Quote:
"..
Coba bayangkan dalam kasus penggusuran, bisa gak kita pisahkan mana yang
kejam..
mana yang keras kepala?
.."

Maaf maksud saya:

Bisa gak kita lihat apa penyebab penggusuran tersebut.. apakah hanya karena
satu
pihak kejam? Atau karena ada pihak yang keras kepala? Atau bisa juga
keduanya..

Maaf kalo komentarnya agak berantakan.. :-)

On Jan 8, 2008 7:28 PM, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
> (sekalian)
> Mbak-e,
>
> Bicara soal sikap yang 'melenceng' ya susah juga ya.. Apalagi kalau semua
> pihak sudah
> 'berniat' untuk melawan/bertahan.. Yang ada adalah kuat"an.. dan terkadang
> yang (terlihat)
> 'kalah banyak' berteriak keras juga.. memanfaatkan kekuatan media..
>
> Coba bayangkan dalam kasus penggusuran, bisa gak kita pisahkan mana yang
> kejam..
> mana yang keras kepala? Meskipun bukan berarti saya pro penggusuran yang
> semena"..
> tapi setidaknya bagi yang berpikir panjang, bantaran kali, pinggir rel,
> kolong jalan tol,
> bukanlah tempat tinggal yang layak atau berpotensi menjadi masalah di masa
> datang,
> misalnya.. sementara sebagian publik kita mengambil tempat semacam itu..
> bahkan
> diadvokasi LSM..
>
> Kalau emang ada yang salah dari pihak yang digusur, mungkin perlu
> ditunjukkan/
> introspeksi juga biar gak kesannya pasti benar.
> CMIIW..
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
>
> On Jan 8, 2008 6:57 PM, Phyllobates Terribilis <
> [EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >   Anda bicara mengenai "Islam" dan "keras". Islam itu adalah agama,
> > bukan kue atau lemper yang bisa lembek bisa keras. Agama tidak bisa berbuat
> > apa apa. since it is just aconcept. maksud anda "umat islam"? Nah ini lain
> > pasal. Tetapi juga masih membingungkan, keras terhadap siapa? mempertahankan
> > diri melawan siapa? Ujung ujungnya umat islam yang mana?
> >
> > Misalnya: umat Islam shunnite di Irak membakar mesjid umat islam shiah,
> > jadi keras lawan siapa? Umat Islam dari GAM bertabrakan dengan prajurit TNI
> > yang juga Islam deadly, prajurit Turki genjot genjotan artillery dengan
> > prajurit Kurdi, keduanya Islam, pekerja pekerja Islam Indonesia dkerasi
> > (read: dianiaya) oleh polis diraja Malaysia yang juga Muslim...
> >
> > Contoh lain: korban tsunami super Muslim di Aceh dirawat dengan lembut
> > oleh tangan tangan Non Mudslim dari Eropa, Jepang, Singapura, dll. Koprban
> > di Nias dirawat dengan lembut oleh para LSM Buddha.
> >
> > Mau tegas? bagaimana sikap umat Islam terhadap kejahatan moral di
> > republik ini? FPI bukan masalah, mereka itu nobody dalam sejarah
> >
> > Anda belum jawab si mbake. Umat islam (sekali lagi bukan Islam) mau
> > keras terhadap minoritas? Nggak malu?
> >
>
>
> > --------
> >
>
>
> > IrwanK <[EMAIL PROTECTED] <irwank2k6%40gmail.com>> wrote:
> > Mbak-e,
> >
> > Mungkin saya salah mengambil istilah.. saya sepakat dengan anda bahwa
> > kata keras pada umumnya berkonotasi negatif.. terlebih penggunaan kata
> > kekerasan.. dan dikaitkan dengan perilaku beberapa kalangan/kelompok
> > dalam menunjukkan sikap mereka (mis: penggerebekan beberapa
> > tempat)..
> >
> > Sementara yang saya maksudkan adalah, ada 'upaya' (disengaja/tdk) yang
> > menggambarkan bahwa Islam haruslah lembut dan jauh dari sikap 'keras';
> > mungkin yang lebih tepat adalah tegas, bukan keras.. Dan saya cuma ingin
> > menyampaikan pendapat soal perlunya bersikap proporsional..
> > jangan takut disebut 'keras', well, tegas.. kalau memang benar.. :-p
> >
> > Dasarnya adalah, AFAIK, tidak ada sikap tunggal yang paling tepat untuk
> > semua keadaan.. sikap lembut berguna sebagaimana dijelaskan di Qur'an/
> > Hadits(?) - tapi kutipan terjemahan bebasnya kira":
> >
> > "Dekatilah mereka dengan hikmah dan cara yang baik.."
> >
> > Mengenai sikap tegas (yang bisa dikatakan 'keras' juga), ini terkait
> > soal
> > 'Nahi Munkar' tadi.. Btw, sangat mungkin tegas dan keras, hakikatnya
> > serupa.. meski dalam 'taste' yang berbeda.. :D
> >
> > Contoh 'kecil songong' di bawah mungkin agak melebar dari topik..
> > ya sekedar menimpali 'keras sama minoritas'.. itu aja sih..
> > Maaf kalau misalnya masih kurang kongkrit.. :-p
> >
> > CMIIW..
> >
> > Wassalam,
> >
> > Irwan.K
> >
> > On Jan 8, 2008 6:08 PM, Patricia Devita Sihwardoyo <
> > [EMAIL PROTECTED] <patricia_dsw%40yahoo.co.nz>>
> > wrote:
> >
> > > Lho keras itu khan belum jelas terminologinya, umumnya sih negatif,
> > coba
> > > deh perhatikan istilah: KEKERASAN PADA ANAK, KEKERASAN DI RUMAH
> > TANGGA,
> > > MINUMAN KERAS, dll. Ada guru memukul murid sampai mati juga disebut
> > > kekerasan, lalu dimana positifnya....! Jelasin yang kongkrit deh
> > supaya gak
> > > membingungkan begini....!
> > >
> > > Salam
> > > Patricia
> >
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke