Menarik sekali. 

Mas Lukas tuturkan antara lain: "Pewahyuan non-mekanis, yaitu semacam 
suara ilahi yang kemudian diterjemahkan dan diartikulasikan oleh sang 
penerima menjadi bahasa penerimanya. Sidharta gautama, confusius, 
bahkan socrates dianggap memperoleh wahyu semacam ini, termasuk para 
penulis bible.."

Teman teman yang mendalami abidharma, dan sangat senior dalam 
bermeditasi, menceritakan, bahwa berkat pendalaman meditasi, 
kesadaran bathin diperluas sejauh jauhnya, hingga dapat 
menangkap "frequency" makhluk lain, termasuk, yang hidup dalam alam 
roh, jadi tak pernah menjadi manusia.

Dengan demikian, terjadi komunikasi di level yang spiritually tinggi, 
seolah manusia bercakap cakap dengan "orang lain", dan 
mendapatlan "message" yang kemudian menjadi pencerahan.

Dalam buku The Journey of Souls yang merupakan hasil research Dr. 
Michael Newton dengan manusia dalam hypnose, diuraikan mengenai 
komunikasi transendental ini. Seringkali manusia yang telah 
berpengalaman beribu tahun mewujudkan diri dalam seorang manusia 
melalui inkarnasi, hingga manusia ini memiliki pengetahuan yang 
menakjubkan sekali, semisal Einstein atau Bethoven, yang sulit 
dibayangkan pada manusia yang menguasai ilmunya dalam dimensi satu 
kehiduopan.

Proses pewahyuan dalam makna pembisikan oleh makhluk yang lebih 
tinggi (siapapun dia ini), adalah lazim dalam kepercayaan Jawa, yang 
bertradisi Hindu-Buddha.

Anda benar sekali, ini masalah parameter. Mustahil, sesudahnya 
mengatakan dengan pasti, siapa yang membisikkan.

Seperti anda kataka, dalam Al Quran dipakai gaya bicara "Aku", yang 
diimani, bahwa Allah sendiri yang bersabda. Ini , kalau tak salah 
juga terjadi dalam pewahyuan Taurat, Kitab Suci Bani Israil, dimana 
Yahweh juga bersabda "Aku" kepada nabi nabi mereka.

Yang aneh, kalau membandingkan text kisah yang sama, dalam Taurat 
(Perjanjian Lama) dan Al Quran, ada bagian bagian yang isinya 
berbeda, misalnya kisah mengenai Ibrahim/Abraham.

Bagaimana pandangan mas?

Shalom
  



--- In [email protected], Lukas Kristanto 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Radityo, saya akan menjawab soal wahyu dengan menghindari 
persoalan definisi, sebab masing-masing agama punya definisi sendiri-
sendiri. Apalagi kalau dihubungkan dengan kata ilham, semakin rumit, 
karena dalam konteks keagamaan ada yang membedakan antara wahyu 
(revelation) dengan ilham (divine inspiration), ada juga yang 
menyamakan, padahal sumbernya juga sama, Allah/Tuhan. Tapi jangan 
didiskusikan dulu soal ini, ditahan dulu..., karena nanti larinya ke 
masalah lingustik. Pernah ada pertengkaran, soal pertanyaan ajaran 
Sidharta Gautama itu didapatkan dari wahyu atau bukan?  
Secara.ekstrim ada yang memprotes, itu bukan wahyu tapi ilham, wahyu 
itu hanya ada di ajaran X, di agama-agama lain itu bukan wahyu. Nah 
berabe khan, kita bicara wahyu dari aspek lain saja...!
> 
> Proses pewahyuan banyak macamnya, tapi saya bagi saja menjadi 
mekanis dan non-mekanis.
> 
> Pewahyuan dalam agama islam itu mekanis, jadi wahyu itu diturunkan 
seperti kinerja sistem mekanikal, Allah memerintahkan malaikat Jibril 
untuk menurunkan wahyu yang di lauh mahfudz (database ilahi, istilah 
cak nur) agar disampaikan kepada Nabi Muhammad (mohon dikoreksi kalau 
salah), antara yang di database dengan yang diterima tidak ada 
perubahan, kalau databasenya bahasa arab yang sampai ke nabi muhammad 
juga bahasa arab. (Menurut cak nur teori ini harus dikoreksi, 
menurutnya di ruang ilahi tidak ada bahasa, bahasa adanya di bumi)
> 
> Pewahyuan non-mekanis, yaitu semacam suara ilahi yang kemudian 
diterjemahkan dan diartikulasikan oleh sang penerima menjadi bahasa 
penerimanya. Sidharta gautama, confusius, bahkan socrates dianggap 
memperoleh wahyu semacam ini, termasuk para penulis bible
> 
> Lain lagi dengan dogma gereja, bahwa pewahyuan itu dinamis-
progresif, bahwa sang wahyu itu sendiri yang berfirman melalui 
inkarnasi Yesus. Wahyu itu secara esensial ya Yesus itu sendiri. 
Makanya Firman itu hadir dan hidup. Dalam Yohanes pasal 1 dikatakan: 
pada mulanya adalah Firman (Logos), firman itu bersama-sama Allah 
(Theos),...dan firman itu menjadi manusia (Antropos). Jadi firman itu 
(logos) ya Yesus sendiri (antropos). Bisa diartikan firman itu tidak 
turun secara mekanis, karena sudah ada dalam diri penerimanya.
> 
> Seluruh perkataan Yesus itu disebut firman, dan didengar oleh murid-
muridnya, kemudian dibahasakan menurut ekspresi lingustik masing-
masing murid. Berarti ada subyektivitas dong kalau ekspresikan 
menurut versi masing-masing? Pertanyaan ini oleh dogmatika akan 
dijawab, bahwa seluruh penulisan firman itu walau menurut bahasa 
penulis tidak serta merta subyektif. karena penulis akan dibimbing 
oleh Roh Kudus dalam bentuk pengilhaman (inspiration) dan penerangan 
(illumination)
> 
> Sebenarnya, yang sering jadi perdebatan di hampir semua agama itu 
khan soal parameter saja! Apa yang bisa dijadikan parameter kalau si 
X benar-benar menerima wahyu? Ya kalau dari Tuhan, kalau dari makhluk 
gaib bagaimana?  Ya, mas Radityo pasti tahu maksudnya!
> 
> Ya itulah sekilas pewahyuan dalam bible!
> 
> Salam
> Lukas Kristanto
> 
> mediacare wrote: 
> >             Mas Lukas yb 
> > Berikut ada pendapat dari seorang teman di milis sebelah. 
Topiknya soal "Wahyu". Dalam postingannya menyebut soal Bible. Minta 
pendapat nih dari Anda. Teman-teman lainnya yang ingin kasih 
komentar, silakan. 
> > Terima kasih. 
> > salam, 
> > rd 
> > A. ALINAZAR: 
> > Simple, karena memang cuma Muhammad yg mengatakan bahwa Al-Quran 
itu 
> > adalah wahyu. Einstein tidak mengatakan teori-nya adalah wahyu. 
> > Bahkan kiitab-kitab agama lainpun tidak diklaim sebagai wahyu 
oleh 
> > penganutnya. Contohnya Bible bukanlah wahyu. Bible adalah catatan 
kesaksian orang-orang (seperti 
> > Matheus dan lain-lain) atas hidup Yesus. Yg wahyu atau firman 
adalah 
> > Yesusnya sendiri, bukan Alkitab-nya. Jadi yg lain-lain itu memang 
mengakui adanya inteprestasi setelah 
> > wahyu. Atau bisa dikatakan kondisinya seperti hadits atau sunnah. 
> > Makanya seperti saya katakan sebelumnya. Saya berspekulasi bahwa 
> > Muhammad tidak berbohong, tidak sedang ayan, dan bener-bener 
memang 
> > mendapat wahyu (bukan sekedar imajinasi saja) ketika mengatakan 
AQ itu 
> > adalah wahyu. 
> > Jika claim Muhammad ini tidak dipercaya, maka nggak usah repot-
repot 
> > percaya sama AQ dan bahkan Islam. Mending bikin aja agama 
sendiri, 
> > seperti manusia-manusia zaman pra nabi dulu mencari tuhan. 
> > salam, 
> > -bank al- 
> > mediacare 
> >  http://www.mediacar e.biz 
> > [Non-text portions of this message have been removed] 
> >      
> 
> 
> 
>       Be smarter than spam.. See how smart SpamGuard is at giving 
junk email the boot with the All-new Yahoo! Mail.  Click on Options 
in Mail and switch to New Mail today or register for free at 
http://mail.yahoo.ca
>


Kirim email ke