Hehehe.. emang susah kalo diskusinya jaka sembung eh.. kagak nyambung.. Saya kan udah bilang, yang dilihat jangan cuma yang di depan mata aja.. tolong lihat secara lebih utuh.. termasuk sejarah/masa lalu, misalnya..
Meskipun tidak ada keharusan bagi saya untuk repost, gpp deh biar gak salsamb lagi.. :-) Saya percaya bahwa (agama) Islam bisa ada sampai sekarang, salah satunya karena Rosulullah SAW dan para sahabat tidak hanya bersikap lemah lembut terhadap 'lingkungan'.. tetapi juga 'keras' mempertahankan diri (dan karena alasan lain - kalau memang dianggap perlu).. Mengenai komentar anda soal 'koruptor yang kebanyakan dari agama anda sendiri', ya itu sudah resikonya jadi mayoritas.. peluang terjadinya pasti lebih besar dibanding yang lain.. Analoginya (saya hanya bicara dalam konteks probabilitas - agar nanti tidak melebar agama dianalogikan dengan motor, mobil dll), dengan banyak/mayoritasnya sepeda motor (dibanding kendaraan jenis lain) di jalan, maka peluang terjadinya kecelakaan, cap jelek dari pengendara sepeda motor pasti lebih besar dibanding yang lain (mobil, bis dll).. Dengan kondisi umat Islam sebagai mayoritas, ya resikonya, peluang 'nemu' penjahat dari yang (ngakunya) beragama Islam pasti lebih besar dibanding yang dari agama lain.. Meskipun kejahatan yang terjadi jelas sama sekali bukanlah akibat dari agamanya sendiri.. itu kesalahan pribadinya.. yang sangat mungkin karena belum/tidak serius/benar" menjalankan ajaran agamanya.. Biar lebih jelas gini deh.. sebagai rakyat/wong cilik, saya tidak bisa banyak berbuat menentang korupsi/KKN.. kecuali mulai dari diri sendiri untuk tidak melakukan itu.. sekaligus hati menentang tindakan KKN.. kalau bisa lewat coretan di milis.. ikutan telepon ke siaran dialog di TV (dengan lisan/tulisan).. buat yang lebih mampu ya lewat 'tangan' (kekuatan, aksi di jalan dsb) untuk mengubah keadaan buruk menjadi (lebih) baik.. Nah, bagi yang lain (mis: anggota DPR/MPR), kita lihat di awal reformasi, keluar TAP MPR yang harus dijalankan penguasa RI, untuk mengusut KKNnya Eyang.. Itu artinya ada pembagian tugas sesuai kapasitas masing".. Kecuali kalau yang ada dalam benak anda dkk cuma melihat yang sejenis FPI doank.. Kalau itu, saya bilang, saya no comments dulu deh.. biar yang lain yang lebih kompeten untuk menjawabnya.. :-p CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ---------- Forwarded message ---------- From: IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> Date: Jan 8, 2008 5:29 PM Subject: Re:Majalah Islam yang mencerahkan - To: [email protected] Pak Phyllo, Konteksnya jangan cuma yang di depan mata saja donk.. Saya memang bukan pakar (sejarah).. tapi setidaknya dalam pemahaman saya, Islam tidak disebarkan hanya dengan kelembutan.. tapi juga sikap 'keras' mempertahankan diri.. ingat sejarah hijrahnya Rosulullah SAW.. sampai penaklukan Makkah.. Lembek saja tidak cukup bos.. Kalau maksud tulisan anda mengarah pada FPI dkk, saya no comments.. Silahkan kalau ada yang mau menimpali secara wajar/berimbang.. :-) AFAIK, (kekuatan & pemahaman) umat menghadapi kemunkaran umumnya terbagi 3 kelompok, dengan hati, lisan atau tangan/power.. Tidak cukup hanya dengan kelembutan.. meskipun bukan berarti harus pamer/obral kekerasan juga.. yang seimbang gitu bos.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ------------ On Jan 9, 2008 9:41 PM, Phyllobates Terribilis < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > Iya nihhh bung Irwan, mau bela diri terhadap siapa? sanggup nggak? agama > yang membawa damai TAK perlu bela diri. Mau bela diri melawan koruptor yang > kebanyakan dari agama anda sendiri? Syusuahhhh > > > > Nengah Sumerta <[EMAIL PROTECTED] <nengah.sumerta%40gmail.com>> > wrote: > Hallo Bung Irwan! > > Sebenarnya alasan membela diri adlah alasan yang paling konyol yang saya > dengar sebagai dasar suatu kekerasan terjadi! > Kira-kira apa sich yang terjadi sampai anda perlu membela diri?? ancaman > dari siapa?? kenapa mereka membuat anda merasa terancam?? trus kenapa > mereka > harus mengancam anda jika mereka tidak melihat anda MEMBAHAYAKAN posisi > mereka?? > Nah! klo tidak ingin diganggu, janganlah menganggu! > Saya tidak pernah merasa harus membela diri karena saya tidak pernah > merasa > ditekan! oleh siapapun!Dan saya tidak pernah merasa saya membuat pihak > lain > merasa tidak nyaman! > Jika sesorang dibuat tidak nyaman, mereka tentu saja akan bereaksi yang > membuat anda berpikir bahwa anda harus membela dii dengan mengangkat > pedang! > jadi bisa dicari sendiri ujung dari mana pembelaan diri itu berasal. > > Salam > > On Jan 8, 2008 5:14 PM, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]<irwank2k6%40gmail.com>> > wrote: > > > Keras yang tidak berdasar/beralasan, memang tidak boleh.. > > Tapi kalau ada alasannya, kenapa tidak boleh? > > Membela diri bisa juga dilakukan dengan cara 'keras'.. > > > > Yang penting dasar/alasannya jangan dibuat", toh. > > Jangan sampai alih" ingin disebut 'anti kekerasan' jadi lembek > > dan mudah dipermainkan pihak lain.. :-( > > > > CMIIW.. > > > > Wassalam, > > > > Irwan.K > > > > On Jan 7, 2008 9:21 PM, didik elpambudi <[EMAIL > > PROTECTED]<didikelpambudi%40yahoo.co.id> > <didikelpambudi%40yahoo.co.id>> > > wrote: > > > > > Selamat buat Majalah Madina. Saya yakin majalah ini akan berperan > besar > > > untuk menggambarkan bahwa Islam sesungguhnya jauh dari kekerasan. > > > Maju terus Islam dan demokrasi. > > > Tabik > > > DLP > [Non-text portions of this message have been removed]

