) ketika mengatakan AQ itu > adalah wahyu. > Jika claim Muhammad ini tidak dipercaya, maka nggak usah repot-repot > percaya sama AQ dan bahkan Islam. Mending bikin aja agama sendiri, > seperti manusia-manusia zaman pra nabi dulu mencari tuhan. > > salam, > > -bank al- > > > > mediacare > http://www.mediacare.biz > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

