Ini juga motto semua pasukan tank: takut takuti dengan desir rantai tank dan
moncong meriam, kalau perlu baru gunakan kekerasan (cilokonya, kalau ada tank
selalu ada anti tank ha ha ha)
Patricia Devita Sihwardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tyrannous paradigm: seriously disturb mind ---- use force if
neccesary.....!
Patricia
IrwanK wrote:
> Quote:
> "..
> Coba bayangkan dalam kasus penggusuran, bisa gak kita pisahkan mana yang
> kejam..
> mana yang keras kepala?
> .."
> Maaf maksud saya:
> Bisa gak kita lihat apa penyebab penggusuran tersebut.. apakah hanya karena
> satu
> pihak kejam? Atau karena ada pihak yang keras kepala? Atau bisa juga
> keduanya..
> Maaf kalo komentarnya agak berantakan.. :-)
> On Jan 8, 2008 7:28 PM, IrwanK < [EMAIL PROTECTED] com > wrote:
>>
>> (sekalian)
>> Mbak-e,
>>
>> Bicara soal sikap yang 'melenceng' ya susah juga ya.. Apalagi kalau semua
>> pihak sudah
>> 'berniat' untuk melawan/bertahan. . Yang ada adalah kuat"an.. dan terkadang
>> yang (terlihat)
>> 'kalah banyak' berteriak keras juga.. memanfaatkan kekuatan media..
>>
>> Coba bayangkan dalam kasus penggusuran, bisa gak kita pisahkan mana yang
>> kejam..
>> mana yang keras kepala? Meskipun bukan berarti saya pro penggusuran yang
>> semena"..
>> tapi setidaknya bagi yang berpikir panjang, bantaran kali, pinggir rel,
>> kolong jalan tol,
>> bukanlah tempat tinggal yang layak atau berpotensi menjadi masalah di masa
>> datang,
>> misalnya.. sementara sebagian publik kita mengambil tempat semacam itu..
>> bahkan
>> diadvokasi LSM..
>>
>> Kalau emang ada yang salah dari pihak yang digusur, mungkin perlu
>> ditunjukkan/
>> introspeksi juga biar gak kesannya pasti benar.
>> CMIIW..
>>
>> Wassalam,
>>
>> Irwan.K
>>
>>
>> On Jan 8, 2008 6:57 PM, Phyllobates Terribilis <
>> phyllobates. terribilis@ yahoo.com > wrote:
>>
>> > Anda bicara mengenai "Islam" dan "keras". Islam itu adalah agama,
>> > bukan kue atau lemper yang bisa lembek bisa keras. Agama tidak bisa
>> > berbuat
>> > apa apa. since it is just aconcept. maksud anda "umat islam"? Nah ini lain
>> > pasal. Tetapi juga masih membingungkan, keras terhadap siapa?
>> > mempertahankan
>> > diri melawan siapa? Ujung ujungnya umat islam yang mana?
>> >
>> > Misalnya: umat Islam shunnite di Irak membakar mesjid umat islam shiah,
>> > jadi keras lawan siapa? Umat Islam dari GAM bertabrakan dengan prajurit
>> > TNI
>> > yang juga Islam deadly, prajurit Turki genjot genjotan artillery dengan
>> > prajurit Kurdi, keduanya Islam, pekerja pekerja Islam Indonesia dkerasi
>> > (read: dianiaya) oleh polis diraja Malaysia yang juga Muslim...
>> >
>> > Contoh lain: korban tsunami super Muslim di Aceh dirawat dengan lembut
>> > oleh tangan tangan Non Mudslim dari Eropa, Jepang, Singapura, dll. Koprban
>> > di Nias dirawat dengan lembut oleh para LSM Buddha..
>> >
>> > Mau tegas? bagaimana sikap umat Islam terhadap kejahatan moral di
>> > republik ini? FPI bukan masalah, mereka itu nobody dalam sejarah
>> >
>> > Anda belum jawab si mbake. Umat islam (sekali lagi bukan Islam) mau
>> > keras terhadap minoritas? Nggak malu?
>> >
>>
>>
>> > --------
>> >
>>
>>
>> > IrwanK < [EMAIL PROTECTED] com <irwank2k6%40gmail. com>> wrote:
>> > Mbak-e,
>> >
>> > Mungkin saya salah mengambil istilah.. saya sepakat dengan anda bahwa
>> > kata keras pada umumnya berkonotasi negatif.. terlebih penggunaan kata
>> > kekerasan.. dan dikaitkan dengan perilaku beberapa kalangan/kelompok
>> > dalam menunjukkan sikap mereka (mis: penggerebekan beberapa
>> > tempat)..
>> >
>> > Sementara yang saya maksudkan adalah, ada 'upaya' (disengaja/tdk) yang
>> > menggambarkan bahwa Islam haruslah lembut dan jauh dari sikap 'keras';
>> > mungkin yang lebih tepat adalah tegas, bukan keras.. Dan saya cuma ingin
>> > menyampaikan pendapat soal perlunya bersikap proporsional. .
>> > jangan takut disebut 'keras', well, tegas.. kalau memang benar.. :-p
>> >
>> > Dasarnya adalah, AFAIK, tidak ada sikap tunggal yang paling tepat untuk
>> > semua keadaan.. sikap lembut berguna sebagaimana dijelaskan di Qur'an/
>> > Hadits(?) - tapi kutipan terjemahan bebasnya kira":
>> >
>> > "Dekatilah mereka dengan hikmah dan cara yang baik.."
>> >
>> > Mengenai sikap tegas (yang bisa dikatakan 'keras' juga), ini terkait
>> > soal
>> > 'Nahi Munkar' tadi... Btw, sangat mungkin tegas dan keras, hakikatnya
>> > serupa.. meski dalam 'taste' yang berbeda.. :D
>> >
>> > Contoh 'kecil songong' di bawah mungkin agak melebar dari topik..
>> > ya sekedar menimpali 'keras sama minoritas'.. itu aja sih..
>> > Maaf kalau misalnya masih kurang kongkrit.. :-p
>> >
>> > CMIIW..
>> >
>> > Wassalam,
>> >
>> > Irwan.K
>> >
>> > On Jan 8, 2008 6:08 PM, Patricia Devita Sihwardoyo <
>> > patricia_dsw@ yahoo.co. nz <patricia_dsw% 40yahoo.co. nz>>
>> > wrote:
>> >
>> > > Lho keras itu khan belum jelas terminologinya, umumnya sih negatif,
>> > coba
>> > > deh perhatikan istilah: KEKERASAN PADA ANAK, KEKERASAN DI RUMAH
>> > TANGGA,
>> > > MINUMAN KERAS, dll. Ada guru memukul murid sampai mati juga disebut
>> > > kekerasan, lalu dimana positifnya.. ..! Jelasin yang kongkrit deh
>> > supaya gak
>> > > membingungkan begini....!
>> > >
>> > > Salam
>> > > Patricia
>> >
>>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]