Mas Radityo, saya akan menjawab soal wahyu dengan menghindari persoalan definisi, sebab masing-masing agama punya definisi sendiri-sendiri. Apalagi kalau dihubungkan dengan kata ilham, semakin rumit, karena dalam konteks keagamaan ada yang membedakan antara wahyu (revelation) dengan ilham (divine inspiration), ada juga yang menyamakan, padahal sumbernya juga sama, Allah/Tuhan. Tapi jangan didiskusikan dulu soal ini, ditahan dulu..., karena nanti larinya ke masalah lingustik. Pernah ada pertengkaran, soal pertanyaan ajaran Sidharta Gautama itu didapatkan dari wahyu atau bukan? Secara.ekstrim ada yang memprotes, itu bukan wahyu tapi ilham, wahyu itu hanya ada di ajaran X, di agama-agama lain itu bukan wahyu. Nah berabe khan, kita bicara wahyu dari aspek lain saja...!
Proses pewahyuan banyak macamnya, tapi saya bagi saja menjadi mekanis dan non-mekanis. Pewahyuan dalam agama islam itu mekanis, jadi wahyu itu diturunkan seperti kinerja sistem mekanikal, Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk menurunkan wahyu yang di lauh mahfudz (database ilahi, istilah cak nur) agar disampaikan kepada Nabi Muhammad (mohon dikoreksi kalau salah), antara yang di database dengan yang diterima tidak ada perubahan, kalau databasenya bahasa arab yang sampai ke nabi muhammad juga bahasa arab. (Menurut cak nur teori ini harus dikoreksi, menurutnya di ruang ilahi tidak ada bahasa, bahasa adanya di bumi) Pewahyuan non-mekanis, yaitu semacam suara ilahi yang kemudian diterjemahkan dan diartikulasikan oleh sang penerima menjadi bahasa penerimanya. Sidharta gautama, confusius, bahkan socrates dianggap memperoleh wahyu semacam ini, termasuk para penulis bible Lain lagi dengan dogma gereja, bahwa pewahyuan itu dinamis-progresif, bahwa sang wahyu itu sendiri yang berfirman melalui inkarnasi Yesus. Wahyu itu secara esensial ya Yesus itu sendiri. Makanya Firman itu hadir dan hidup. Dalam Yohanes pasal 1 dikatakan: pada mulanya adalah Firman (Logos), firman itu bersama-sama Allah (Theos),...dan firman itu menjadi manusia (Antropos). Jadi firman itu (logos) ya Yesus sendiri (antropos). Bisa diartikan firman itu tidak turun secara mekanis, karena sudah ada dalam diri penerimanya. Seluruh perkataan Yesus itu disebut firman, dan didengar oleh murid-muridnya, kemudian dibahasakan menurut ekspresi lingustik masing-masing murid. Berarti ada subyektivitas dong kalau ekspresikan menurut versi masing-masing? Pertanyaan ini oleh dogmatika akan dijawab, bahwa seluruh penulisan firman itu walau menurut bahasa penulis tidak serta merta subyektif. karena penulis akan dibimbing oleh Roh Kudus dalam bentuk pengilhaman (inspiration) dan penerangan (illumination) Sebenarnya, yang sering jadi perdebatan di hampir semua agama itu khan soal parameter saja! Apa yang bisa dijadikan parameter kalau si X benar-benar menerima wahyu? Ya kalau dari Tuhan, kalau dari makhluk gaib bagaimana? Ya, mas Radityo pasti tahu maksudnya! Ya itulah sekilas pewahyuan dalam bible! Salam Lukas Kristanto mediacare wrote: > Mas Lukas yb > Berikut ada pendapat dari seorang teman di milis sebelah. Topiknya soal > "Wahyu". Dalam postingannya menyebut soal Bible. Minta pendapat nih dari > Anda. Teman-teman lainnya yang ingin kasih komentar, silakan. > Terima kasih. > salam, > rd > A. ALINAZAR: > Simple, karena memang cuma Muhammad yg mengatakan bahwa Al-Quran itu > adalah wahyu. Einstein tidak mengatakan teori-nya adalah wahyu. > Bahkan kiitab-kitab agama lainpun tidak diklaim sebagai wahyu oleh > penganutnya. Contohnya Bible bukanlah wahyu. Bible adalah catatan kesaksian > orang-orang (seperti > Matheus dan lain-lain) atas hidup Yesus. Yg wahyu atau firman adalah > Yesusnya sendiri, bukan Alkitab-nya. Jadi yg lain-lain itu memang mengakui > adanya inteprestasi setelah > wahyu. Atau bisa dikatakan kondisinya seperti hadits atau sunnah. > Makanya seperti saya katakan sebelumnya. Saya berspekulasi bahwa > Muhammad tidak berbohong, tidak sedang ayan, dan bener-bener memang > mendapat wahyu (bukan sekedar imajinasi saja) ketika mengatakan AQ itu > adalah wahyu. > Jika claim Muhammad ini tidak dipercaya, maka nggak usah repot-repot > percaya sama AQ dan bahkan Islam. Mending bikin aja agama sendiri, > seperti manusia-manusia zaman pra nabi dulu mencari tuhan. > salam, > -bank al- > mediacare > http://www.mediacar e.biz > [Non-text portions of this message have been removed] > Be smarter than spam.. See how smart SpamGuard is at giving junk email the boot with the All-new Yahoo! Mail. Click on Options in Mail and switch to New Mail today or register for free at http://mail.yahoo.ca

